Fungsi dan Bagian-Bagian Platina (Breaker Point)

  • Whatsapp
Selamat malam guys, kali ini bisaotomotif.com akan share lagi masalah platina. Iyees, salah satu komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk memutus arus primer koil, sehingga akan terjadi induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil pengapian. Apalagi kalau bukan platina alias breaker point. 
Breaker point atau platina ini dipasangkan pada distributor, dan bekerja buka tutup dalam rangka memutuskan arus primer. Yang membuka dan menutup adalah poros cam distributor yang dihubungkan dengan cam shaft. 
Dalam mesin 4 silinder, poros engkol berputar 2 kali putaran maka poros distributor akan berputar 1 putaran dan membuka tutup platina selama 4 kali. Artinya sudah melakukan 4 kali pemutusan arus primer, yang nantinya induksi tegangan yang dihasilkan ini akan dihubungkan ke busi dengan tujuan terjadinya percikan bunga api yang dibutuhkan dalam proses pembakaran mesin. 
Lebih lanjut tentang kinerja koil pengapian dapat melihat artikel yang berjudul : Fungsi dan kontruksi ignition coil.

Fungsi Platina (Breaker Point)

Sesuai yang telah saya singgung diatas, bahwa platina atau breaker point adalah salah satu komponen sistem pengapian yang berfungsi untuk memutus hubungkan arus primer coil, agar terjadi induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil. Sehingga tegangan tinggi yang besarnya dapat mencapai 15 k volt ini mampu menimbulkan percikan bunga api pada busi yang dibutuhkan pada saat proses pembakaran.

Bagian-bagian Platina (Breaker Point)

Bagian-bagian Platina
Bagian-bagian Platina
Keterangan Gambar : 
  1. Cam Distributor (Camlobe) 
  2. Kontak tetap (wolfram) 
  3. Kontak lepas (wolfram) 
  4. Pegas kontak pemutus 
  5. Lengan kontak pemutus 
  6. Sekrup pengikat 
  7. Tumit ebonit 
  8. Kabel dari ignition coil (-) 
  9. Alur penyetel celah platina 
Kita bisa melihat kontruksi atau bagian-bagian platina diatas, ada cam distributor atau yang disebut camlobe yang berguna untuk mengungkit breaker point agar dapat membuka yang dengan ini memutus arus dari primer koil. 
Disitu juga ada kabel ignition coil untuk menyalurkan arus primer koil, dan kabel ke massa. Selebihnya ada kontak platina yang lama kelamaan akan aus juga. Nah disini ada yang namanya celah platina, celah platina ini akan mempengaruhi yang namanya sudut dwell. Celah platina itu juga sangat berpengaruh pada performa mesin, bisa-bisa mesin tidak hidup bila celah platinanya terlalu sempit atau terlalu lebar. Baca nih : Hubungan Celah Platina dengan Sudut Dwell
Terus ada sekrup pengikat yang digunakan untuk mengikat dan saat bongkar pasang platina ini dilepas. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *