√ Komponen Mesin Bensin dari A sampai Z + Fungsinya

  • Whatsapp
gambar-mesin

Komponen mesin bensin jumlahnya memang sangat banyak, karena saking banyaknya kami sebut dari A sampai Z. Masing-masing komponen ini memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Dimana keseluruhan komponen tersebut merupakan satu kesatuan hingga disebut sebagai mesin mobil yang mampu menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan.  

Dari segi bahan bakar yang digunakan, mesin umumnya dibagi menjadi 3 macam yaitu mesin bensin, mesin diesel dan mesin yang berbahan bakar gas. Bahkan sekarang ini di Indonesia mulai diluncurkan mobil tanpa bahan bakar, alias mobil listrik.

Muat Lebih

Emmm, semakin menarik aja yaaa.   Memang karena alasan pencemaran lingkungan pemerintah menggalakan mobil listrik di Jakarta, bahkan katanya mobil listrik ini tidak kena peraturan ganjil genap yang bikin sedikit repot warga jakarta. Walaupun demikian, mobil yang berhaban bakar bensin dan diesel masih banyak kok.  

Ngomong-ngomong tentang mesin bensin dan mesin diesel, pada prinsipnya keduanya memiliki komponen mesin yang hampir sama, bahkan sebagian besar sama. Perbedaannya mungkin hanya ada pada sistem bahan bakar dan sistem pengapiannya saja.

Karena secara mendasar baik di mesin bensin maupun mesin diesel juga ada blok silinder, ada kepala silinder, mekanisme engkol, mekanisme katup, sistem pelumasan, sistem pendingin dan masih banyak lagi kesamaan komponen diantara dua jenis mesin ini.  

Komponen mesin bensin dapat dikelompokkan kedalam komponen utama, sistem-sistem pada mesin bensin dan komponen pelengkap. Agar lebih memudahkan dalam memahami komponen mesin bensin, dapat memanfaatkan daftar isi berikut ini.

A. Komponen Utama Mesin Bensin

Jika dilihat dari atas, komponen mesin bensin terlihat seperti pada gambar di bawah ini. Dalam gambar tersebut terlihat bagian luar dari mesin, yang tidak hanya terdiri dari mesin saja tetapi juga ada komponen kelistrikan, sistem rem, sisem-sistem yang lain.  

komponen mesin bensin
komponen mesin bensin

Sumber gambar : Toyota Corolla Manual Book  

Kita akan membahas khusus bagian mesin dulu, yang mana mesin ini jika dibongkar terdapat dua bagian besar yaitu blok silinder dan kepala silinder.  

Blok silinder merupakan rumah dari komponen inti mesin seperti piston, connecting rod, poros engkol, dan lain sebagainya. Sementara kepala silinder merupakan tempat bagi ruang bakar dan mekanisme katup.  

Diantara blok silinder dan kepala silinder diberi gasket sebagai perapat agar tidak terjadi kebocoran oli dan gas pembakaran. Kemudian dibagian bawah terdapat oil pan yang berfungsi untuk menampung oli mesin. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang komponen utama mesin bensin :  

1. Blok Silinder

Salah satu komponen utama mesin adalah blok silinder yang didalamnya terdapat silinder, silinder adalah tempat dimana piston naik turun ketika bekerja. Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang dengan paduan alumunium, sehingga memiliki ketahanan yang baik terhadap panas.

blok-silinder
blok silinder

Pada bagian atas terdapat lubang baut sebagai dudukan untuk kepala silinder, diantara keduanya juga dipasangkan gasket sebagai perapat dan mencegah kebocoran. Jika kita balik maka kita bisa melihat tempat poros engkol diletakkan, yang pada sisi belakangnya juga merupakan dudukan dari fly wheel. Selengkapnya : Kontruksi Blok Silinder   Sebagai komponen utama mesin, blok silinder ini memegang beberapa fungsi sekaligus seperti : 

  • Tempat silinder-silinder yang merupakan tempat piston naik turun untuk melakukan kerjanya.
  • Sebagai dudukan bagi kepala silinder
  • Sebagai rumah bagi mekanisme engkel (poros engkol, connecting rod, pistond dll)
  • Pada tipe OHV, sebagai rumah dari poros nok
  • Sebagai dudukan fly wheel
  • Terdapat water jacket sebagai saluran air pendingin.
  • Sebagai dudukan komponen-komponen lainnya seperti motor starter, kalter, dll.

Blok silinder untuk mesin mobil biasanya terdapat silinder yang jumlahnya lebih dari satu, bisa tiga, empat, enam bahkan 12. Silinder ini juga susunannya tidak melulu sebaris, bisa juga berbentuk V seperti pada mobil-mobil sport yang memiliki silinder lebih dari 6. Bentuk lain adalah tipe boxer atau mendatar. Selengkapnya : Macam-macam Susunan Silinder dan Contoh Mobilnya

2. Kepala Silinder

Kepala silinder adalah komponen utama mesin yang dikaitkan pada bagian atas blok silinder, fungsinya adalah sebagai tempat dari ruang bakar, busi (spark plug) dan mekanisme katup. Kepala silinder juga sebagai dudukan dari saluran masuk (intake manifold) dan saluran buan (exhaust manifold).  

kepala silinder
kepala silinder

Kepala silinder (cylinder head) terbuat dari besi tuang dengan paduan alumunium yang disyaratkan dapat tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi selam mesin bekerja. Pada kepala silinder juga terdapat water jacket sebagai saluran air pendingin untuk mendinginkan komponen mesin.

bagian-kepala silinder - komponen mesin bensin
bagian-kepala silinder

Sementara itu dalam silinder juga terdapat mekanisme katup, sebuah mekanisme yang berfungsi untuk membuka dan menutup katup pada saluran masuk dan buang. Komponen mekanisme katup ini terdiri dari noken as (poros nok), rocker arm, valve spring dan katup (valve).  Selengkapnya : Fungsi Kepala Silinder dan Bagian-Bagiannya

3. Gasket Kepala Silinder

Gasket Kepala Silinder
Gasket Kepala Silinder

Perpak kop atau gasket kepala silinder berfungsi sebagai perapat antara blok silinder dan kepala silinder, sehingga tidak terjadi kebocoran gas pembakaran, kebocoran air dan oli. Perpak kop terbuat dari bahan carbon clad sheet stel yang tahan terhadap panas dan tekanan tinggi.  

4. Piston dan Kelengkapannya

Komponen utama mesin bensin selanjutnya adalah piston dengan kelengkapannya. Piston/Torak/Seker merupakan komponen yang berfungsi sebagai komponen yang naik turun di dalam silinder untuk menjalankan siklus kerja mesin mulai dari langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha dan buang.  

Pada saat langkah hisap, piston akan turun dan intake valve akan membuka sehingga campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam ruang bakar. Ketika langkah kompresi, piston bergerak naik untuk memampatkan campuran udara dan bahan bakar.  

Sesaat sebelum piston berada di atas, busi memercikkan bunga api sehingga terjadi ledakan/pembakaran/usaha. Piston menerima tenaga/usaha ini dan bergerak turun, usaha yang diterima kemudian disalurkan ke poros engkol dan diterima oleh fly wheel untuk disimpan tenaganya dan membuat gerakan yang lebih smooth.  

Ketika langkah usaha selesai, piston akan bergerak naik dan mendorong gas-gas hasil pembakaran untuk keluar melalui katup buang dan saluran buang.  

  • Ring Piston

Ring piston adalah komponen yang terdiri dari dua buah ring kompresi dan satu ring oli, ring kompresi berfungsi sebagai perapat agar pada saat kompresi campuran udara dan bahan bakar tidak lolos ke-bak engkol. Sedangkan ring oli berfungsi untuk melumasi dinding-dinding silinder dan mengikisnya kembali ketika piston turun.

ring piston
ring piston

Fungsi Ring Kompresi – Sebagai perapat antara piston dengan dinding silinder
– Mencegah oli masuk ke ruang bakar
– Mengikis kelebihan oli pada dinding silinder
– Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder (membantu mendinginkan piston).

Fungsi Ring Oli
: Membentuk lapisan oli yang tipis pada dinding silinder, dengan kata lain memberi pelumasan antara piston dengan dinding silinder.

Baca lebih lanjut :  Fungsi Ring Piston dan Kontruksinya

  • Piston Pin

Piston pin berfungsi untuk menghubungkan piston dengan bagian ujung yang kecil (small end) pada batang piston (connecting rod) melalui bushing dan meneruskan tekanan pembakaran yang diterima piston ke batang piston.

Piston Pin
Piston Pin

Ada beberapa tipe piston pin yang digunakan untuk piston yaitu tipe fixed. tipe semi floating dan tipe full floating. Tipe fixed dibaut dengan piston, sedangkan tipe full floating dikunci dengan menggunakan snap ring pada bagian ujungnya. Kendaraan-kendaraan saat ini lebih banyak yang menggunakan tipe full floating.

Baca lebih lanjut di : Fungsi Piston Pin dan Pemeriksaannya

4. Connecting Rod

Connecting rod atau setang seker merupakan bagian mesin bensin yang berfungsi untuk meneruskan tenaga hasil pembakaran ke poros engkol, sehingga connecting rod ini merupakan penghubung antara piston dengan poros engkol.

Connectiong rod
Connectiong rod

Bagian atas setang seker disebut sebagai small end, bagian ini berfungsi sebagai tempat piston pin yang berhubungan dengan piston (torak).   Kemudian pada bagian bawah disebut sebagai big end, bagian ini dihubungkan dengan crank pin pada poros engkol.

Dipasang juga bantalan poros engkol untuk mencegah gesekan yang berlebihan dan keausan pada poros engkol maupun pada connecting rodnya. Connecting rod cap merupakan komponen yang berfungsi untuk mengikat connecting rod dengan poros engkol, bautnya dikencangkan sesuai dengan momen spesifikasi yang ada.  

5. Poros Engkol (Crankshaft)

poros engkol
Sumber : rover.ebay.com

Poros engkol (crankshaft) adalah salah satu komponen utama dalam mesin bensin yang berfungsi untuk merubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar. Poros engkol (crankshaft) dihubungkan dengan piston melalui connecting rod, seperti yang disinggung di atas bahwa bagian big end connecting rod akan dipasang pada crank pin yang diberi bantalan (metal jalan).

Selain crank pin, poros engkol juga terdapat crank journal yang akan dihubungkan dengan block silinder, dibagian tengah ada crank journal yang disebut sebagai main journal. Crank journal dan main jornal ini juga ditopang oleh bantalan poros engkol (metal duduk).

Bagian-bagian poros engkol dapat dilihat pada gambar di atas, ada crank pin, crank journal, crank arm, oil hole dan balance weight. Selengkapnya dapat baca di : Fungsi Poros Engkol dan Kontruksinya

6. Roda Penerus (Fly Wheel)

Fly wheel (roda gila)
Fly wheel (roda gila)

Fly wheel adalah komponen utama mesin bensin yang dihubungkan dengan poros engkol, fungsinya adalah untuk mempertahankan putaran mesin dan memungkinkan mesin bekerja (berputar) dengan lembut.

Fly wheel akan menerima tenaga dari crankshaft, kemudian menyalurkannya ke kopling(kampas kopling) hingga ke transmisi. Pada fly wheel juga terdapat ring gear yang berfungsi sebagai penghantar putaran dari motor starter, ring gear ini akan berhubungan dengan gigi pinion pada motor starter.

Ketika motor starter difungsikan, pinion akan maju dan berhubungan dengan ring gear, sehingga fly wheel yang berhubungan dengan poros engkol akan berputar, mesin pun akan hidup.

7. Mekanisme Katup

Valve mechanism (mekanisme katup) adalah sebuah mekanisme yang mengatur buka dan tutup katup sesuai dengan siklus kerja mesin. Katup adalah komponen mesin yang berfungsi membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang, dimana saluran masuk sebagai jalan masuknya campuran udara dan bahan bakar, dan saluran buang sebagai jalan keluarnya gas hasil pembakaran.

Mekanisme katup - komponen mesin bensin
Mekanisme katup tipe OHV

Pada prinsipnya untuk membuka dan menutup katup diperlukan tenaga dari mesin, untuk merubah dari tenaga mesin menjadi gerakan buka dan tutup katup inilah diperlukan sebuah mekanisme.

Tenaga dari crankshaft akan menggerakkan poros nok (cam shaft) yang dalam beberapa macam mekanisme katup memiliki metode yang berbeda-beda, ada yang menggunakan tipe timing gear, tipe timing chain dan tipe timing belt.

Poros nok (cam shaft) memiliki tonjolan (disebut camlobe) yang ketika berputar dan camlobe ini menekan valve lifter (pada tipe OHV) sampai tekanannya diteruskan ke rocker arm, maka katup akan membuka.

Apabila poros nok berputar lagi sampai camlobe tidak menekan, maka katup akan kembali lagi ke posisi menutup akibat gaya dari pegas katup (valve spring).

Secara garis besar, mekanisme katup terdiri dari beberapa komponen utama yaitu sebagai berikut :

  • Penggerak katup (timing gear/chain/belt) : Untuk menggerakkan poros nok dengan tenaga dari mesin (poros engkol).
  • Poros nok : Dengan tenaga yang diperolehnya, poros nok berfungsi untuk menekan valve lifter agar katup membuka.
  • Valve lifter : Menerima tekanan dari poros nok dan melanjutkan tekanan ke push rod.
  • Push rod : Menerima tekanan dari valve lifter dan melanjutkan tekanan ke rocker arm.
  • Rocker arm : Berfungsi untuk menekan katup agar membuka ketika menerima tekanan dari push rod.
  • Katup : Membuka dan menutup saluran masuk ataupun saluran buang.
  • Valve spring : Berfungsi mengembalikan katup keposisi menutup dan menjaga agar katup selalu dalam keadaan rapat.
Poros nok
Poros nok

Baca lebih lanjut : Komponen mekanisme katup OHV dan OHC + Fungsinya

8. Bak Oli (Oil Pan)

Bak oli (Oil pan)
Bak oli (Oil pan)

Oil pan atau yang sering disebut sebagai kalter merupakan bagian terbawah dari mesin, fungsinya adalah sebagai bak penampung oli. Di oil pan juga terdapat baut penguras yang digunakan ketika melakukan penggantian oli mesin.

B. Sistem-Sistem Pada Mesin Mobil

Dalam mesin terdapat sistem-sistem yang menjalankan fungsinya masing-masing, sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari berbagai komponen yang secara bersama-sama/bekerja sama untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Sebagai contoh adalah sistem pelumasan, sistem ini terdiri dari berbagai komponen yang fungsi utamanya adalah menangani pelumasan dimesin tersebut mulai dari sirkulasi, penyaringan, dll.

Selain sistem pelumasan, masih terdapat sistem-sistem yang lain. Berikut ini adalah komponen mesin bensin yang terdapat pada sistem-sistem kendaraan.
 

1. Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan berfungsi untuk mensirkulasikan oli pelumas agar melumasi, membentuk oil film, membantu mendinginkan, merapatkan, mengeluarkan kotoran dan mencegah karat pada bagian-bagian mesin. Sistem pelumasan juga menjamin oli terhindar dari kotoran, karena sistem pelumasan dilengkapi dengan filter oli.

Salah satu komponen sistem pelumasan adalah pompa oli, pompa ini berfungsi untuk menghisap oli yang terdapat dalam oil pan kemudian mensirkulasikan agar komponen-komponen terlumasi. Sebelum disirkulasikan terlebih dahulu oli akan disaring oleh saringan kasar oli di kalter dan filter oli.

Pada sistem pelumasan juga terdapat indikator tekanan oli yang mengukur tekanan oli di dalam sistem, tekanan oli yang rendah/tinggi dapat menggambarkan kondisi oli. Misal saja tekanan oli yang rendah, bisa mengindikasikan jumlah oli yang kurang atau pompa oli yang bekerjanya kurang maksimal.

Sistem Pelumasan - komponen mesin bensin
Sistem Pelumasan

Oli pelumas ini harus dilakukan penggantian secara periodik, dapat dilakukan berdasarkan kilometer atau secara periodik berdasarkan jangka waktu (bulan atau minggu). Untuk ganti oli mesin dapat dilakukan dengan membuka baut penguras oli yang berada di bagian bawah kalter (oil pan), setelah selesai dapat ditutup dan dilakukan pengisian melalui lubang pengisian.

Baca juga : Akibat Sering Telat Ganti Oli Mesin Mobil

Biar lebih paham, berikut adalah komponen-komponen utama sistem pelumasan :

  • Oli pelumas : pada intinya berfungsi untuk melumasi bagian-bagian mesin, membantu pendinginan, membentuk oil film (lapisan oli).
  • Pompa oli : berfungsi untuk memompa oli pelumas agar dapat bersirkulasi dan melumasi seluruh komponen-komponen mesin.
  • Filter oli : berfungsi untuk menyaring oli mesin dari berbagai jenis kotoran.
  • Saringan kasar oli : menyaring oli dari kotoran-kotoran kasar di kalter/oil pan.
  • Switch oli : untuk mengukur tekanan oli dalam sistem pelumasan.
  • Baut penguras oli : untuk menguras/mengganti oli mesin.
Filter oli
Filter oli

2. Sistem Bahan Bakar

Fuel system berfungsi untuk mensuply bahan bakar yang dibutuhkan mesin dalam pembakaran, fuel system juga menjamin bahan bakar tersuply dalam kondisi bersih dengan campuran udara dan bahan bakar yang tepat.

Bahan bakar akan ditampung kedalam tanki bahan bakar, di dalam tangki juga terdapat saringan bahan bakar yang berfungsinya menyaring bensin dari kotora-kotoran. Dalam tanki juga terdapat fuel gauge yang mengukur tinggi permukaan bahan bakar, dengan kata lain untuk mengukur jumlah bahan bakar yang nantinya akan ditampilkan dalam fuel indicator di dalam dashbord mobil.

Tangki bahan bakar - komponen mesin bensin
Tangki bahan bakar

Bahan bakar dari tanki akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui pipa bahan bakar, bahan bakar juga akan dilewatkan ke filten bensin untuk disaring dari kotoran-kotoran yang terkandung dalam bensin. Setelah itu baru kemudian disalurkan ke karburator.

Karburator berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar dalam jumlah yang tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kendaraan. Dari karburator ini campuran udara dan bahan bakar akan disalurkan ke ruang bakar melalui intake manifold. Baca lebih lanjut di : Cara Kerja Karburator + Fungsi, Komponen dan Macam-macamnya

Jadi, secara garis besar komponen-komponen sistem bahan bakar antara lain sebagai berikut :

  • Tangki bahan bakar : berfungsi menampung bahan bakar bensin yang dibutuhkan dalam proses pembakaran mesin.
  • Saluran bahan bakar : berfungsi menyalurkan bensin dari tangki menuju ke karburator.
  • Fuel filter : menyaring kotoran atau air yang mungkin terdapat di dalam bahan bakar.
Fuel filter
Fuel filter
  • Fuel pump : berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki kemudian memompakan/mengalirkannya sampai ke-radiator.
Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar
  • Karburator : berfungsi untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar dalam jumlah yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan mesin.
Karburator
Karburator
  • Charcoal canister : berfungsi untuk menampung sementara uap bensin yang berasal dari ruang pelampung pada karburator dan uap bensin yang dikeluarkan dari saluran emission pada saat tekanan di dalam tangki naik karena bertambahnya temperatur di dalam internal canister agar tidak terbuang keluar.
  • Fuel meter : melaporkan kepada pengemudi terkait jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki.
Fuel meter
Fuel meter

3. Sistem Pemasukan dan Pembuangan

Sistem pemasukan dan pembuangan adalah sebuah sistem yang mengatur pemasukan udara dan bahan bakar, serta pembuangan gas hasil pembakaran. Sistem pemasukan terdiri dari filter udara dan intake manifold, sementara sistem pembuangan dimulai dari exhaust manifold sampai ujung knalpot.

Udara akan mengalir melewati saringan udara untuk disaring/difilter dari kemungkinan adanya kotoran-kotoran atau debu. Udara yang telah disaring ini akan masuk ke karburator dan dicampur dengan bahan bakar.

Setelah tercampur maka akan masuk ke dalam intake manifold dan ketika langkah pemasukan (langkah hisap) maka campuran udara dan bahan bakar ini akan masuk ke dalam ruang bakar.

Sistem pemasukan dan pembuangan - komponen mesin bensin
Sistem pemasukan dan pembuangan

Setelah terjadi langkah usaha, maka gas hasil pembakaran ini akan dibuang. Gas pembakaran akan keluar ketika katup buang membuka, gas akan melewati exhaust system (sistem pembuangan) yang terdiri dari exhaust manifold, exhaust pipa (knalpot) dan mufler.

Exhaust manifold dan knalpot adalah jalur bagi gas hasil pembakaran, sementara mufler berfungsi untuk menyerap bunyi yang disebabkan oleh keluarnya gas bekas. Pada beberapa kendaraan juga terdapat catalytic converter yang berfungsi untuk membersihkan gas sebelum dikeluarkan di udara, sehingga gas yang knalpot ini tidak terlalu berbahaya.

Jadi komponen-komponen dalam sistem pemasukan dan pembuangan ini adalah :

  • Filter udara : untuk menyaring udara yang masuk dari kemungkinan kotoran, debu, dll.
  • Intake manifold : untuk menyalurkan campuran udara dan bahan bakar sebelum masuk ke ruang bakar.
Manifold
  • Exhaust manifold : sebagai jalan gas buang hasil pembakaran dari ruang bakar.
  • Exhaust pipe (knalpot) : sebagai jalan gas buang hasil pembarakan yang telah melewati exhaus manifold.
  • Muffler : berfungsi untuk meredam suara yang dihasilkan dari gas hasil pembakaran.

4. Sistem Pendingin

Sistem pendingin (cooling system) merupakan sistem yang berfungsi untuk menjaga/menstabilkan suhu mesin agar stabil di temperatur kerja. Ketika mesin masih dingin, air pendingin belum bersirkulasi karena thermostat belum membuka sehingga mesin cepat mencapai temperatur kerja.

Komponen sistem pendingin - komponen mesin bensin
Komponen sistem pendingin

Semakin panas mesin maka thermostat akan semakin membuka, dengan demikian air pendingin yang membawa suhu panas mesin akan dialirkan ke radiator untuk didinginkan.

Dengan kata lain sistem pendingin juga berfungsi untuk mencegah mesin terjadi over heating (panas yang berlebihan) yang dapat merusak komponen-komponen mesin.

Komponen-komponen sistem pendingin dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

  • Radiator : Fungsi radiator pada sistem pendingin adalah untuk mendinginkan cairan pendingin setelah menyerap panas dari mesin dengan cara membuangnya melalui sirip-sirip pendingin. Radiator sebagian besarnya terdiri dari upper tank, inti radiator dan lower tank.
Radiator
Radiator
  • Kipas radiator : Fungsi dari kipas radiator adalah untuk menghembuskan udara ke arah mesin, sehingga terjadi pendinginan. Banyak yang menganggap bahwa, kipas radiator ini menghembusnya ke arah radiator, tetapi yang sebenarnya adalah menghembuskan ke arah mesin dan menghisap udara dari radiator. Apa yang terjadi bila kipas menghembuskan ke arah radiator? Kita tahu bahwa udara akan berhembus ke arah radiator dari depan ketika mobil berjalan, kalau ditambah hembusan angin dari belakang (kipas) tentu angin akan bertubrukan.
Kipas radiator
  • Tutup radiator : Fungsi dari tutup radiator atau radiator cup adalah untuk menaikkan titik didih air dan menjaganya agar tidak mendidih pada suhu 100 derajat celcius. Pada tutup radiatordikenal dua macam katup, ada katup tekan dan juga katup vacuum. Katup tekan bekerja ketika mesin panas, dimana katup ini akan membuka ketika tekanan didalam radiator naik sehingga uap air bisa keluar menuju reservoir tank. Sedangkan katup vakum akan bekerja bila suhu mesin sudah kembali dingin, didalam radiator akan terjadi kevakuman dan katup ini akan membuka dan menghisap air yang ada pada reservoir tank.
  • Pompa air : Fungsi dari pompa air atau water pump pada sistem pendingin adalah untuk mernsirkulasikan air pendingin ke seluruh sistem pendingin. Pompa air ini biasanya juga digerakkan oleh v belt bersama-sama dengan kipas pendingin.
  • Thermostat : Fungsi thermostat pada sistem pendingin adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja dengan cara menahan zat pendingin agar tidak bersirkulasi (ke radiator). Dan juga berfungsi untuk membuka saluran pada saat mesin panas (air bersirkulasi ke radiator). Baca : Cara Kerja Thermostat
Thermostat
Thermostat
  • Reservoir tank : Gunanya adalah untuk menampung sementara uap air pada saat mesin panas atau sebagai tangki cadangan.
Reservoir tank
Reservoir tank
  • V-belt : Berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.
  • Water jacket : Merupakan saluran-saluran air pendingin di dalam mesin sebagai jalan air dalam mendinginkan mesin.

5. Sistem Pengapian

Sistem pengapian berfungsi untuk menyediakan percikan bunga api pada busi yang dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar pada saat langkah usaha. Dalam pengertian lain, sistem pengapian konvensional adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk menyediakan loncatan bunga api pada busi dengan cara menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi (pada coil) dengan bantuan platina (breaker point) untuk memutuskan arus primer (arus dari baterai).

Sistem pengapian umumnya dapat dibagi kedalam beberapa tipe, ada sistem pengapian konvensional yang masih menggunakan platina dan ada sistem pengapian elektronik yang menggunakan CDI/Transistor dll.

  • Baterai : Menyediakan arus listrik voltase rendah (12 volt) untuk ignition coil. Baca lebih lanjut di : Komponen-komponen Baterai / Aki Mobil
    Baterai
  • Ignition coil : Menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk pengapian (meloncatkan bunga api pada busi).
Ignition Coil
Ignition Coil
  • Distributor : Untuk membagi/mendistribusikan tegangan tinggi yang telah dibangkitkan oleh ignition coil ke masing-masing silinder.
  • Cam (nok) : Berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk setiap silinder.
  • Breaker point (platina) : Berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer pada ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi elektromagnet.
Bagian bagian platina
Bagian bagian platina
  • Kondensor : Menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada platina saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder.
Kondensor
Kondensor
Governor Advancer
Governor Advancer
  • Rotor : Berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi.
  • Distributor Cap : Berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing busi.
  • Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Cord) : Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi.
kabel tegangan tinggi
kabel tegangan tinggi
  • Busi : Menghasilkan loncatan bunga api melalui elektrodanya. Atau mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncata bunga api pada elektrodanya.
Busi / Spark Plug
Busi / Spark Plug

Kurang lebih itu adalah komponen mesin bensin dari A-Z, secara mendetail silahkan baca pada link-link yang terkait dengan postingan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *