7 Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin Konvensional + Fungsinya Lengkap !

Komponen sistem bahan bakar bensin konvensional terdiri dari beberapa komponen seperti karburator, tangki bahan bakar (fuel tank), selang bensin (fuel line), charcoal canister, fuel pump (pompa bahan bakar), filter bahan bakar (fuel filter), dan salurang pengembali (fuel return line).

Beberapa komponen sistem bahan bakar di atas seperti fuel tank, fuel filter, fuel line, dan fuel pump juga terdapat dalam sistem bahan bakar elektronik atau EFI. Perbedaannya hanya ada pada cara mencampurnya dengan udara, pada sistem yang masih konvensional digunakan karburator untuk mencampur udara dan bahan bakar dengan perbandingan yang tepat.
Sementara pada sistem EFI, penentuan jumlah bahan bakar lebih kompleks dan lebih presisi karena sudah diatur secara elektronik berdasarkan signal yang diterima sensor-sensornya.
Fuel tank atau tangki bahan bakar akan menampung bahan bakar, fuel pump akan memompa bahan bakar yang kemudian akan disaring oleh fuel filter. Perjalanan bahan bakar dari tangki ke komponen yang lain ini disalurkan melalui fuel line (saluran bahan bakar). 

Itu adalah sedikit gambaran mengenai kerja dari sistem bahan bakar, maka pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai fungsi-fungsi dari komponen sistem bahan bakar bensin konvensional. Berikut adalah penjelasannya :

1. Fuel Tank (Tangki Bahan Bakar)
Tangki bahan bakar
Tangki bahan bakar
Fuel tank pada sistem bahan bakar berfungsi untuk menampung bahan bakar bensin yang nantinya akan disalurkan oleh komponen sistem bahan bakar yang lain agar dapat dijadikan sebagai bahan pembakaran dalam mesin. 

Tanki bahan bakar yang ada pada kendaraan roda empat biasanya terletak di bagian belakang, dengan tujuan agar tidak terjadi kebocoran ketika terjadi tabrakan. Tangki ini terbuat dari lempengan baja yang tipis namun kuat, dilapisi juga dengan pencegah karat. Perlu diketahui bahwa karat pada tangki cukup berbahaya karena karat dapat menyumbat saringan serta lebih rentan terjadinya kebocoran.

Fuel tank tidak hanya berbentuk kotak sepenuhnya, di dalamnya terdapat penyekat-penyekat atau separator. Fungsi dari separator ini adalah untuk mencegah olakan bensin ketika kendaaraan berjalan yang dapat merubah tinggi permukaan bensin. Untuk bagian-bagian dari tangki bahan bakar dapat dilihat pada gambar di atas.
  • Saringan : berfungsi untuk menyaring bahan bakar yang ada di dalam tangki.
  • Fuel gauge : berfungsi untuk mengukur ketinggian bahan bakar, yang selanjutnya akan dirubah dalam bentuk digital/analog yang ada di fuel indicator di dashbord.
  • Separators : untuk menjaga kestabilan bahan bakar yang ada di tangki selama kendaraan berjalan.
  • Drain plug : untuk menguras bahan bakar jika diperlukan.
  • Selang udara : untuk menjaga tekanan udara di dalam tanki tetap stabil, dan jika menguap bahan bakar akan dikembalikan melalui saluran lubang masuk.

2. Saluran Bahan Bakar
Saluran bahan bakar utama berfungsi untuk menyalurkan bensin dari tangki menuju ke karburator. Saluran bahan bakar ini terdiri dari selang dan pipa, umumnya diletakkan di bawah rangka atau lantai mobil yang diberi pelindung agar tidak terjadi kebocoran ketika terjadi benturan.

Pipa saluran bahan bakar ini terbuat dari pelat seng (zinc-plated) dan tembaga (copper lined steel). Ada juga beberapa bagian yang terbuat dari selang-selang karet (rubber hose).

Pada sistem bahan bakar terdapat tiga saluran bahan bakar yaitu :
  • Saluran utama yang menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar
  • Saluran pengembali yang menyalurkan bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan
  • Saluran uap bahan bakar yang menyalurkan gas HC (uap bensin) dari dalam tangki bahan bakar ke 1charcoal canister.

3. Fuel Filter (Saringan Bahan Bakar)

Sesuai dengan namanya, fuel filter (saringan bahan bakar) berfungsi untuk menyaring kotoran atau air yang mungkin terdapat di dalam bahan bakar. Fuel filter ini diletakkan di antara tangki dan pompa bahan bakar, ada juga kendaraan yang saringan bahan bakarnya terletak di tangki bahan bakar.

Pada saringan bahan bakar untuk mobil bensin, elemen filter yang berada didalamnya, dapat menurunkan kecepatan aliran bahan bakar, sehingga air dan partikel kotoran yang massanya lebih berat dari bahan bakar akan turun dan mengendap dibawah.

Saringan bahan bakar ini umumnya tidak bisa dibuka, namun dapat dibersihkan apabila kotorannya belum parah. Bila sudah parah maka lebih baik diganti, dan bila rusak juga harus diganti karena tidak dapat dibuka dan dibersihkan. Berikut ini adalah penampakan dari fuel filter atau saringan bahan bakar pada mobil yang berbahan bakar bensin.  Baca juga : Fungsi Fuel Filter (Saringan Bahan Bakar)

4. Fuel Pump (Pompa Bahan Bakar)
Pompa Bahan Bakar
Pompa Bahan Bakar
Pompa bahan bakar berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki kemudian memompakan / mengalirkannya sampai ke-radiator. Ada dua jenis pompa bahan bakar yang sering dipakai yaitu jenis mekanik dan eletrik.

Pada fuel pump jenis mekanik, pompa bahan bakar digerakkan oleh cam shaft (poros nok), sedangkan pada fuel pump elektrik pompa bahan bakar digerakkan secara elektrik yang mengambil arus dari baterai / sistem pengisian. Pada kendaraan masa kini yang menggunakan sistem EFI, digunakan pompa bahan elektrik yang biasanya juga sudah diletakkan dalam tangki langsung. Baca lebih lanjut : Fungsi Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump)

5. Karburator
Karburator
Karburator
Fungsi karburator adalah untuk mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke silinder mesin. Salah satu bagian di dalam karburator adalah air bleeder yang fungsinya sebagai tempat mencampur bahan bakar dan udara sehingga sehingga membentuk pengabutan yang halus.

Di dalam karburator terdapat beberapa macam sistem yang mana sistem-sistem ini berfungsi untuk menghasilkan campuran udara dan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, sehingga penggunaannya lebih efisien. Baca juga : Fungsi Karburator Pada Mobil dan Motor

Untuk lebih memahami karburator, maka bisa membaca artikel berikut ini yang berjudul Sistem Kerja Karburator, dalam artikel tersebut dijelaskan sistem-sistem pada karburator dan cara kerjanya.

6. Charcoal Canister
Charcoal Canister
Charcoal Canister
Charcoal canister berfungsi untuk menampung sementara uap bensin yang berasal dari ruang pelampung pada karburator dan uap bensin yang dikeluarkan dari saluran emission pada saat tekanan di dalam tangki naik karena bertambahnya temperatur di dalam internal canister agar tidak terbuang keluar. Uap bensin yang tertampung ini akan disalurkan ke intake manifold yang kemudian akan masuk ke ruang bakar.

Sehingga charcoal canister ini memanfaatkan uap bensin, daripada terbuang sia-sia maka lebih baik dimasukkan kedalam ruang bakar. Hanya saja tidak semua mobil yang berkarburator terdapat komponen ini, hanya beberapa saja.

7. Fuel Meter / Fuel Indicator
Fuel meter biasanya terdapat di dalam dashbord kendaraan, fungsi dari fuel meter adalah untuk melaporkan kepada pengemudi terkait jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki, sehingga pengemudi dapat mengira-ngira dan tidak sampai kehabisan bensin.

Fuel meter
Fuel meter
Fuel indicator ini menerima signal dari fuel gauge yang ada pada tangki bahan bakar, signal ini akan dirubah kedalam bentuk analog atau digital yang ada pada fuel indicator.

Demikian artikel mengenai komponen-komponen bahan bakar dan fungsinya secara lengkap, semoga bermanfaat buat kalian yaa. Jangan lupa follow instagram kami di : @bisaotomotif.

Belum ada Komentar untuk "7 Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin Konvensional + Fungsinya Lengkap !"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel