Sistem ABS: Pengertian, Fungsi, Komponen dan Cara Kerja

  • Whatsapp
fungsi abs pada mobil

Apa Itu ABS(Anti-Lock Braking System) Pada Kendaraan? – Mungkin Anda pernah mendengar tentang teknologi ABS. Ini merupakan fitur pada kendaraan yang membuat berkendara menjadi lebih aman dan nyaman. Fitur ini terdapat pada bagian pengereman.

Alasan adanya sistem ABS pada kendaraan pada dasarnya sangat sederhana. Saat pengereman, apabila satu atau lebih roda kendaraan terkunci (mulai selip) maka akan menyebabkan beberapa masalah seperti :

  • Jarak pengereman bertambah
  • Hilang kendali
  • Keausan ban menjadi tidak normal

Masalah paling serius dari kondisi di atas adalah kecelakaan kendaraan yang bisa membahayakan pengemudi.

Pengertian ABS (Anti Lock Braking System)

ABS merupakan kependekan dari Anti Lock Braking System. Secara sederhana, ABS adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk membantu roda kendaraan agar tidak terkunci ketika Anda melakukan pengereman mendadak.

Dalam pengertian yang lebih lengkap, sistem ABS adalah sistem keamanan pada kendaraan yang memaksimalkan (traksi) daya cangkeram ban pada permukaan jalan pada saat pengemudi melakukan pengereman, mencegah roda terkunci dan menghindari kemudi yang tidak terkendali.

Pada kendaraan yang tidak ada fitur ABS, bisa terjadi rem terkunci pada saat melakukan pengereman dalam waktu yang lama. Hal ini akan membuat kendaraan menjadi sulit untuk Anda kendalikan.

Singkatnya, ini merupakan cara untuk membuat Anda semakin nyaman ketika berkendara. Bahkan ketika Anda berkendara pada kondisi jalanan yang tidak baik. Ini merupakan teknologi yang dulunya digunakan pada pesawat terbang. Dan saat ini, teknologi ini sudah bisa Anda rasakan pada kendaraan Anda.

Fitur anti lock braking system ini akan sangat berguna ketika Anda melakukan pengereman mendadak. Dengan adanya fitur ini maka akan mencegah terjadinya slip pada ban. Sistem rem ini sendiri menggunakan sensor. Yang mana sensor ini akan mendeteksi berapa kecepatan pada kendaraan tersebut.

Nantinya, data dari kecepatan ini akan diteruskan ke controller. Controller akan meneruskannya ke modulator. Data inilah yang nantinya akan mempersiapkan proses pengereman agar ketika terjadi pengereman maka roda tidak akan langsung mengunci. Semua proses ini terjadi dengan sistem elektrik dan dengan waktu yang sangat cepat.

Fungsi Sistem Rem ABS

Anti lock Braking System ini merupakan fitur yang hampir akan Anda temukan di semua kendaraan keluaran terbaru. ABS memiliki beberapa fungsi utama, antara lain seperti :

  • Mempertahankan gaya gesek dengan maksimal antara roda dan juga jalanan saat pengendara melakukan pengereman
  • Mencegah terjadinya penguncian ban kendaraan saat terjadi pengereman
  • Membantu mengendalikan laju kendaraan saat terjadi pengereman mendadak
  • Mencegah ban menjadi slip ketika proses pengereman terjadi pada kondisi jalanan yang licin

Itulah beberapa fungsi dari fitur anti lock braking system. Dengan semua fungsinya tersebut tidak heran jika fitur ini banyak yang menggunakan pada saat ini. bahkan saat ini hampir semua mobil dan motor keluaran terbaru sudah menggunakan fitur ini.

Komponen pada Rem ABS

fungsi abs pada mobil

Sistem Rem ABS terdiri dari sistem rem hidraulik konvensional dan komponen inti ABS.

Sistem rem konvensional meliputi booster rem, master silinder, rem cakram, rem tromol belakang, pipa dan selang rem, sensor level minyak rem dan indikator rem.

Sementara itu komponen ABS antara lain unit hidrolik, modul kontrol rem elektronik, sekering, sensor kecepatan di masing-masing roda, interkoneksi kabel dan indikator ABS.

Khusus di artikel ini hanya kami bahas komponen inti dari Sistem ABS. Berikut ini adalah komponen yang menunjang kerja sistem ABS :

1. Sensor Kecepatan

Komponen pertama yang ada pada ABS adalah sensor kecepatan. Seperti namanya, maka komponen ini memiliki fungsi untuk membaca berapa kecepatan pada kendaraan tersebut. Cara ini akan berkaitan dengan kerja dari piston rem.

Dengan mengetahui seberapa cepat laju kendaraan tersebut, maka piston rem bisa mengukur berapa besar tekanan rem yang akan dibutuhkan nantinya.

2. Katup Pengereman

Kebanyakan sistem ABS menggunakan kontrol katup hidrolik yang berfungsi untuk mengatur tekanan rem selama sistem ABS bekerja apakah itu dinaikkan, diturunkan atau ditahan. Komponen ini disebut juga dengan katup pengereman.

Pada ABS ini setidaknya terdapat tiga katup pengereman. Katup pertama berfungsi untuk memaksimalkan tekanan dari minyak rem yang akan langsung terhubung dengan rem. Sementara katup kedua berfungsi untuk menghalangi tekanan minyak rem agar tidak langsung terhubung ke rem.

Sementara katup yang ketiga akan berfungsi untuk menjaga tekanan dari minyak rem agar hanya setengahnya saja yang masuk ke rem. Pada bagian katup ini juga terdapat komponen lainnya yaitu pompa.

3. Pompa Rem

Pompa ini akan berfungsi untuk mengembalikan tekanan dari jalur pengereman untuk kembali ke katup rem tersebut. Bagian pompa rem ini juga akan bertugas untuk menjaga tekanan pada rem kembali normal setelah pedal rem Anda injak.

4. Kontroller

Komponen lainnya dari ABS ini adalah kontroller. Ini merupakan komponen penting yang seringkali disebut dengan otak dari ABS.

Komponen inilah yang nantinya akan mengatur gerakan katup pengereman. Selain itu, komponen inilah yang akan mengolah data yang didapatkan dari sensor kecepatan.

Cara Kerja ABS

Cara kerja rem ABS
Cara Kerja Sistem ABS

Dengan semua keunggulan dan manfaatnya, maka mungkin Anda juga ingin tahu bagaimana cara kerja dari ABS ini. secara sederhana, cara kerja dari ABS ini bisa dijelaskan dengan alur seperti ini.

Sensor kecepatan roda akan merekam kecepatan putaran roda dan mengirimkan ke controller. Dengan otak cerdasrnya, controller akan memberikan sinyal output ke unit modulator.

Unit modulator kemudian mengontrol aktuator rem berdasarkan ouput dari unit kontrol elektronik.

Data yang dikirimkan ini didasarkan pada tujuan untuk menjaga agar roda tidak terkunci dan menjaga traksi antara ban dan permukaan jalan secara maksimal.

Semua proses ini terjadi dengan sistem elektrik dan dengan waktu yang sangat cepat. Lihat diagram dibawah ini :

cara kerja rem abs

Sensor yang ada pada ABS juga akan mendeteksi ketika roda kendaraan mengunci karena direm. Lalu setelah itu, modulator akan otomatis menerima sinyal tersebut dan membuat piston rem menendurkan tekanan.

Tekanan pada piston rem ini akan kembali normal ketika pengeraman pada motor berhenti. Hal inilah yang membuat roda tidak langsung mengunci ketika proses pengereman terjadi meskipun prosesnya mendadak.

Cara kerja rem ABS ini akan sangat berguna pada saat melewati kondisi jalanan yang licin. Ketika kondisi jalanan licin, dan Anda melakukan pengereman mendadak, besar kemungkinan terjadi selip/tergelincir.

Sehingga dengan adanya ABS ini Anda diuntungkan dengan ban yang tidak langsung mengunci maka membuat Anda masih memiliki kendali untuk mengatur arah mobil. Cara ini guna menghindarkan ban dari kehilangan daya cengkram saat melakukan pengereman.

Teknologi anti lock braking system ini juga nantinya akan menjadi dasar dari penggunaan teknologi lainnya seperti Electronic Brake Force Distribution (EBD), Traction Control, dan Electornic Stability Control. Selain itu, teknologi ini juga akan Anda lihat pada mobil otonom atau mobil tanpa pengemudi.

Baca juga : Penyebab Rem Bunyi Cit Cit

Kelebihan ABS

Salah satu hal yang membuat ABS ini menjadi populer adalah karena teknologi ini memiliki banyak kelebihan dan keuntungan. Beberapa kelebihan dari ABS antara lain adalah

  • Dengan menggunakan teknologi ABS ini maka proses pengereman jauh lebih cepat.
  • Kendaraan lebih stabil ketika Anda melakukan pengereman mendadak.
  • Memberikan kenyanaman kepada Anda ketika menggunakan kendaraan pada kondisi jalan yang tidak baik.

Kelemahan Rem ABS

Meskipun memiliki banyak kelebihan dan keunggulan, rem ABS ini juga memiliki beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan dari ABS yang perlu Anda ketahui antara lain adalah

  • Proses pengereman memerlukan waktu sehingga Anda tidak bisa melakukan pengereman dengan jarak yang dekat. Hal ini karena jarak yang dekat membuat sensor tidak memiliki cukup waktu untuk mengirim sinyak ke modulator.
  • Proses perawatan lebih rumit. Hal lainnya yang juga menjadi masalah dari ABS ini adalah proses perawatan yang lebih rumit. Salah satunya, sensor pada ABS ini tidak boleh terkena air karena bisa membuat sistem kerjanya menjadi tidak maksimal.
  • Kerja nya kurang optimal jika Anda berkendara pada kondisi jalanan yang kurang rata.

Baca juga : Ciri-ciri Kampas Rem Aus

Cara Merawat Rem ABS

Hal penting lainnya yang juga perlu Anda pahami adalah bagaimana cara merawat rem ABS ini. dengan merawat dengan benar, hal ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk membuat rem menjadi tahan lama dan yang terpenting adalah tetap bekerja dengan optimal. Adapun beberapa langkah untuk melakukan perawatan ini antara lain adalah :

1. Membersihkan Bagian Sensor dengan Rutin

Cara pertama yang perlu Anda lakukan untuk merawat bagian ABS adalah dengan rutin melakukan pembersihan pada bagian sensor. Bagian sensor ini merupakan bagian penting pada ABS, sehingga ketika kondisi bagian ini bersih maka kerjanya juga akan menjadi optimal.

Untuk membersihkannya sendiri Anda bisa melakukannya dengan menyemprotkan spray pembersih pada bagian yang bermagnet dan kotor. Spray pembersihnya sendiri bisa Anda dapatkan di toko-toko spare part kendaraan terdekat.

2. Rutin Mengganti Minyak Rem

Hal lainnya yang juga perlu Anda lakukan untuk membuat rem ABS Anda awet adalah dengan rutin mengganti minyak rem. Hal ini karean kualitas dan juga cara kerja dari ABS itu sendiri akan sangat bergantung pada minyak rem.

Ada dua hal yang perlu Anda perhatikan berkaitan dengan minyak rem ini. yang pertama adalah kapan batas waktu penggunaan minyak rem tersebut. Jika sudah lewat masa penggunaanya atau sudah kadaluarsa maka sebaiknya Anda langsung menggantinya.

Hal kedua yang juga perlu Anda perhatikan adalah jumlah volume minya rem. Jika Anda merasa minyak rem sudah berkurang atau sudah mau habis maka sebaiknya Anda langsung mengganti dengan yang baru. Hal ini karena volume minyak rem yang sedikit maka akan menimbulkan ruang udara pada tangki. Hal ini akan menimbulkan bakteri ataupun benda lain yang terbawa udara. Inilah yang akan menjadi salah satu penyebab rem ABS menjadi cepat rusak.

3. Jangan Terlalu Sering Menginjak Pedal Rem

Salah satu cara untuk merawat rem ABS pada mobil adalah dengan cara tidak terlalu sering menginjak pedal rem. Terlalu sering menginjak pedal rem bisa menjadi salah satu penyebab rem menjadi blong. Hal tersebut karena dengan terlalu sering menggunakan pedal rem maka akan membuat rem tersebut menjadi cepat aus. Hal inilah yang akan membuat rem kehilangan daya tahannya dengan cepat.

4. Jangan Menggunakan Ban yang Sudah Botak

Untuk membuat rem ABS ini awet, maka Anda juga perlu memperhatikan kondisi ban. Hal ini karena jika Anda menggunakan ban yang sudah gundul maka sama saja dengan memberikan kerja lebih pada rem ABS. Ban yang sudah botak akan membuat ban kehilangan daya cengkram. Hal tersebut akan membuat laju kendaraan menjadi sulit untuk Anda kendalikan.

Dampaknya adalah rem ABS perlu ekstra tenaga untuk mengedalikan laju kendaraan Anda. Yang mana ini akan membuat rem ABS menjadi cepat rusak. Atau Rem ABS bahkan tidak bisa memberi banyak bantuan karena laju kendaraan yang sulit untuk Anda kendalikan.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang Pengertian, Fungsi, Komponen dan Cara Kerja ABS. Saat ini fitur anti lock braking system bisa Anda dapatkan di hampir semua jenis kendaraan keluaran terbaru. Karena manfaat dan fungsinya yang sangat banyak sehingga banyak produsen kendaraan yang memutuskan menggunakan fitur ini.

Namun satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah meskipun ini merupakan teknologi terbaru, namun fitur ini juga memiliki kelemahan. Sehingga Anda juga masih perlu waspada dan yang pasti tetaplah berkendara dengan aman dan mematuhi aturan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak Anda inginkan.

Baca juga : Penyebab Rem Cakram Macet

Pos terkait