Rangkaian Igniton Coil dengan Ballast Resistor pada Sistem Pengapian

  • Whatsapp
Bisaotomotif.com -Rangkaian Igniton Coil dengan Ballast Resistor pada Sistem Pengapian. Pada sistem pengapian konvensional, biasanya masih menggunakan ignition coil yang biasa. Jumlahnya hanya ada satu untuk 4 silinder.
Berbeda dengan mobil-mobil sekarang yang ignition coilnya sudah terdapat 4 atau 2. Artinya satu ignition coil untuk satu silinder, atau yang lain satu ignition coil untuk dua silinder.
Pada ignition coil biasanya terdapat ballast resistor, pertanyaan bagaimana cara merangkainya? Kesalahan dalam perangkaian dapat berakibat fatal.
Perlu diketahui penambahanan tahanan ballast pada koil ternyata mengharuskan komponen baru, agar mesin dapat optimal kembali. Ingat, fungsi dari tahanan balas? Yaa sebagai tahanan yang mengurangi arus.
Memang fungsinya baik untuk mengurangi arus, tapi kendala muncul ketika starter atau pada saat menghidupkan mesin untuk pertama kalinya.
Pada saat menghidupkan mesin, dibutuhkan percikan yang kuat agar mesin dapat cepat hidup. Tapi nyatanya tidak bisa sekuat itu bila diberi tahanan resistor. Sehingga harus ada perubahan jalur, yaitu ketika di starter, arus tidak melewati tahanan balast melainkan langsung ke ignition koil.
Penasaran dengan rangkaiannya? Berikut ini adalah rangkaian ignition coil dengan ballast resistor pada sistem pengapian.

Rangkaian Igniton Coil dengan Ballast Resistor
Rangkaian Igniton Coil dengan Ballast Resistor

Nah bisa dilihat disitu, bahwa garis putus-putus adalah aliran arus pada saat mesin di starter. Artinya arus tidak melewati ballast resistor tapi langsung menuju positif koil. Sedangkan pada saat mesin hidup, arus dari baterai, kemudian kunci kontak, ballast resistor baru ke positif ignition coil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *