Fungsi, Cara Kerja dan Bagian-bagian Kondensator Pada Sistem Pengapian

  • Whatsapp
Bisaotomotif.com, Fungsi, Cara Kerja dan Bagian-bagian Kondensator Pada Sistem Pengapian – Salah satu sistem yang ada pada kendaraan adalah sistem pengapian, sistem ini berguna dalam menyediakan percikan bunga api sebagai salah satu syarat terjadinya pembakaran di dalam silinder. Salah satu komponen dalam sistem pengapian konvensional adalah kondensator atau kapasitor, ada juga yang menyebutnya sebagai kondensor. Tapi ketiga-tiganya hanya berbeda penyebutannya saja kok, kalau komponen dan cara kerjanya sama saja.
Tahu kan dalam sistem pengapian konvensional terdapat platina? Fungsinya untuk apa hayooo? Ya, fungsinya adalah untuk memutus hubungkan arus primer agar terjadi induksi pada kumparan sekunder ignition coil.
Layaknya arus litrik yang diputus secara tiba-tiba, pasti akan menimbulkan yang namanya percikan bunga api atau loncata bunga api, tentu ini tidak boleh terjadi pada platina karena pemutus arus primer tidak akan terjadi maksimal bila ada percikan bunga api (dengan kata lain, arus masih bisa mengalir).
Tidak hanya sampai disitu saja, percikan bunga api juga akan memperpendek umur dari sebuah breaking point (platina), platina akan lebih cepat aus ketika terjadi percikan bunga api pada kontak pointnya.
Untuk itulah diperlukan komponen yang mencegah terjadinya percikan bunga api, komponen ini disebut dengan kondensator/kapasitor/kondensor.

Fungsi Kondensator Pada Sistem Pengapian Konvensional

Seperti yang sudah disinggung diatas, bahwa kondensator berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point yang ada pada platina dengan tujuan utamanya adalah untuk menaikkan tegangan yang ada pada kumparan skunder ignition coil dan membuat platina lebih awet.
Kondensator ini dipasang secara paralel dengan platina (breaker point), ketika platina membuka maka akan menimbulkan percikan bunga api. Nah disinilah peran kondensator dalam menyerap loncatan bunga api tersebut. Bagaiamana cara kerjanya? Mari kita bahas secara bersama-sama :
Selengkapnya bisa dibaca di artikel yang berjudul : Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian Konvensional

Cara Kerja Kondensator

Cara Kerja Kondensator pada Sistem Pengapian Konvensional
Cara Kerja Kondensator pada Sistem Pengapian Konvensional

Cara kerja : Pada saat kontak pemutus mulai membuka, arus induksi diri diserap kondensator

Karena adanya kondensor ini maka akan diperoleh beberapa kelebihan seperti : 
a) Tidak terjadi loncatan bunga api pada platina
b) Arus primer diputus dengan cepat
c) Tegangan induksi pada sirkuit sekunder tinggi yang berimbas pada kuatnya bunga api yang dihasilkan oleh busi
Kondensator terdiri dari dua plat penghantar yang terpisah oleh foli isolator, waktu kedua plat bersinggungan dengan tegangan listrik, plat negatif akan terisi elektron-elektron
  
Prinsip Kerja Kondensator
Jika sumber tegangan dilepas, elektron-elektron masih tetap tersimpan pada plat kondensator  ada penyimpanan muatan listrik
Jika kedua penghantar yang berisi muatan listrik tersebut dihubungkan, maka akan terjadi penyeimbangan arus, lampu menyala lalu padam.

Bagian-bagian Kondensator

Pada umumnya, kondensator pada mobil menggunakan kondensator jenis gulung, dengan bagian-bagian sebagai berikut :
Bagian-bagian Kondensator
Bagian-bagian Kondensator
Bagian-bagian : 
1. Dua foli aluminium Kapasitas 0,1 – 0,3 uf 
2. Dua foli isolator kemapuan isulator  500 volt 
3. Rumah sambungan massa 
4. Kabel sambungan positif
Demikian artikel tentang fungsi, cara kerja dan bagian-bagian kondensator pada sistem pengapian konvensional, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *