Cara Memeriksa Kabel Busi / Kabel Tegangan TInggi

  • Whatsapp
saat pengapian terlalu maju atau mundur

Selamat datang di bisaotomotif.com yang kali ini kita akan bahas tentang cara memeriksa kabel busi atau kabel tegangan tinggi pada mobil. Sebelumnya kita juga sudah membahas mengenai peran atau fungsi kabel busi yang merupakan salah satu komponen dari sistem pengapian konvensional.   

Flasback kembali, apa sih fungsi kabel busi itu? Fungsi kabel busi adalah untuk mengalirkan arus bertegangan tinggi dari distributor menuju ke busi. Mengingat fungsinya yang sangat penting, maka dari itu komponen ini perlu diperiksa secara rutin terkait dengan kondisinya.

Pasalnya bila terjadi masalah pada kabel busi, maka akan menganggu kinerja mesin bahkan bisa membuat mesin susah hidup bila kabel yang rusak lebih dari satu (tapi jarang terjadi sih).  

Pemeriksaan kabel busi ini biasanya dilakukan pada saat melakukan tune up mobil, sekalian melepas busi. Karena ketika melepas busi pasti melepas kabel busi juga. Oke, simak tutorial berikut ini dalam memeriksa kabel busi.  

Cara Memeriksa Kabel Busi / Kabel Tegangan Tinggi

1. Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
a. Multimeter
b. Kainlap
c. Kunci ring/shock 10 bila diperlukan
 
2. Yang pertama yang perlu dilakukan adalah melepas kabel busi dari tutup distributor. Atau bisa juga melepas sekalian tutup distributornya. Karena nantinya tutup distributor juga akan diperiksa atau dibersihkan. Perlu diperhatikan pada saat melepas kabel busi, cara memegang atau saat menariknya adalah pada bagian ujung atau kepala kabel busi. Bukan pada tengah kabel yang dapat menyebabkan kerusakan pada dalamnya kabel busi.
Memeriksa Kabel Busi
Memeriksa Kabel Busi
 
3. Setelah terlepas, selanjutnya ambil multimeter, kemudian set ke 1 k ohm. 
Multimeter
Multimeter
4. Lakukan kalibrasi multimeter dengan cara menghubungkan test lead merah dan test lead hitam, kemudian posisikan jarum sampai di 0. Karena pengukuran ohm, maka jarum seharusnya ada di 0 ohm sebelah kanan.
 
Memeriksa Kabel Busi
Memeriksa Kabel Busi
 
5. Kemudian tes dengan multimeter, bila tahanan kabel busi melebihi 25 k ohm maka kabel busi perlu diganti.
6. Setelah selesai kembalikan lagi seperti semula, bila kabel busi tidak menancap dengan kuat maka perbaiki pada cangkeramannya dengan menggunakan tang. 
 
 

Analisa : Kabel yang memiliki tahanan lebih dari batas akan mengurangi besar arus yang melewati, sehingga akan menyebabkan hasil percikan api dari busi tidak maksimal. Mengakibatkan pembakaran tidak sempurna, dan mesin pun bisa jadi tidak stabil (Pincang). Mobil pincang selalu disebabkan busi mati?

Pos terkait