√ Perbedaan Mesin Kijang 3K, 4K, 5K dan 7K dan Sejarahnya

  • Whatsapp

Perbedaan Mesin Kijang 4K, 5K dan 7K dan Sejarahnya – Mesin seri-K adalah mesin inline 4 silinder yang dikeluarkan oleh Toyota dan diproduksi dari mulai tahun 1966 sampai tahun 2007.

Awalnya seri-K ini justru bukan untuk mesin kijang, generasi pertamnya diaplikasikan pada mobil Toyota Corolla, dan di generasi ke-2 (2K) disematkan pada Toyota Starlet .

Baru digenerasi ke-3 atau 3K yang diaplikasikan pada mobil Toyota Kijang generasi pertamanya pada tahun 1976.  

Toyota Kijang adalah salah satu mobil yang begitu sukses di pasaran Indonesia, namanya begitu hangat di telinga-telinga masyarakat. Pasalnya mobil ini sudah ada sejak tahun 1976 hingga sekarang di series terbarunya yang bahkan termasuk mobil kelas menengah, apa lagi kalau ngga Toyota Kijang Innova.

Hanya saja Toyota Kijang Innova sudah tidak menggunakan mesin seri-K lagi. Seri-K dipakai terakhir pada Toyota Kijang Kapsul yang menggunakan mesin Toyota 7K (2007).  

Toyota Kijang memang sudah meregenerasi, namun kita masih dengan mudah menemukan Toyota Kijang produksi tahun 80-an dan 90-an. Toyota kijang keluaran tahun tersebut mesinnya masih menggunakan seri-K, kalau tidak 4K, 5K atau 7K yang merupakan seri terakhir dari seri-K ini.

Sekilas Sejarah Mesin Kijang Seri K

Mesin Toyota seri K adalah mesin inline 4 silinder yang diproduksi dari tahun 1866 hingga 2007. Awalnya mesin ini dibangun di pabrik Toyota Kamigo di Pabrik Toyota City yang berada di Jepang. 

Blok silindernya terbuat dari campuran besi dan alumunium, memiliki poros engkol yang didukung oleh lima bantalan utama dan mekanisme katupnya titpe OHV.  

1. Mesin Seri-K (1996 – 1969)

Mesin seri pertama (K) memiliki kapasitas 1,1 L (1.077cc) dengan mekanisme katup tipe 0HV 8 valve, mampu menghasilkan power/tenaga sebesar 73 PS (72hp) pada 6.600 rpm. Mesin seri pertama ini diproduksi mulai tahun 1966 hingga 1969 dan disematkan pada Toyota Corolla.  

2. Mesin Seri 2K (1969 – 1988)

Mesin toyota seri 2K ini memiliki kapasitas mesin (993 cc) dengan mekanisme katup tipe OHV (Over head valve) 8 valve. Memiliki diameter silinder dan langkah silinder sebesar 72 mm x 61 mm. Output yang mampu dihasilkan dari mesin ini adalah 35 kW pada 5800 rpm. Di versi yang lebih muda (1983) mesin ini mampu menghasilkan 40 kW pada 5.800 (dipasarkan di Selandia baru). Mesin seri 2K ini dipakai untuk mobil Toyota Starlet.

3. Mesin Seri 3K (1969 – 1977)

Mesin Seri 3K ini salah satunya dipakai pada Toyota Kijang generasi pertama, dengan memiliki kapasitas 1,2 L (1.166 cc) dan mekanisme katup tipe OHV 8 valve. Silinder bore dan stroke mesin ini adalah 75 mm x 66 mm.

mesin seri 3k
mesin seri 3k

Mesin seri 3K ini memiliki beberapa versi, versi 3K-B diproduksi pada 1969 – 1975, versi 3K-C yang dipasarkan di California (1977-1979), sementara di Indonesia adalah mesin versi 3K-H yang disematkan pada Toyota Kijang Buaya.   Di tahun 1977 inilah awal mula Toyota Kijang masuk di Indonesia, dengan menggunakan mesin 3K 1,2 L.

Pada generasi pertama ini, Toyota Kijang (KF 10) menerapkan konsep pick up dengan bentuk kotak (bersiku-siku/tidak seperti mobil sekarang yang aerodinamis). Mobil ini sangat diterima baik di pasar Indonesia, bahkan memiliki julukan khusus yaitu Kijang Buaya.

Hal ini dikarenakan moncongnya mirip seperti buaya apabila kap mesinnya dibuka.   Di seluruh dunia, mesin seri 3K ini diaplikasikan pada beberapa mobil seperti : 

  • Toyota Corolla
  • Toyota Kijang / Toyota Tamaraw
  • Toyota LiteAce
  • Toyota Starlet
  • Toyota TownAce
  • Daihatsu Delta 750
  • Daihatsu Charmant
  • dll

4. Mesin Seri 4K

mesin kijang 4 k
mesin kijang 4 k

Toyota mesin seri 4K dipakai pada Toyota Kijang generasi ke-2 yaitu KF20 (Kijang Doyok) yang memiliki kapasitas 1,3 L (1.290 CC). Mesin ini diproduksi pada tahun 1977 – 1989 dengan memiliki spesifikasi sebagai berikut :

Silinder bore dan stroke : 75 mm x 73 mm Mekanisme katup : OHV 8 valve.   Pada tahun 1980 mesin ini mampu menghasilkan power 58 hp pada 5250 rpm. Kemudian dikembangkan tahun 1983 sehingga memiliki output tenaga sebesar 62 hp pada 5.600 rpm.

Di seluruh dunia, mesin seri 4K ini dipakai pada beberapa mobil yaitu :

  • Toyota Corolla
  • Toyota Kijang Generasi Kedua
  • Toyota Lifeace
  • Toyota Starlet
  • Daihatsu Delta 750

5. Mesin Seri 5K

mesin kijang 5 k
mesin kijang 5 k

Toyota Mesin Seri 5K ini dipakai pada Toyota Kijang Generasi ke-2 dan ke-3. Kita ketahui bahwa pada Toyota Kijang generasi ke-2 terdapat dua versi, versi pertama yang memiliki kapasitas 1,3L adalah mesin 4K. Sementara versi kedua yang memiliki  kapasitas 1.5 L adalah mesin 5K.

Toyota Kijang yang menggunakan mesin seri 5K pada generasi ke-3 ini adalah Toyota Kijang dengan beberapa varian seperti Commando dan Ranger. Varian Commando memiliki 4 pintu dengan beberapa pilihan yaitu LSX, SSX, LX dan SX.

Mungkin lebih familiernya adalah Kijang Super.   Mesin Seri 5K memiliki kapasitas 1.5 L yang diproduksi dari tahun 1983 hingga 1996. Mampu menghasilkan output sekitar 71 hp pada 5.600 rpm.  Memiliki sepesifikasi berikut :   Silinder bore dan stroke : 80,5 mm x 73 mm. Mekanisme katup : OHV 8 valve.   Mesin seri 5K ini dipakai pada mobil-mobil berikut ini :

  • Toyota Kijang Generasi ke-2 dan ke-3
  • Toyota Carina
  • Toyota Corolla

6. Mesin Seri 7K

mesin kijang seri 7k
mesin kijang seri 7k

Generasi selanjutnya adalah mesin seri 7K yang mulai diluncurkan pada tahun 1983, mesin seri 7K ini memiliki kapasitas mesin 1.8 L. Mesin seri 7K ini sudah dipakai pada Kijang Generasi ke-3 untuk yang 1.8L (1996 – 1997).

Toyota Kijang Generasi ke-3 yang menggunakan mesin 7K adalah versi Deluxe (Toyota Kijang G), lebih familiernya adalah Kijang Grand Extra yang terdapat beberapa pilihan yaitu LGX (Long Grand Extra) dan SGX (Short Grand Extra).  

Mesin Kijang 7K dipakai juga pada Toyota Kijang Generasi 4 atau yang sering kita sebut sebagai Kijang Kapsul karena bentuknya sudah semakin modern dan menghilangkan kesan siku-siku.  

Mesin Kijang 7K ini memiliki spesifikasi silinder bore dan stroke : 80,5 mm x 87,5mm dengan output 80 hp pada rpm 4600. Untuk mekanisme katupnya, pada mesin Kijang Super masih menggunakan tipe OHV. Sedangkan pada tipe Grand Extra sudah menggunakan tipe SOHC.

Baca juga : Download Buku Manual Toyota Mesin Seri K

Perbedaan Mesin Kijang 3K, 4K, 5K dan 7K

Masing-masing mesin seri-K memiliki karakteristik yang hampir sama, karena keempat-empatnya merupakan satu family, hanya berbeda tahun dan merupakan hasil dari penyempurnaan-penyempurnaan. Perbedaan mendasi dari mesin kijang seri 3K, 4K, 5K dan 7K adalah terkait kapasitas mesin, semakin muda kapasitas mesinnya semakin besar.

Tentu saja, jika kapasitas mesinnya bertambah besar harus diiringi oleh kemampuan komponen lainnya dalam mengimbangi cc besar tersebut, mulai dari besar silinder dan besar langkah, sistem pemasukan dan pembuangan, mekanisme katup, mekanisme engkol. sistem pengapian, sistem bahan bakar dan lain sebagainya.

Bisaotomotif.com telah merangkum perbedaan dari masing-masing seri mersin kijang di atas dalam bentuk tabel agar lebih mudah lagi untuk dipahami dan dibaca. Berikut adalah perbedaan mesin kijang 3K, 4K, 5K dan 7K.

No Keterangan Mesin 3K Mesin 4K Mesin 5K Mesin 7K
1 Kapasitas Mesin 1,2 L (1166cc) 1,3 L (1290 cc) 1,5 L (1.486 cc) 1.8 L (17811 cc)
2 Tahun Keluaran 1969 – 1977 1979 – 1989 1983 – 1996 1997-2007
3 Mekanisme Katup OHV 8 valve OHV 8 valve OHV 8 valve OHV SOHC
4 Silinder bore dan stroke 75 mm x 66 mm 75mm x 73 mm 80,5 mm X 73 mm 80,5 mm x 87,5 mm
5 Contoh mobil Toyota Corolla, Toyota Kijang (Genrasi 1), Toyota Starlet Toyota Corolla, Toyota Kijang (Generasi 2/Kijang Doyok). Toyota Kijang Generasi ke 2 dan ke 3 (Kijang Super) Toyota Kijang Generasi 4 (Kijang Grand Extra).

Kurang lebih itu adalah perbedaan mesin kijang seri 3k, 4k, 5k dan 7k, jangan lupa share ini ke sosial media agar kamu lebih mudah dalam mengunjungi situs bisaotomotif.com. Semoga bermanfaat dan terimakasih banyak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *