3 Fungsi Utama Kiprok, Gejala Kerusakan dan Cara Perawatannya

  • Whatsapp
tanda kiprok rusak

Salah satu komponen dalam kendaraan bermotor yang cukup penting adalah kiprok. Salah satu fungsi kiprok adalah menjaga kelistrikan pada kendaraan bermotor tetap stabil. Kiprok disebut juga sebagai regulator, karena itulah salah satu perannya adalah untuk mengatur arus dan tegangan yang masuk ke aki.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas tentang fungsi kiprok dan cara perbaikannya.

Fungsi Kiprok

Fungsi kiprok/regulator dalam motor memiliki beberapa fungsi utama yaitu :

1. Sebagai Penstabil Arus dan Tegangan

Salah satu fungsi kiprok yang utama adalah sebagai penstabil arus dan tegangan yang akan masuk ke aki. Kiprok akan menjaga arus dan tegangan tersebut agar tetap berada pada nilai yang sesuai.

Hal ini karena jika arus yang masuk aki terlalu besar maka akan membuat over charge dan komponen kelistrikan lainnya pun akan cepat mati (sekering, lampu dll) . Sementara itu apabila arus terlalu kecil maka akan membuat aki menjadi tekor, ketika aki tekor tentu Anda tidak dapat melakukan starter.

2. Sebagai Rectifier (Penyearah Arus)

Fungsi lainnya dari sebuah kiprok adalah sebagai rectifier. Hal ini berarti fungsi kiprok sebagai penyearah arus. Kiprok akan mengubah arus bolak balik atau AC (Alternating Current) yang dihasilkan spul menjadi arus searah atau DC (Direct Current).

Mengapa harus disearahkan? Karena arus yang masuk ke aki dan yang dipakai oleh sistem kelistrikan sepeda motor haruslah arus DC.

3. Sebagai Penstabil Arus ke Lampu

Fungsi kiprok lainnya adalah untuk penstabil arus yang akan masuk ke lampu. Hal ini guna menghindari arus yang berlebih atau bahkan kurang yang masuk ke lampu.

Jika arus yang masuk ke lampu berlebih maka akan membuat lampu menjadi putus. Sementara jika arus yang masuk ke lampu kurang maka akan membuat lampu menjadi redup.

Baca juga : Fungsi Lampu Kepala

Gejala Kerusakan Pada Kiprok

Sama seperti bagian lainnya dari kendaraan bermotor, bagian kiprok ini juga memiliki kemungkinan untuk rusak. Kerusakan fungsi kiprok ini bisa terjadi karena perawatan yang salah atau juga bisa terjadi karena pemakaian yang sudah terlalu lama sehingga menyebabkan komponen menjadi usang.

Ketika kondisinya rusak, maka akan ada beberapa hal yang menjadi terganggu. Terutama hal yang berkaitan dengan kelistrikan.

Kiprok yang mulai menunjukan kerusakan sendiri bisa kamu ketahui dengan melihat gejala-gejalanya. Adapun gejala yang muncul ketika fungsi kiprok mulai rusak antara lain adalah :

1. Lampu Sering Mati

Salah satu gejala pertama ketika fungsi kiprok mulai rusak adalah lampu kendaraan yang menjadi sering mati. Bahkan kondisi ini akan terjadi walaupun kamu sudah mengganti lampu tersebut. Lampu motor akan sering mati terutama ketika kamu menggunakan kendaraan dalam kecepatan yang tinggi. Hal ini karena kiprok tidak bisa membatasi tegangan dan juga arus yang masuk ke bagian lampu.

Secara normal, tegangan yang lampu motor butuhkan adalah sekitar 12 – 14 volt. Dan kiprok akan menjaga lampu untuk mendapatkan tegangan pada kisaran tersebut. Namun ketika fungsinya rusak bisa saja lampu mendapatkan tegangan yang lebih dari pada itu.

2. Lampu Menjadi Redup

Hal lainnya yang juga bisa menjadi salah satu gejala dari kiprok yang rusak adalah lampu menjadi redup. Jika sebelumnya lampu sering putus ketika kamu menggunakan motor dalam kecepatan tinggi, maka sebaliknya, ketika putaran mesin terlalu rendah maka akan menyebabkan lampu redup.

Secara normal, lampu harusnya menyala dengan intensitas normal dana sama terangnya berapapun kecepatannya. Sementara ketika kiprok rusak maka lampu akan menyala semakin terang ketika putaran mesin juga semakin tinggi.

3. Aki Tekor

Fungsi kiprok yang mulai rusak juga bisa kamu lihat dengan memperhatikan kondisi aki. Jika aki kendaraan kamu menjadi sering tekor maka bisa saja itu merupakan tanda jika kiprok kamu mulai rusak. Kiprok yang rusak akan membuat aki tidak bisa menghasilkan tegangan yang stabil.

Dampaknya, aki harus menyuplai lebih banyak tenaga. Hal inilah yang akan membuat aki menjadi tekor. Efek lebih lanjutnya adalah kendaraan menjadi tidak bisa distarter atau klakson yang menjadi sember.

4. Kendaraan yang Tiba-Tiba Mati

Hal lainnya yang juga menjadi gejala jika kiprok mulai rusak adalah kendaraan kamu sering tiba-tiba mati. Ketika kiprok tidak bisa berfungsi dengan baik maka semua komponen kelistrikan yang lain juga akan terganggu fungsinya. Hal tersebut karena komponen kelistrikan yang lainnya juga tidak mendapat suplai yang mencukupi.

Ketika suplai kelistrikan ini terganggu, maka hal tersebutlah yang akan membuat kendaraan menjadi mogok. Bahkan hal ini juga bisa menjadi salah satu alasan mesin kendaraan tidak bisa kamu starter.

Baca lebih lanjut : Tanda-tanda Kiprok Rusak

Penyebab Kerusakan pada Kiprok

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya jika kiprok yang rusak akan membuat beberapa kinerja komponen lainnya juga terganggu. Untuk itulah kamu juga harus paham apa saja hal yang bisa membuat fungsi kiprok in menjadi rusak. Beberapa hal tersebut antara lain adalah :

1. Over Heat

Salah satu penyebab dari kerusakan pada bagian ini adalah ketika kiprok tersebut sering ada dalam kondisi panas yang berlebih. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan atau juga karena posisinya yang tidak mendapat aliran angin yang cukup.

2. Tegangan Sumber yang Tidak Stabil

Hal lain yang juga bisa menjadi penyebab dari kiprok yang mudah rusak adalah karena tegangan sumber yang tidak stabil. Kiprok harus mendapat tegangan yang stabil untuk membuat kerjanya normal. Ketika tidak, maka kipork akan bekerja dengan lebih ekstra. Hal ini akan membuat kiprok menjadi lebih mudah panas. Dan nantinya akan berpengaruh dengan kinerja dari kiprok yang akan menjadi lebih mudah rusak.

Bagaimana Cara Merawat Kiprok

Dengan melihat betapa pentingnya fungsi dari komponen ini, maka kamu tentu perlu melakukan perawatan agar fungsinya tetap terjaga. Setidaknya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk merawat agar fungsi kiprok ini tetap terjaga. Beberapa hal tersebut antara lain adalah :

1. Cek Rutin Sistem Kelistrikan

Salah satu cara untuk menjaga fungsi kiprok adalah dengan melakukan pengecekan berkala pada sistem kelistrikan. Hal ini untuk menjaga dan melihat apakah ada komponen yang rusak atau tidak. Jangan sampai kerusakan dari satu komponen akan menyebabkan kerusakan komponen yang lainnya.

Cara ini juga untuk memastikan semua komponen dalam kondisi baik dan semuanya berfungsi dengan maksimal. Selain kiprok, maka pastikan semua komponen kelistrikan yang lainnya pun dalam kondisi baik.

2. Lakukan Diagnosa Mandiri

Hal lainnya yang juga perlu kamu lakukan untuk menjaga fungsi kiprok adalah dengan diagnosa mandiri. Maksudnya adalah kamu bisa melakukan pengecekan dan melihat apakah kerja dari semua komponen sesuai dengan yang seharusnya atau tidak.

Seperti misalnya, kamu bisa mengecek berapa tegangan yang ada pada komponen ini. Secara normal komponen ini biasanya akan memiliki tegangan pada kisaran 12 sampai 14 volt. Jika pada saat kamu cek dan tegangannya lebih atau kurang maka kamu bisa curiga jika terjadi kerusakan pada bagian tersebut.

Itulah beberapa hal tentang fungsi kiprok yang perlu kamu ketahui. Satu hal yang pasti adalah jika kiprok dalam kondisi yang baik maka hal ini juga bisa menjadi salah satu cara yang membuat aki juga menjadi awet. Namun jika rusak, maka hal tersebut bisa menjadi masalah juga bagi komponen yang lainnya.

Untuk itu, menjadi penting bagi kamu untuk melakukan perawatan pada bagian ini. Jika kamu merasa kiprok kamu rusak, kamu bisa memperbaiki sendiri atau juga kamu bisa membawa kendaraan kamu ke bengkel terdekat.

Pos terkait