Fungsi Glow Plug (Busi Pijar): Kontruksi dan Bagian-bagiannya

Fungsi Glow Plug (Busi Pijar): Kontruksi dan Bagian-bagiannya - Proses kerja yang ada pada mesin diesel sedikit berbeda dengan proses kerja pada mesin bensin, jika pada mesin bensin menggunakan busi (spark plug) untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Tetapi pada mesin diesel, hanya menggunakan panas udara yang diperoleh ketika langkah kompresi. 

Maka dari itu, pada saat mesin masih dingin temperatur di sekitar torak, blok silinder dan ruang bakar juga masih dingin. Langkah kompresi pada saat starter tidak mampu mencapai temperatur minimal untuk pembakaran. Hal itu disebabkan oleh komponen mesin yang bersuhu dingin akan menyerap panas yang dihasilkan pada saat langkah kompresi. 

Untuk itulah diperlukan sistem pemanas mula/glow plug untuk memanaskan ruang bakar, sehingga temperatur pembakaran dapat tercapai. Di bengkel kami juga sering ditemui keluhan-keluhan dari para pelanggan, mereka mengeluh mobil pick up dieselnya susah untuk di starter, ternyata setelah di cek terdapat glow plug yang mati.

Sebagai pengetahuan, glow plug umumnya digunakan pada motor diesel injeksi tidak langsung (kamar depan dan kamar pusar). Sementara pada motor diesel injeksi langsung digunakan kawat pemanas yang terpasang pada saluran hisap. Mari kita pelajari tentang komponen sistem pemanas mula bernama "Glow Plug".


1. Fungsi Glow Plug (Busi Pijar)
Fungsi glow plug dalam mesin diesel adalah untuk memanaskan udara dan sekitar ruang bakar, dengan harapan mesin dapat mencapai temperatur pembakaran (sehingga lebih mudah hidup) pada saat kondisi mesin masih dingin.

2. Bagian-bagian dan Macam-macam Glow Plug (Busi Pijar)

Bagian-bagian Glow Plug (Busi Pijar)
Bagian-bagian Glow Plug (Busi Pijar)
Bagian-bagian dari glow plug dapat dilihat pada gambar di atas. Di bagian paling atas ada mur pengikat yang digunakan untuk mengikat plat sebagai arus positif. Bagian selanjutnya ada kutub dalam, penyekat, kumparan pemanas yang berfungsi untuk menghasilkan panas. Dan batang pemanas untuk menyalurkan panas ke ruang bakar.

Glow plug ini biasanya dipasang secara paralel, sehingga ketika satu aktif maka akan aktif semuanya. Dihubungkan menggunakan semacam plat yang mengalirkan arus positif, sementara massanya langsung berhubungan dengan body glow plug.

Tegangan kerja pada glow plug yang paling sering digunakan antara lain 9,5V, 10,5V, 18V, dan 22,5V dengan daya antara 110W dan 120W. Tegangan dan daya ini berkaitan dengan kemampuan glow plug dalam menghasilkan panas, biasanya akan disesuaikan dengan jenis atau besar kecilnya kendaraan.

Dibandingkan dengan sistem pemanas jenis kawat, jenis glow plug ini memiliki luas permukaan batang pemanas yang lumayan besar sehingga memungkinkan waktu untuk memanaskan udara dalam ruang bakar menjadi lebih cepat.

Berapa lama waktu busi pijar memanaskan ruang bakar?
Tergantung dari jenis glow plug, tegangan dan dayanya. Untuk busi pijar tipe super RSK membutuhkan waktu 4 - 10 detik yang mampu memanaskan hingga temperatur 750 derajat celcius - 1000 derajat celcius.

Demikian artikel tentang fungsi glow plug (busi pijar), kontruksi dan bagian-bagiannya. Jangna lupa like dan share artikel ini ke teman-teman kalian ya.

0 Response to "Fungsi Glow Plug (Busi Pijar): Kontruksi dan Bagian-bagiannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel