Komponen dan Cara Kerja Governor Pnumatic Pada Pompa Injeksi

Komponen dan Cara Kerja Governor Pnumatic Pada Pompa Injeksi - Salah satu komponen yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya bahan bakar yang disemprotkan adalah Governor. Pada artikel sebelumnya juga telah kami sebutkan bahwa Governor ini terdapat dua macam yaitu simple mechanical governoer dan combined governor yang merupakan gabungan antara pneumatic governor dengan mechanical centrifugal governor. Baca juga : Cara Kerja Governor dalam Mengatur Volume Penyemprotan

Tidak lengkap rasanya, jika kemarin sudah disinggung tapi tidak dijelaskan kelanjutannya. Maka dari itu artikel ini akan menjelaskan tentang governor pneumatic pada pompa injeksi mesin diesel, mulai dari fungsi, komponennya dan cara kerja.

A. Apa Fungsi Governor Pneumatik?

Governor pada pompa injeksi mesin diesel berfungsi untuk mengatur banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan oleh inejctor nozle. Pada governor pneumatic bekerja atas kevakuman yang terjadi dalam ventury. Kevakuman yang biasa terjadi dalam ventury yaitu sekitar 40 - 80 milli bar. Selain mengatur banyak sedikitnya bahan bakar, yang paling utama governor pnematic ini berfungsi dalam mengatur putaran mesin (rpm).
Governor pneumatik dapat meengatur dalam setiap kondisi mesin baik putaran idle maupun putaran tinggi, GP ini umumnya digunakan pada motor Diesel ukuran kecil yang mempunyai putaran tinggi.

Governor pneumatik dibagi dalam dua bagian utama :
a.    Bagian venturi yang terpasang pada saluran masuk (intake)
b.    Bagian blok membran yang terpasang di pompa injeksi

B. Komponen-komponen Governor Pneumatik

Komponen-komponen Governor Pneumatic
Komponen-komponen Governor Pneumatic
Kontruksi dari governor pneumatic dapat dilihat pada gambar di atas, sementara itu keterangan dan nama-nama dari setiap komponen dapat dilihat dibawah ini :

1. Saringan udara
2. Venturi ( utama dan tambahan )
3. Throtel valve
4. Tuas penyetel
5. Saluran vakum
6. Pegas pengatur
7. Ruang vakum
8. Membran
9. Ruang atmosfer
10.Ventilasi ruang atmosfer
11. Batang pengatur

C. Cara Kerja Governor Pneumatic

1. Posisi Start
Cara kerja governor pneumatic posisi start
Cara kerja governor pneumatic posisi start
Pada saat mesin masih mati dan akan di hidupkan, throtle dibuka penuh dan kevakuman pada intake nol. Sehingga batang pengatur pada posisi maksimum. 

2. Posisi Idle
Cara kerja governor pada poisi idle
Cara kerja governor pada poisi idle

Pada saat putaran mesin dalam posisi idle, kecepatan udara tinggi dan kevakuman besar sehingga batang pengatur tertarik kearah stop / sedikit. Putaran mesin menurun kevakuman menurun batang pengatur terdorong kearah maksimum. Putaran mesin, naik kevakuman naik, dst.

3. Posisi Putaran Maksimum dan Pembatasan
Cara kerja governoor pada putaran maksimum
Cara kerja governoor pada putaran maksimum
Throtel pada penahan putaran maksimum, kevakuman kecil batang pengatur terdorong kearah volume maksimum.

Putaran maksimum tercapai, bila kekuatan kevakuman dan pegas pengatur sebanding.

Jika putaran mesin naik lagi, maka kecepatan udara bertambah naik > kevakuman naik, batang pengatur tertarik kearah stop / sedikit, ada pengurangan jumlah injeksi > putaran maksimum di regulasi.

D. Ventury Tambahan

Ventury Tambahan
Ventury Tambahan

Ventury tambahan ini memiliki dua buah fungsi yaitu :
•    Mengatur kevakuman pada ruang vakum pompa injeksi berdasarkan aliran udara
•    Mencegah putaran balik motor

Cara kerja  :
Pada saat mesin berputar membalik, saluran isap menjadi saluran buang. Kecepatan gas buang pada venturi tambahan besar, kevakuman pada ruang vakum juga besar, batang pengatur tertarik kearah stop yang membuat mesin mati.

Itu adalah artikel tentang governor pneumatic pada pompa injeksi, jika ada kritik dan saran dapat disampaikan melalui komentar di bawah ini yaa. Terimakasih. 

Sumber dan referensi : VEDC Malang

Belum ada Komentar untuk "Komponen dan Cara Kerja Governor Pnumatic Pada Pompa Injeksi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel