Fungsi Dial Indicator Dalam Teknik Otomotif dan Bagian-bagiannya

  • Whatsapp
magnetic stand pada dial indicator

Fungsi Dial Indicator Dan Bagian-bagiannya – Masih lanjut membahas tentang alat-alat teknik otomotif, kali ini yang kita bahas adalah dial indicator. Dial Indicator adalah alat yang berfungsi untuk mengukur kebengkokan poros, runout, kesejajaran, kerataan dan lain sebagainya.

Dial Indicator memiliki mekanisme spesial yang merubah gerakan spindle kemudian dirubah oleh mekanisme pembesan menjadi gerakan penunjuk (pointer).

Bacaan Lainnya

Gerakan pointer ini merepresentasikan dari besar gerakan yang diterima spindle saat pengukuran, dengan kata lain merepresentasikan dari besar kebengkokan, runout, atau ketidakrataan sebuah benda.  

Klasifikasi tingkat pengukuran ditunjukkan pada permukaan dial. Klasifikasi menunjukan sekala terkecil, dan tingkat pengukuran menunjukan pembacaan maksimum.  

Skala dan outeri ring dapat diputar ke “0” agar lurus dengan jarum penunjuk. Pada dial juga terdapat penghitung putaran (revolution counter), penghitung putaran ini menunjukan berapa kali jarum penunjuk telah berputar.

Sementara spindle merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan benda yang diukur. Berikut adalah bagian-bagian dari dial indicator :

dial indicator
bagian-bagian dial indicator

Dial gauge atau dial indicator tidak hanya body seperti di atas saja, tetapi pemakaiannya selalu dipasangkan dengan penopang (supporting tool).

Penopang ini di bagian tumpuannya terdapat magnet, sehingga tidak bergerak-gerak yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

Adanya magnetic stand ini juga memungkinkan pengukuran dengan posisi melintang bahkan terbalik. Untuk mengaktifkan magnet ini tinggal memutar tuas penyetel.

Posisi dial indicator juga dapat disesuaikan dengan mengatur; tinggi rendahnya dan panjang pendeknya batang penyangga melalui gauge beem lock.   Baca juga : Fungsi Jangka Sorong dan Hasil Pengukurannya

Fungsi Dial Indicator dalam Teknik Otomotif

Dalam teknik otomotif dial indicator ini digunakan untuk mengukur hal-hal berikut ini :

1. Untuk mengukur kebengkokan poros transmisi

2. Untuk mengukur kebengkokan poros nok (cam shaft)

Mengukur kebengkokan poros nok (cam shaft)
Mengukur kebengkokan poros nok (cam shaft)

3. Untuk mengukur celah aksial batang torak

Mengukur celah aksial batang torak
Mengukur celah aksial batang torak

4. Mengukur celah aksial poros engkol

5. Memeriksa kelonjongan poros engkol

6. dan lain sebagainya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *