Fungsi ECU Mobil dan Bagaimana Cara Kerjanya

  • Whatsapp
fungsi ecu

Fungsi ECU Mobil dan Fungsinya – Untuk kamu pengguna kendaraan bermotor dengan sistem injeksi tentu kamu pernah mendengar tentang ECU. ECU merupakan kependekan dari Engine Control Unit. Fungsi ECU sendiri adalah alat yang mengatur dan mengontrol mesin kendaraan.

Apa itu ECU?

Seperti sudah dijelaskan di awal jika ECU merupakan otak dari banyak sistem pada mesin kendaraan. ECU sendiri akan bekerja selayaknya CPU pada komputer. Nantinya ECU ini akan menjadi otak dari banyak sistem yang ada pada kendaraan.

Nantinya ECU ini akan bekerja dengan cara mendapatkan informasi dari komponen lain dan mengolah informasi tersebut untuk menjadi perintah ke komponen yang lainnya. Dari sini sudah terlihat jika ECU ini akan menjadi semacam alat yang mengatur tiap sistem yang ada pada kendaraan.

Fungsi ECU

Pada penggunaanya, ECU merupakan otak dari mesin kendaraan bermotor. Nantinya semua sistem pada kendaraan tersebut akan bekerja sesuai dengan perintah dari ECU. Berikut adalah beberapa fungsi ECU yang lain

1. Membuat Proses Pencampuran Bahan Bakar Menjadi Lebih Mudah dan Tepat

Pada mesin kendaraan bahan bakar akan dicampur dengan udara untuk membuat sistem pembakaran bekerja. Proses ini semakin mudah dengan adanya ECU. Selain itu, dengan adanya proses dalam ECU ini juga hasil pencampuran juga semakin baik.

2. Menentukan Suplai Bahan Bakar yang Tepat

Fungsi ECU lainnya adalah menentukan berapa takaran bahan bakar yang pas untuk mengoperasikan mesin. ECU merupakan program komputerisasi yang berisi data tentang berapa banyak bahan bakar yang akan disuplai sampai mesin bekerja.

3. Menentukan Durasi Injeksi Bahan Bakar

Pada mesin injeksi, fungsi ECU juga akan menentukan berapa lama durasi injeksi bahan bakar pada injector. ECU akan menentukan kapan saat yang pas untuk mencampur bahan bakar dengan udara untuk membuat mesin bekerja. Proses dengan menggunakan ECU ini juga memiliki hasil yang lebih optimal

4. Mengatur Banyak Sistem pada Kendaraan

Saat ini, dalam setiap kendaraan terdapat banyak sistem. Dari mulai sistem pembakaran, sistem pendingin, sistem keamanan, dan berbagai sistem lainnya. Semua sistem ini bisa dikendalikan oleh ECU.

Bagaimana ECU Bekerja?

Yang banyak menjadi pertanyaan adalah bagaimana sebenarnya cara kerja ECU? Jika melihat fungsi ECU sebagai otak dari banyak sistem, tentu kamu juga akan paham jika cara kerja alat ini tentu sangat kompleks.

ECU sendiri akan mengatur dan memberikan perintah kepada banyak sistem dengan berdasarkan data dan informasi yang didapatkan dari tiap komponen tersebut. Secara singkat cara kerja ECU adalah ECU akan mendapatkan data dan informasi dari sebuah komponen. Nantinya, data dan informasi tersebut akan menjadi dasar bagi ECU untuk memberikan perintah kepada komponen lain.

Contohnya adalah cara kerja ECU untuk sistem pendinginan. Di sini fungsi ECU akan terhubung dengan sensor yang bernama water temperature sensor atau WTS. WTS ini merupakan sensor yang akan bekerja untuk mengatur suhu pada air pendingin. Nantinya, WTS ini akan mulai bekerja ketika mendapat perintah dari ECU.

ECU akan memberikan sinyal berupa tegangan listrik pada WTS. WTS akan melihat berapa suhu pada air pendingin saat itu. Nantinya, tegangan yang diterima tadi akan dikembalikan dan sudah berisi data dan informasi tentang suhu pada air pendingin.

Jika suhu air pendingin cukup panas, maka ECU akan memberikan sinyal ke motor kipas. Motor kipas akan menerima sinyal tersebut dan mulai bekerja untuk menurunkan suhu pada air pendingin tadi.

Itulah sedikit gambaran tentang bagaimana cara kerja ECU. Cara kerja ECU sendiri akan sangat tergantung pada fungsi ECU itu sendiri.

Apa yang Terjadi Bila ECU Bermasalah?

Bila melihat penjelasan sebelumnya yang mana fungsi ECU merupakan otak dari banyak sistem maka akan terlihat dengan jelas apa yang akan terjadi jika ECU mengalami masalah. ECU memiliki peranan penting dalam menjaga kinerja dari banyak sistem.

Sehingga, apabila kinerja ECU terganggu maka hal tersebut juga akan otomatis mengganggu kinerja sistem yang lainnya. ECU yang bermasalah akan membuat bagian ini tidak bisa memproses data dan informasi dengan baik. Efeknya adalah ECU juga tidak akan bisa memberikan perintah dengan maksimal. Itu merupakan salah satu efek bila fungsi ECU terganggu.

Selain itu, beberapa masalah lain yang juga mungkin timbul ketika ECU rusak antara lain adalah :

  • Mesin sulit menyala meski sudah berulang kali distarter
  • Bahan bakar menjadi lebih boros walau jarak tempuh dekat
  • Tenaga mesin berkurang
  • Kendaraan menjadi berat saat dikendarai

Itulah beberapa masalah yang mungkin muncul saat ECU rusak. Selain itu, ECU rusak juga bisa kamu lihat dari lampu check engine pada dashboard. Biasanya, jika terjadi kerusakan pada ECU maka lampu tersebut akan terus menyala.

Jenis-Jenis ECU

ECU merupakan unit pengendali yang berguna untuk mengatur kerja dari banyak sistem pada mesin kendaraan. Pada mesin yang kompleks, seperti mesin mobil misalnya maka ECU ini juga terdiri dari beberapa jenis. Perbedaan jenis ini biasanya ditandai dengan perbedaan modul. Adapun jenis-jenisnya adalah :

1. Engine Control Module

Ini merupakan bagian dari ECU yang fungsinya khusus untuk mengatur sistem kerja pada mesin. Modul ini akan mengatur dari mulai proses starter, injeksi bahan bakar, penyalaan busi, sampai proses pendinginan.

2. Powertrain Control Module

Ini juga merupakan bagian dari ECU yang fungsinya adalah memastikan tenaga dari mesin sampai ke roda dengan efisien. Saat ini, module PCM ini hanya ada di beberapa mesin saja,

3. Body Control Module

Ini merupakan modul ECU yang fungsinya adalah mengatur semua kelistrikan yang ada pada body kendaraan. Contohnya adalah lampu, klakson, wiper, sistem hiburan, dan lainnya.

4. Transmission Control Module

Ini merupakan modul ECU yang hanya ada pada kendaraan dengan model transmisi otomatis. Fungsinya adalah mengatur perpindahan transmisi berdasar kondisi putaran mesin dan juga kondisi kendaraan saat melaju.

5. ABS Control Module

Ini juga merupakan modul ECU yang hanya ada pada kendaraan yang memiliki teknologi rem ABS. Fungsinya adalah mengatur sistem pengereman agar roda tidak langsung mengunci saat kamu melakukan pengereman.

6. HVAC Control Module

Ini adalah modul ECU yang juga hanya akan kamu temukan pada kendaraan yang menggunakan sistem AC otomatis. Nantinya modul ini akan berfungsi untuk mengatur kerja AC berdasarkan kondisi suhu di dalam dan di luar kabin.

7. Airbag Control Module

Sesuai namanya, ini merupakan modul yang berfungsi untuk membuka airbag. Modul ini akan bekerja dengan membaca sinyal ketika terjadi benturan keras. Yang mana, nantinya sinyal ini akan menjadi tanda jika airbag harus diaktifkan guna menghindari cidera pada penumpang dan pengemudi.

Itulah beberapa hal tentang fungsi ECU yang perlu kamu pahami. Dengan teknologi kendaraan seperti sekarang, yang mana sudah banyak sistem elektronik yang digunakan maka penggunaan ECU juga sudah semakin umum. Ini merupakan bagian yang akan mengatur semua sistem pada kendaraan tersebut.

Baca Juga:

Pos terkait