Diagnosa Hasil Pemeriksaan AC Dengan Manifold Gauge

  • Whatsapp

Diagnosa Hasil Pemeriksaan Sistem AC Mobil Dengan Manifold Gauge – Dalam perawatan dan perbaikan sistem ac pada mobil, salah satu metode atau cara yang digunakan untuk memeriksa atau menentukan gangguan yang terjadi pada sistem ac adalah dengan manifold gauge. Manifold gauge atau gauge ganda ini terdiri dari 2 manometer pengukuran, yang pertama untuk sisi tekanan rendah dan yang kedua adalah untuk sisi tekanan tinggi. Biasanya ada perbedaan warna diantara keduanya, warna merah dan warna biru. Dan disitu juga sudah ada tulisannya apakah untuk tekanan rendah atau untuk tekanan tinggi.

Untuk melakukan pemeriksaan dengan gauge ganda atau manifold gauge ini, ada persyaratan yang harus dipenuhi agar hasilnya sesuai dan dapat dibandingkan dengan spesifikasi yang ada, jadi pemeriksaan ini harus dilakukan dalam kondisi sebagai berikut :

    Putaran mesin 2000 rpm
    Kecepatan blower pada posisi tercepat “high”
    Temperatur udara masuk 30-35 derajat celcius
    Saklar temperatu pada posisi paling dingin “cool”

Untuk pemasangan manifold gauge akan saya share berikutnya, untuk saat ini khusus diagnosa dari pemeriksaan sistem AC Mobil dengan Manifold Gauge. Spesifikasi tekanan baik sisi tekanan rendah maupun tinggi saya ambilkan dari buku manual milik toyota.

Baca juga : Fungsi evaporator ac mobil

1. Sistem AC dalam keadaan normal (tidak ada gangguan)

Bacalah manifold gauge sehingga didapat tekanan hasil pengukuran. Apabila tekanan yang didapat masih sesuai spesifikasi dibawah ini, maka sistem ac dapat dikatakan normal.

Sisi tekanan rendah (low) = 1,5 2,0 kg/cm2 (21 – 28 psi, 147 – 196 kPa)

Sisi tekanan tinggi (high) = 14,0 – 15 kg/cm2 (206 – 213 psi, 1.422 – 1.471 kPa)

Baca juga : Fungsi receiver/dryer

2. Ada Kelembaban di Dalam Sistem AC

Apabila ada kelembaban atau uap air yang ikut bersirkulasi didalam sistem ac maka kondisi pendinginan adalah kadang dingin dan kemudian tidak dingin. Ketika diperiksa dengan manifold gauge maka hasil pemeriksaan menunjukan tekanan pada sisi rendah kadang menjadi vakum dan kadang normal. Lihat gambar dibawah ini :

Manifold Gauge
Manifold Gauge

Ini terjadi karena ada kelembaban yang masuk ke dalam sistem ac, kemudian membeku pada katup ekspansi dan menyumbat sehingga sirkulasi refrigerant terhambat. Tetapi kemudian kembali lagi normal setelah uap air yang menjadi es itu mencair.

Penyebap terdapat uap air di dalam sistem ac salah satunya adalah dryer berada dalam kondisi lewat jenuh, solusinya ganti receiver/dryer dengan yang baru, dan keluarkan kelembaban dengan pembersih vakum secara berulang-ulang kemudian baru diisi refrigerant dengan jumlah yang benar.

3. Refigerant kurang (tekanan terlalu rendah) atau terlalu banyak (tekanan terlalu tinggi)
Bila refrigerant kurang maka pada manifold gauge akan menunjukan tekanan yang kurang, baik yang tekanan rendah maupun tekanan tinggi. Hal ini juga bisa disebabkan oleh kotornya saringan atau filter ac, apabila pemeriksaan tekanan tingginya dilakukan setelah saringan.

Bila manifold gauge menunjukan tekanan terlalu tinggi di kedua sisi, bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah :
a. refrigerant yang terlalu banyak
b. pendinginan kondensor kurang
c. adanya uap air didalam sistem

4. Manometer tekanan rendah lebih tinggi, dan manometer tekanan tinggi lebih rendah
Kebocoran pada katup kompresor akan menyebabkan ketidaknormalan kompresor, hal ini bisa membuat langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi, karena zat pendinginan yang ditekan akan mengalami kebocoran kebagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik/tinggi, dan bagian saluran tekanan tekanan tinggi, tekanannya akan turun/rendah.

Baca juga : Memeriksa Kebocoran Refrigerant dengan Kompor Nyala Api Spritus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *