Fungsi Alternator Disertai Dengan Komponen-Komponennya

  • Whatsapp
Fungsi alternator pada sistem pengisian adalah untuk mengubah energi gerak yang didapatkan dari mesin menjadi energi listrik yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian baterai (aki) dan mensuply seluruh kebutuhan kelistrikan pada saat mesin hidup seperti sistem pengapian, lampu-lampu, radio, tv digital dan lain-lain.
Mengapa baterai perlu di isi? Ini terkait dengan sistem pengisian. Kita tahu bahwa baterai berfungsi untuk menyimpan listrik dan menyediakannya saat dibutuhkan, seperti untuk starter atau untuk menghidupkan tape/radio ketika mesin mati. Seiring penggunaan listrik dalam baterai akan berkurang bahkan kosong jika tanpa ada pengisian. Jika kosong, tentu saja tidak dapat melakukan starter mobil dan mobil tidak hidup.

Fungsi Alternator Pada Sistem Pengisian
Fungsi Alternator Pada Sistem Pengisian
Pernahkan Anda mengalaminya? Istilahnya aki tekor. Untuk itulah perlu dilakukan pengisian agar baterai selalu terisi dan siap untuk menstarter mobil (menghidupkan mobil). Baca lebih lanjut di : Fungsi Sistem Pengisian Mobil
Alternator merupakan salah satu komponen utama dari sistem pengisian, prinspi kerja alternator adalah kebalikan dari motor starter. Jika pada motor starter dari energi listrik menjadi energi gerak, maka pada alternator ini mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
Alternator terdiri dari beberapa komponen utama yaitu diode, kumparan rotor dan kumparan stator. Dikatakan kumparan rotor karena kerjanya berputar (rotasi), dan dikatakan stator karena kumparan ini diam (statis).
Kumparan rotor akan menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus listrik, ketika dia berputar bersama putaran mesin maka akan mempengaruhi kumparan stator sehingga akan menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC). Arus listrik yang dihasilkan pada kumparan stator ini akan disearahkan oleh diode sehingga menjadi arus searah (DC). Arus yang telah disearahkan akan disalurkan ke baterai serta regulator sebagai pengatur besar tegangan yang dihasilkan agar stabil.

Komponen-komponen Alternator dan Fungsinya

Selain tiga komponen yang disebut di atas, masih terdapat komponen lain dari alternator. Perhatikan kontruksi alternator berikut : 
 

Komponen-komponen Alternator
Komponen-komponen Alternator

1. Puli (Pulley) 

Fungsi pully pada alternator adalah sebagai tempat tali kipas penggerak rotor.
2. Kipas (Fan)
Pada alternator juga terdapat kipas yang berfungsi untuk mendinginkan diode dan kumparan-kumparan pada alternator.

3. Rotor
Rotor merupakan komponen pada alternator yang menerima putaran dari pulley, sehingga berputar bersama putaran mesin. Pada rotor ini terdapat kumparan yang jika dialiri arus akan menimbulkan kemagnetan. Sehingga fungsi dari rotor adalah untuk menghasilkan medan magnet.

4. Stator
Stator merupakan kumparan yang diam dan terdiri dari tiga kumparan, fungsi stator adalah untuk menghasilkan arus listrik bolak-balik. Stator akan menghasilkan arus listrik ketika rotor yang terdapat medan magnet berputar.

5. Diode (rectifier)
Fungsi diode adalah untuk menyearahkan arus listrik bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh kumparan stator menjadi arus searah (DC).

Baca juga : Komponen-komponen Motor Starter dan Fungsinya

Demikian artikel tentang fungsi alternator disertai dengan komponen-komponennya, semoga bermanfaat dan terimakasih. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *