Cara Kerja Ballast Resistor Pada Saat di Starter + Rankaian

  • Whatsapp
Bisaotomotif.com – Pada sistem pengapian konvensional masih terdapat ignition coil yang berguna dalam meningkatkan tegangan tinggi yang dibutuhkan busi dalam memercikkan bunga api. Berdasarkan riset, ternyata arus primer atau arus yang melewati kumparan primer pada ignition coil tidak boleh melebihi 4 ampere.
Ketika melebihi 4 ampere maka akan menimbulkan permasalahan baru seperti koil cepat panas, mesin susah dihidupkan dan yang paling fatal adalah koil bisa saja meledak.
Tentu itu tidak diinginkan bukan oleh pengendara, untuk itu dipasanglah ballast resistor pada ignition coil. Ballast resistor atau tahanan balas ini terdapat dua tipe, yang berada di luar koil pengapian disebut dengan external ballast resistor dan yang berada di dalam ignition coil disebut dengan internal ballast resistor.
Tetapi kemudian, pada saat mobil di starter arus yang mengalir juga drop. Bila ditambah dengan melewati ballast resistor tentu saja tambah drop dan berakibat pada menurunnya tegangan tinggi yang dibangkitkan. Hal ini mengakibatkan pengapian tidak mencapai sempurna.
Lalu solusinya adalah dengan tampa melewatkan ballas resistor khusus pada saat posisi starter saja, artinya arus dari kunci kontak langsung menuju positif coil tanpa melalui ballast resistor. Selengkapnya dapat ditengok di gambar bawah ini :
Rangkaian Ballast Resistor
Rangkaian Ballast Resistor
Cara kerja pada saat di starter
Pada saat starter, kunci kontak pada posisi ST. Sehingga arus mengalir dari positif baterai > kunci kontak terminal 30 > terminal ST > terminal positif ignition coil > kumparan primer > terminal negatif koil > platina dan ke massa.
Pada saat ini ballast resistor tidak bekerja karena tidak dilewati arus, sehingga arus tidak ditahan atau dikurangi besar arusnya.
Cara kerja pada saat on
Ketika mesin sudah hidup, maka posisi kunci kontak akan kembali ke posisi IG. Dan arus yang menuju ke ignition coil kembali melewati ballast resistor. Sehingga arus akan dibatasi dan dijaga agar tidak melebihi 4 ampere.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *