Penyebab Power Steering Berat dan Cara Memperbaikinya

Penyebab Power Steering Berat dan Cara Memperbaikinya - Power steering merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen, fungsinya adalah untuk menghasilkan tenaga tambahan dalam membelokkan kemudi. Sehingga, kemudi akan terasa lebih ringan dan nyaman (pengemudi tidak mudah lelah).

Karena kelebihan ini, banyak pemilik mobil-mobil keluaran tua (tahun 80 an kebawah) yang belum terdapat power steeringnya di modifikasi agar mobilnya sudah memiliki PS dan kemudinya menjadi lebih ringan. Dari segi harga jual, tentu juga akan lebih meningkat.

Ketika kita sudah terbiasa menggunakan sistem kemudi yang terpasang power steering (ringan), dan tiba-tiba kemudi menjadi lebih berat dari sebelumya, maka dapat diduga masalah teradi pada power steeringnya. 

Tentu ini sesuatu hal yang bulshit ya kan? Tapi tenang walaupun kemudi menjadi lebih berat tapi masih bisa digunakan karena dengan kondisi tersebut power steeringnya saja yang tidak berfungsi, komponen lain dalam sistem kemudi masih berjalan.

Tapi tapi lagi nih, di beberapa kasus akibat kerusakan pada pompa dan steering linkagenya, terjadi kerusakan yang membuat kemudi tarasa ingin belok ke salah satu sisi terus.

Jadi power steering yang berat jangan terus dibiarkan yaa, karena dapat membahayakan kalian dan keluarga kalian pada saat di jalan raya. Nah, ngomong-ngomong tentang power steering yang berat yang dapat membuat kelelahan, berikut ini bisa otomotif sudah merangkumnya dalam penyebab power steering yang berat :

1. Minyak power steering kurang/habis
Pada sistem power steering yang menggunakan minyak maka akan sangat mengandalkan jumlah dari minyak tersebut. Minyak ini melalui mekanisme tertentu akan menghasilkan gaya dorong yang membantu mendorong rack ke kanan/ke kiri saat berbelok, sehingga akan membuat setir lebih enteng. 

Ketika cairan ini kurang/habis, tentu saja kinerjanya akan tidak normal. Seperti rem lah, ketika minyak remnya habis apakah rem masih berfungsi?

Ada baiknya jumlah minyak power steering ini selalu diperiksa ketika melakukan tune up, sehingga akan terkontrol jumlahnya. Jumlah minyak power steering memang bisa berkurang karena menguap, tapi itu hanya sedikit sekali. Tapi bila berkurangnya jumlahnya sangat drastis (jumlahnya banyak & dalam waktu yang singkat) maka kemungkinan terjadi kebocoran. 

Coba cek di komponen-komponen power steeringnya, apakah ada kebocoran atau tidak. Jika ada, mungkin itu letak permasalahannya. 

Komponen Power Steering
Komponen Power Steering


2. Belt power steering kendor/rusak
Belt yang putus sama saja membuat pompa power steering menjadi tidak berfungsi. Sementara itu belt yang kendor akan membuat pompa tidak dapat bekerja maksimal, walaupun efeknya mungkin hanya sedikit sekali.

Cara memerpabikinya adalah dengan menyetelnya atau menggantinya jika kondisinya sudah aus.

3. Kebocoran system (terdapat udara)
Terjadinya kebocoran membuat kinerjanya gagal fungsi, syarat sebuah tekanan hidrolis dapat bekerja adalah tidak adanya kebocoran. Tidak hanya power steering, tapi rem, dongkrak, dan sistem hidrolis lainnya. Jadi pastikan yaa, tidak ada kebocoran. Kebocoran ini pasti ada kaitannya dengan yang no 1. 

Yang paling sering terjadi kebocoran adalah pada selang dan pada racknya. Biasanya jika tidak terlalu parah, cukup ganti seal (perapat).

Selain kebocoran steering berat juga dapat disebabkan karena sistem terdapat udaranya, solusinya dapat dilakukan dengan bleeding.

4. Pompa power steering rusak
Pompa power steering berfungsi memompa minyak sehingga dapat menghasilkan tenaga yang digunakan untuk membantu menggerakkan rack. Ketika pompa ini rusak maka tenaga yang dihasilkan juga tidak ada, misal tekanan minyak yang dihasilkan berkurang maka akan membuat steering lebih berat karena dibantunya hanya sedikit.

Jika pompanya yang rusak, akan sangat rumit untuk menjelaskan di postingan kali ini. So, lebih baik untuk memperbaikinya dapat langsung di bawa aja ke bengkel khusus power steering.  

5. Rack (rak) dan Stering gear kemudi rusak
Rack merupakan bagian dari steering lingkage, rata-rata untuk power stering banyak yang menggunakan model rack and pinion. Kerusakan bisa terjadi pada racknya ataupun pada pinionya.

6. Penyebab lain kemudi berat
Sebelum memikirkan ke-empat penyebab di atas, ada sebab lain yang juga menyebabkan kemudi menjadi lebih berat seperti tekanan ban rendah, flexible joint macet, joint-joint macet/rusak dll.

Nah itu adalah beberapa penyebab power steering berat disertai dengan beberapa cara memperbaikinya. Semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa like & share ya guys. Thannks.

0 Response to "Penyebab Power Steering Berat dan Cara Memperbaikinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel