Pengertian Uji Emisi Gas Buang: Tujuan, dan Manfaatnya

  • Whatsapp
uji emisi gas buang

Pengertian Uji Emisi Gas Buang – Kamu tentu pernah mendengar tentang uji emisi. Ini merupakan salah satu tes bagi kendaraan yang tujuannya adalah melihat bagaimana kondisi kendaraan tersebut. Proses pengujian ini menjadi penting karena dengan cara inilah kondisi mesin, kesehatan kendaraan, dan juga performanya akan bisa terlihat

Pengertian Uji Emisi

Uji emisi merupakan serangkaian tes yang dilakukan pada kendaran yang bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi mesin (efektivitas mesin) pada kendaraan tersebut melalui gas buang hasil pembakaran yang dikeluarkan melalui kenalpot..

Salah satu tujuan uji emisi adalah untuk memerika tingkat polusi yang dihasilkan oleh sebuah kendaraan apakah berada di batas aman atau melebihi batas aman. Ketika tingkat polusinya terlalu tinggi dapat di diagnosa telah terjadi pembakaran yang tidak sempurna dalam mesin. Arti pembakaran tidak sempurna adalah bahan bakar didalam silinder tidak terbakar semuanya sehingga menghasilkan gas HidroCarbon yang dikeluarkan melalui knalpot.

Penyebab tidak sempurnanya pembakaran ini beragam mulai dari pengapian yang tidak maksimal (busi, ignition coil bermasalah), bahan bakar terlalu banyak/sedikit (injector rusak), pengabutan injector tidak sempurnal dll.

Kendaraan yang lolos dari tahap uji ini adalah kendaraan yang memiliki gas buang tidak berbahaya. Sehingga tidak mencemari kadar udara yang ada di sekitar. Ini merupakan salah satu manfaat dari dilakukannya uji emisi.

Tujuan Uji Emisi

Uji Emisi sendiri dilakukan bukan tanpa tujuan. Ada beberapa tujuan penting dari dilakukannya pengujian ini. beberapa tujuan tersebut antara lain adalah :

1. Meningkatkan Kinerja Mesin

Salah satu tahap pada pengujian ini adalah melihat seberapa efektif mesin kendaraan kita bekerja. Dari hasil uji emisi ini akan terlihat apakah mesin kendaraan kita mengalami penurunan kinerja atau tidak, mengalami gangguan fungsi atau tidak. Jika mengalami penurunan, maka kamu bisa langsung mengetahuinya dan melakukan perbaikan dengan cepat.

2. Memastikan Kadar Gas Buang yang Aman

Salah satu titik fokus dari uji emisi adalah kadar gas buang. Tujuannya adalah memantau kandungan apa saja yang ada pada gas buang tersebut dan menjaga agar kadarnya tidak melebih batas yang sudah ditentukan.

3. Menciptakan Lingkungan Bebas Polusi

Berkaitan dengan poin sebelumnya maka tujuan lainnya dari dilakukannya uji emisi adalah agar tercipta lingkungan yang bebas dari polusi. Dengan kadar gas buang yang terkendali harapannya adalah tidak banyak polusi yang ada pada udara.

Manfaat Uji Emisi

Selain untuk mengetahui performa mesin, proses pengujian ini juga memiliki banyak manfaat lainnya. Beberapa manfaat dari uji emisi ini akan berkaitan dengan performa kendaraan dan juga lingkungan hidup. Beberapa manfaat dari pengujian tersebut antara lain adalah :

1. Mengetahui Bila Ada Kandungan Gas Buang yang Berbahaya

Salah satu manfaat penting dari pengujian ini adalah melihat bagaimana kandungan gas buang dari sebuah kendaraan. Kandungan apa saja yang terdapat pada gas buang ini bisa terlihat melalui sebuah proses analisis dari sistem pembakaran. Nantinya akan terlihat apa saja kandungan pada gas buang tersebut dan juga bagaimana efektivitas bahan bakar pada setiap mesin kendaraan

Khusus untuk gas buang, jika terdapat kandungan zat yang berbahaya atau juga ada kandungan zat yang melebihi batas wajar maka hal tersebut akan membuat kendaraan tidak lolos uji emisi. Nantinya, akan ada sanksi sesuai peraturan yang berlaku untuk masalah tersebut.

2. Melihat Efektifitas Campuran Bahan Bakar dan Udara

Manfaat lainnya dari melakukan uji emisi adalah kamu bisa mengetahui seberapa efektif campuran bahan bakar dengan gas pada kendaraan. Campuran antara bahan bakar dan udara yang tidak efekif akan membuat gas buang menjadi penuh dengan polutan yang membahayakan. Itulah mengapa cukup penting untuk kamu mengetahui berapa takaran yang tepat untuk campuran bahan bakar dan udara tersebut.

3. Mengetahui Kondisi Mesin

Secara tidak langsung ketika kamu melakukan uji emisi maka hal tersebut sama juga dengan melakukan uji mesin. Dari pengujian tersebut kamu akan melihat bagaimana kondisi mesin kendaraan kamu. Apakah masih seperti biasanya atau justru terjadi penurunan kondisi mesin. Dari hasil pengujian ini juga kamu akan mengetahui ada atau tidaknya masalah dengan mesin kamu.

4. Mengetahui Bagian yang Rusak

Berhubungan dengan poin sebelumnya, ketika uji emisi dan hasilnya ternyata tidak bagus maka kamu bisa langsung tahu bagian mana yang mengalami kerusakan. Hal ini membuat kamu tidak perlu menduga-duga. Selain itu, selama proses pengujian ini juga bisa memberi tahu kamu bagian yang rusak yang mungkin tidak terlihat mata.

Hal ini akan membuat kamu bisa mendeteksi kerusakan tersebut lebih awal dan bisa melakukan langkah pencegahan dengan lebih cepat.

5. Membuat Lebih Irit Bahan Bakar

Manfaat lainnya dari melakukan uji emisi adalah bisa membuat mesin menjadi irit bahan bakar. Dengan melakukan tes ini kamu akan mendapatkan cara bagaimana memaksimalkan kinerja mesin dengan bahan bakar yang lebih irit.

Hal ini berkaitan dengan manfaat lainnya dari proses pengujian ini yang bisa meningkatkan efektifitas dari mesin. Ini juga menjadi keuntungan karena kinerja mesin pun bisa meningkat.

6. Membuat Udara Menjadi Bebas Polusi

Manfaat dari uji emisi juga akan berguna bagi lingkungan. Salah satunya adalah karena dengan melakukan proses pengujian maka polutan dari gas buang akan bisa dihilangkan. Sehingga efeknya adalah membuat udara menjadi lebih bebas polusi.

Bagaimana Cara Lulus Uji Emisi?

Lulus uji emisi merupakan syarat wajib bagi tiap kendaraan. Syarat untuk lulus proses ini sendiri akan berbeda-beda tergantung dengan jenis kendaraan. Perbedaan ini melihat dari kategori tiap kendaraan. Di mana setiap kategori ini akan memiliki standarnya sendiri. berikut adalah beberapa contoh syarat lulus uji emisi untuk tiap kategori kendaraan

  • Untuk mobil berbahan bakar bensin dengan tahun produksi di bawah 2007. Syarat untuk lulus adalah kadar CO2 di bawah 3%. Sementara untuk mobil berbahan bakar bensin dengan tahun produksi di atas 2007 maka syarat untuk lulus adalah kadar CO2 harus di bawah 1.5%.
  • Mobil diesel dengan tahun produksi di atas 2010 maka syarat lulus uji emisinya adalah kadar opasitas tidak boleh lebih dari 40%. Sementara untuk mobil diesel dengan tahun produksi di bawah 2010 maka kadar opasitas tidak boleh lebih dari 50%.
  • Motor 4 tak dengan tahun produksi di bawah 2010 maka syarat untuk lulus adalah memiliki kadar HC tidak lebih dari 24000 ppm. Sementara untuk motor 4 tak dengan tahun produksi di atas 2010 maka untuk lulus syaratnya adalah kadar CO maksimal 4% dan HC nya tidak boleh lebih 2000 ppm.

Itulah beberapa hal tentang uji emisi yang perlu kamu pahami. Dengan melakukan proses uji ini maka kamu membantu untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Emisi yang baik membuat udara menjadi tidak banyak polusi. Selain itu dengan melakukan uji emisi juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja mesin kamu.

Kamu bisa melihat seberapa efektif mesin kendaraan kamu. Dari situ, kamu juga bisa melihat apakah kinerjanya masih bisa ditingkatkan atau tidak. Uji emisi ini juga berguna untuk membuat kendaraan kamu menjadi lebih irit bahan bakar namun tetap memiliki kerja mesin yang maksimal.

Baca juga artikel terkait “Uji Emisi Gas Buang” :

Pos terkait