Fungsi Rectifier (Dioda) Pada Alternator : Disertai Gambar dan Cara Kerjanya

  • Whatsapp
Dioda (rectifier) pada alternator
Gambar dioda yang terdapat pada alternator sistem pengisian

Apa fungsi rectifier (dioda) pada alternator? Dan bagaimana cara kerjanya? – Rectifier (dioda) merupakan salah satu bagian utama dari alternator sistem pengisian, alternator atau dinamo strum ini berfungsi untuk mengisi baterai dan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada saat mesin hidup.   Perlu diketahui bahwa dalam alternator terdapat dua kumparan, yaitu kumparan yang berputar disebut dengan kumparan rotor, dan kumparan yang tetap disebut dengan kumparan stator.

Kumparan rotor akan menghasilkan medan magnet, sementara kumparan stator akan menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC).   Padahal dalam kelistrikan mobil, semua komponen dari baterai, lampu-lampu hingga tape menggunakan arus listrik searah (DC).

Lalu bagaimana jadinya jika dialiri arus listrik AC? Tentu rusak bukan komponen-komponen kelistrikan tersebut.   Untuk itulah dipasangi rectifier (dioda) pada alternator, fungsinya adalah untuk menyearahkan arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan stator.

Fungsi Rectifier (Dioda) pada Alternator

Rectifier (Dioda) pada alternator berfungsi untuk menyearahkan (merubah) arus listrik bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh stator menjadi arus listrik searah (DC) sehingga dapat digunakan untuk mengisi baterai dan memenuhi semua kebutuhan listrik kendaraan tersebut.

Pada alternator konvensional terdapat 3 buah dioda positif dan 3 buah dioda negatif, sehingga jika ditotal maka jumlah diodanya adalah 6 buah.

Arus yang dihasilkan pada kumparan stator akan dialirkan dari diode holder pada sisi positif. Selama proses penyearahan, diode ini akan menghasilkan panas sehingga plat dudukan diode akan meradiasikan panasnya dan mencegah diode terlalu panas.   

Cara Kerja Rectifier (Dioda) pada Alternator

Dari gambar diatas terlihat ada 6 buah dioda, dioda positif dan dioda negatif terpasang secara seri. Sehingga ada 3 pasang dioda yang dipasang secara seri. Kaki anoda pada dioda negatif digabungkan menjadi satu, dan dihubungkan dengan massa.

Cara kerja dioda alternator
Cara kerja dioda alternator

Sedangkan kaki katoda pada dioda positif juga digabungkan menjadi satu dan dihubungkan dengan terminal B. Ujung-ujung kumparan stator disambungkan dengan bagian tengah di antara pasangan dioda yang dihubungkan seri.  

Note : Arus yang mengalir pada dioda hanya searah, yaitu dari anoda ke katoda.

Sebagai contoh, apabila kumparan stator yang menghasilkan tegangan adalah kumparan A dan B, jika pada kumparan A tegangan yang dihasilkan memiliki polaritas positif dan kumparan B dengan polaritas negatif.

Maka arus akan mengalir dari kumparan A menuju dioda dan mengalir ke terminal positif baterai, ke terminal negatif baterai (massa), ke dioda negatif, kemudian ke ujung kumparan B.  

Begitu juga ketika tegangan dengan polaritas positif dihasilkan di kumparan B dan C. Dengan demikian tegangan bolak-balik yang dihasilkan oleh kumparan stator akan dialirkan dengan arah yang sama (searah) ke baterai.   

Baca juga : Sistem Pengisian Mobil : Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya  

Kesimpulannya : Fungsi dioda (rectifier) pada alternator adalah sebagai penyearah atau pengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *