Fungsi, Komponen, Jenis dan Cara Kerja Relay Dalam Kelistrikan Mobil

Fungsi, Komponen, Jenis dan Cara Kerja Relay Dalam Kelistrikan Mobil - Dalam rangkaian kelistrikan kita dapat menemui sebuah komponen yang berbentuk kotak dengan kaki-kakinya yang berjumlah 4 atau 5. Komponen ini biasanya akan berbunyi "tik" ketika beroperasi dan bisa kita temui dalam rangkaian kelistrikan lampu utama, lampu kota, klakson, motor starter dan lain sebagainya.

Komponen yang dimaksud bekerja atas dasar elektromagnetic, dan bekerja sebagai sebuah switch untuk mencegah kehilangan tegangan pada beban. Yess, komponen tersebut adalah "Relay". Berikut ini bisaotomotif.com akan merangkumnya secara lengkap dan jelas, ada juga versi videonya dalam channel kami di YouTube. Tonton juga ya, biar lebih paham.

A. Pengertian dan Fungsi Relay

Relay adalah komponen kelistrikan yang membuka dan menutup sirkuit kelistrikan berdasarkan penerimaan signal tegangan. Relay ini terdapat dua macam tergantung dari cara kerjanya yaitu relay elektromagnetic dan relay transistor. 

Yang paling sering kita temui adalah relay elektromagnetic, relay ini bekerja atas dasar elektromagnetic atau kemagnetan pada sebuah kumparan yang membuat switch membuka atau menutup sesuai dengan jenisnya. 

Fungsi utama relay adalah sebagai switch untuk mencegah kehilangan tegangan pada beban, sehingga tegangan dapat sampai ke-beban secara maksimal. Beban yang dimaksud seperti klakson, lampu kepala, dll. Sehingga jika lampu kepala ditambah relay maka akan lebih maksimal (lebih terang). Baca : 7 Tips merawat aki agar lebih awet

B. Komponen-komponen Relay (Kontruksi Tubuh)

Di bawah ini sebuah contoh relay elektromagnetic, relay jenis ini terdapat 3 bagian utama yaitu kontak relay yang membuka dan menutup (A), kumparan relay yang akan menghasilkan kemagnetan (B) dan pegas kontak. 

Di bagian terluar terdapat 4 terminal dengan rincian sebagi berikut :
Terminal 30 : Dari baterai (arus utama baterai)
Terminal 87 : Ke beban (arus utama beban)
Terminal 86 : Arus pengendali dari 30/15 kunci kontak)
Terminal 85 : Arus pengendali ke-saklar beban (ke massa)

Komponen-komponen Relay
Komponen-komponen Relay

C. Cara Kerja Relay

Relay elektromagnetic bekerja atas dasar elektromagnetic (kemagnetan pada kumparan saat dialiri arus). Ketika ada aliran arus menuju kumparan (B) dari terminal 86 melalui kumparan dan ke terminal 85 sampai ke massa. Maka pada kumparan (B) akan terjadi kemagnetan. Kemagnetan ini akan menarik kontak point (A) berlawanan dengan pegas kontak (C), sehingga akan menghubungkan terminal 30 dan 87 dan arus pun dapat mengalir. 

Untuk cara kerja secara langsung dalam rangkaian kelistrikan (Klakson) dapat dilihat pada bagian paling bawah dalam artikel ini. Baca juga : Cara kerja + Rangkaian Kelistrikan Lampu Kota (Tail Light)

D. Jenis-jenis Relay

Berdasarkan prinsip kerjanya relay dibagi menjadi dua yaitu relay elektromagnetic dan relay transistor. Tapi yang menjadi fokus kita dalam artikel kali ini adalah relay elektromagnetic. Relay electromagnetic terdapat beberapa jenis tergantung dari penggunaanya, yaitu normaly open, normali close dan relay tipe engsel. Berikut adalah penjelasannya :

1. Relay Normaly Open
Relay normaly-open
Pada relay jenis normaly open, dalam kondisi normal saat kumparan belum teraliri arus listrik maka kontak dalam posisi membuka. Ketika aktif maka kontak point akan tertutup dan menghubungkan terminal 30 dan 87.

2. Relay Normaly Closed
Relay normaly-closed
Relay normaly-closed
Relay jenis kedua adalah relay normaly closed. Pada jenis ini dalam kondisi normal kontak point sudah terhubung (tertutup), ketika terjadi kemagnetan pada kumparan maka kontak point akan tertarik dan membuka (terputus).

3. Relay tipe engsel
Relay tipe engsel
Relay jenis ketiga adalah relay tipe engsel. Relay jenis ini terdapat dua terminal output, dalam kondisi normal relay ini akan menghubungkan terminal 30 dengan terminal 87A. Ketika terjadi kemagnetan, dan menarik kontak point maka kontak point akan berpindah dari 87A ke 87B. Sehingga yang terhubung adalah terminal 30 dengan 87B.

E. Contoh Rangkaian Klakson dengan Relay

Rangkaian Kelistrikan Klakson dengan Relay
Rangkaian Kelistrikan Klakson dengan Relay
Rangkaian di atas adalah klakson dengan relay, cara kerjanya ketika saklar klakson di aktifkan maka arus dari terminal 15 (kunci kontak) akan mengalir ke kumparan terminal 85 relay ke saklar klakson dan ke massa. Karena itu kumparan akan terjadi kemagnetan. Sehingga kontak point akan terhubung, arus dari baterai langsung akan mengalir ke terminal 30 > kontak point > terminal 87 relay > klakson > massa. Sehingga klakson akan berbunyi.

Klakson yang menggunakan relay akan memiliki suara yang lebih maksimal (lebih keras) karena arus dari baterai akan langsung menuju klakson tanpa melalui hambatan lain seperti saklar dll. Sirkuit pun menjadi lebih pendek, sehingga kehilangan tegangan dapat diminalisir. Relay ini juga akan membuat saklar lebih awet karena arus yang besar tidak melewati saklar. Baca juga : 4 Tips Agar Klakson Lebih Awet

VIDEO BELAJAR OTOMOTIF ONLINE : Tentang RELAY : Fungsi, Komponen, Cara Kerja dan Keuntungannya



Demikian artikel tentang fungsi, komponen, jenis dan cara kerja relay dalam kelistrikan mobil. Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian ya. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Fungsi, Komponen, Jenis dan Cara Kerja Relay Dalam Kelistrikan Mobil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel