Cara Kerja Motor Starter Pada Mobil

  • Whatsapp
cara kerja motor starter

Bisaotomotif.com, Kembali lagi dengan membahas cara kerja motor starter, fungsi, komponen beserta gambar rangkaiannya yang ada pada kendaraan, sistem yang berfungsi sebagai penggerak mesin pertama kali agar mesin hidup dan bisa dijalankan, suatu sistem yang ditujukan untuk mempermudah manusia dalam menghidupkan mesin mobil.

Kita tahu pada mesin-mesin konvensional terutama seperti mesin diesel satu silinder, untuk menghidupkan maka harus diongkel (menggunakan tenaga manusia).

Masak iya mobil juga harus diongkel? Ngga di ongkel yaa di dorong? Kan ngga mungkin kan, pasti butuh sistem yang hanya diputar melalaui switch kontak mesin bisa hidup, bahkan mobil-mobil sekarang ini untuk menstarter mobil tinggal pencet saja.

Sebagai dasar dari segala macam jenis motor starter, yang kami jelaskan saat ini merupakan motor starter tipe konvensional, tetapi pada dasarnya cara kerjanya sama walaupun jenisnya berbeda seperti motor starter tipe reduksi maupun rotary.

Mengenal Fungsi Motor Starter

Fungsi motor starter adalah untuk merubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak untuk memutar poros engkol pertama kali agar mesin dapat hidup menjalankan siklus kerjanya.

Output dari motor starter adalah putaran di gigi pinion yang apabila aktif akan maju dan berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Ring gear ini berhubungan langsung dengan crank shaft (poros engkol).

Pada motor starter terdapat gigi pinion, gigi pinion ini bisa maju mundur yang apabila aktif maka gigi pinion akan maju dan berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Fly wheel ini berhubungan langsung dengan poros engkol.

Komponen Motor Starter

Untuk mengetahui bagian-bagian motor starter, perhatikan gambar di bawah ini :

komponen motor starter
Komponen motor starter
  1. Gigi Pinion
    Adalah komponen yang berhubungan dengan ring gear pada fly wheel. Gigi pinion sebagai output putaran motor starter, dan memutar ring gear untuk memutar mesin pertama kali sampai mesin hidup.
  2. Magnetic Switch
    Berfungsi untuk mendorong pinion gear sehingga berhubungan dengan ring gear dan sebagai main switch yang memungkinkan arus yang besar langsung dari baterai mengalir ke motor starter. Lebih lanjut : Fungsi dan Cara Kerja Magnetic Switch
  3. Yoke dan Pole Core
    Yoke berfungsi sebagai tempat/dudukan pole core. Sementara pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet.
  4. Field Coil
    Merupakan lempengan tembaga yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet yang diperlukan armature untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak.
  5. Armature
    Berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak (putar).
  6. Brush atau Sikat
    Terdiri dari dua jenis yaitu brush positif dan brush negatif, brush positif berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari field coil ke armature. Sementara brush negatif berfungsi mengalirkan dari armature ke massa.
  7. Armature Brake
    Berfungsi sebagai pengereman putara armature setelah lepas dari perkaitan dengan fly wheel (roda gila).
  8. Drive Lever
    Berfungsi untuk mendorong pinion gear dari perkaitan ring gear dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan ring gear pada saat mesin sudah hidup.
  9. Starter Clutch
    Berfungsi sebagai pengaman dari motor starter pada saat putaran mesin cenderung memutar pinion gear (karena putaran mesin lebih cepat) sehingga motor starter tidak mengalami kerusakan.
  10. Pinion Gear
    Berfungsi sebagai gear output yang menyalurkan energi putar yang dihasilkan motor starter ke ring gear (mesin).

Cara Kerja Motor Starter

Untuk cara kerja motor starter dibagi menjadi beberapa bagian, agar lebih mudah dipahami. Tetepi kesemua itu adalah suatu proses yang berkelanjutan. Berikut tahap-tahapnya :

1. Cara Kerja Motor Starter pada saat kunci kontak pada posisi START

cara kerja motor starter saat posisi start
Cara kerja motor starter posisi start

Dalam kunci kontak terdapat beberapa posisi seperti LOCK, OFF, ACC, ON dan ST. Nah untuk menstarter mobil/kendaraan adalah dengan memutar kunci kontak ke posisi ST/Starter. Ketika posisi arus dari baterai akan mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil, dan berikut ini adalah aliran arus yang terjadi :

1. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > pull-in coil > terminal C > field coil > brush positif > armaure > brush negatif > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.

2. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > kumparan hold in coil > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

Ketika pull-in coil dan hold in coil teraliri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kedua kumparan.

Arus memiliki arah, karena kedua kumparan dialiri arus dengan arah yang sama maka kedua-duanya akan menimbulkan magnet yang saling menguatkan, dan kemagnetan pada keduanya ini akan menarik (pull) plunger ke-arah main switch.

Disamping itu drive lever juga akan menggeser starter clutch, agar pinion gear berhubungan dengan ring gear.

Pada saat yang sama arus yang relatif kecil juga mengalir ke field coil dan kumparan armature, maka putaran yang dihasilkan motor starter masih lambat.

Tetapi lambatnya putaran yang dihasilkan ini justru malah menguntungkan, pasalnya akan membuat proses perkaitan antara pinion gear dengan ring gear akan semakin mulus. Pada proses ini kontak plate belum menutup sepenuhnya main switch.

2. Cara Kerja Motor Starter – Pada saat pinion berkaitan penuh dengan ring gear

cara kerja motor starter saat pinion berkaitan penuh
Gambar rangkaian cara kerja motor starter saat pinion berhubungan dengan ring gear

Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa.

Mengapa arus tidak melalui pull-in coil? Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa pull-in coil berhubungan dengan terminal C, sementara ada aliran arus dari terminal 30 ke kontak plate dan terminal C.

Karena ada arus inilah maka tidak adanya beda potensial di pull in coil, dan arus tidak mengalir ke pull-in coil.

Maka dari itu kontak plate hanya ditahan oleh kumparan hold-in coil, maka dari itu pada saat kerja seperti ini hold-in coil bekerja sesuai dengan namanya (menahan = hold).

Bersamaan dengan itu, coba perhatikan aliran arus di point b di atas. Ada arus yang besar dari baterai langsung ke field coil, dan armature. Arus yang besar ini akan menghasilkan output yang besar pula untuk memutar ring gear dalam rangka menghidupkan mesin.

Ketika mesin sudah hidup, maka bisa jadi putaran mesin lebih cepat ketimbang dari putaran yang dihasilkan oleh motor starter. Nah disaat-saat seperti ini starter clutch (kopling) bekerja, untuk menghindari terjadinya kerusakan dengan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

3. Cara Kerja Motor Starter pada saat Kunci Kontak Posisi ON

cara kerja motor starter posisi ON
cara kerja motor starter posisi ON

Ketika mesin sudah hidup, tentu kunci kontak akan kita kembalikan ke posisi ON. Bisa dilihat di gambar di atas, contact plate masih berhubungan denagan main switch, dan aliran arusnya adalah sebagai berikut :

Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Pull-in coil > Hold-in coil > massa.
Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Field coil > Armature > massa.

Aliran arus yang di atas, yang mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil arah arusnya adalah berlawanan, hasil kemagnetan yang dihasilkannya pun juga berlawanan.

Hal ini membuat keduanya saling menghapuskan dan membuat kekuatan spring (pegas) mengembalikan posisi contact plate ke posisi semula. Drive lever juga menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari ring gear.

Baca juga :
1. Fungsi motor starter dan Komponen motor starter
3. Fungsi magnetic switch / solenoid

Kurang lebih seperti itu cara kerja motor starter pada mobil. Semoga dapat bermanfaat, jangan lupa klik share bila bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *