Cara Merawat Aki Mobil Yang Jarang Dipakai, Pasti Awet !

Cara Merawat Aki Mobil Yang Jarang Dipakai - Layaknya manusia yang jarang bergerak akan menimbulkan berbagai macam penyakit, kendaraan yang jarang dipakai dalam waktu yang lama juga bisa membuat mesin dan komponen-komponenya rusak. Pasalnya ketika mesin hidup oli akan mengalir keseluruh sistem, sedangkan jika mesin tidak hidup maka oli tidak bersirkulasi dan bisa saja komponen tersebut tidak terlumasi oli hingga menimbulkan karat.

Selain mesin, aki mobil juga akan mengalami masalah. Ketika mesin hidup aki akan mengalami pengisian oleh charging system, sehingga aki selalu penuh dan siap digunakan ketika untuk starter. Berbeda halnya ketika mobil jarang dipakai atau dipanaskan, aki tentu tidak mendapatkan setrum layaknya manusia yang tidak mendapatkan makan. Karena tidak mendapatkan setrum, maka aki akan tekor yang mungkin saja tidak kuat untuk starter mobil.

Lalu bagaimana solusinya untuk merawat aki pada mobil yang jarang dipakai? Tenang bisaotomotif.com sudah memiliki resep untuk menjaga agar aki tetap prima dan stand by walaupun mobil jarang dipakai.

Cara Merawat Aki Mobil Yang Jarang Dipakai

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai
Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai

1. Rutin memanaskan mesin
Walaupun mobil jarang dipakai untuk keluar jalan-jalan, setidaknya mesin itu hidup 2 kali seminggu sekedar untuk memanaskan dan melakukan pengisian terhadap aki/baterai, sehingga batera tidak benar-benar kosong dan ketika dibutuhkan dia selalu stand by. Memanaskan mesin 2 kali seminggu juga baik untuk komponen-komponen mesin yang lain. 
  
2. Perhatikan jumlah elektrolit baterai
Kita tahu bahwa aki menghasilkan energi listrik dari reaksi kimia yang terjadi di dalam aki, reaksi kimia ini terjadi ketika elektrolit baterai bereaksi dengan plat baterai. Dengan kata lain elektrolit sangat mempengaruhi energi listrik yang dihasilkan, maka dari itu perlu untuk di cek atau diperiksa. 

Elektrolit baterai lama kelamaan akan berkurang karena mengalami penguapan, maka jika elektrolit berada di bawah garis low perlu penambahan dengan air aki (air suling/murni: biasanya di toko-toko labelnya warna biru : bukan yang merah/accu zuur ya!).

3. Perhatikan kondisi terminal aki
Selain dengan rutin memanaskan mesin dan memeriksa jumlah elektrolit baterai, periksa juga secara visual aki mulai dari jamur, kendor, atau kecacatan yang lainnya. Jika ditemukan, segera perbaiki atau ganti jika perlu.


4. Cek Pengisian Aki Mobil
Sistem pengisian bertugas untuk melakukan pengisian pada aki, pemeriksaan charging system ini cukup mudah dan dapat dilakukan bebarengan pada saat memanaskan mesin. Caranya adalah dengan memperhatikan lampu indikator pengisian (CHG lam), biasanya sih gambar aki

Indikasinya, jika lampu CHG ini mati setelah mesin hidup maka sistem pengisian normal, sebaliknya jika lampu CHG ini tetap hidup pada saat mesin hidup maka tidak terjadi pengisian sehingga sistem pengisiannya perlu dicek dan diperbaiki. 


Dengan merawat baterai seperti langkah-langkah di atas, baterai mobil kalian akan tetap dalam kondisi baik walaupun mobil jarang dipakai. Semoga bermanfaat !

Belum ada Komentar untuk "Cara Merawat Aki Mobil Yang Jarang Dipakai, Pasti Awet !"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel