Gambar Persneling Mobil Matic Avanza dan Penjelasan Cara Mengoperasikannya

Bisaotomotif.com, Gambar Persneling Mobil Matic Avanza dan Penjelasan Cara Mengoperasikannya - Jika baru pertama kali menggunakan mobil matic, tentu harus mengerti bagaimana cara mengoperasikannya. Pasalnya pengoperasian mobil matic berbeda sedikit dengan mobil bertransmisi manual.

Jika mobil bertransmisi manual, maka disana ada satu pedal untuk kopling. Dan ketika memindah gigi percepatan maka kopling ini akan ditekan sebagai langkah untuk memutuskan antara putara mesin dengan transmisi, sehingga terjadinya perpindahan gigi dapat halus dan terjadi dengan sempurna.

Berbeda dengan mobil matic yang tidak terdapat pedal koplingnya, hanya ada dua pedal yaitu pedal gas dan pedal rem. Maka dalam mobil matic, akan mengandalkan pedal rem ketika akan berjalan. Pada prinsipnya mobil matic memang lebih mudah pengoperasiannya, karena sudah menggunakan kopling otomatis.

Selain mudah dalam pengoperasiannya, mobil matic juga lebih nyaman terutama di kota-kota besar yang relatif sering terjadi kemacetan. Mobil matic tidak perlu menekan kopling berulang kali, sehingga akan fokus pada rem dan gas.

Tentu ketika macet akan lebih nyaman dan tidak mudah capek seperti ketika menggunakan mobil manual, tak jarang jika mobil matic sekarang lebih digandrungi. Tapi mobil matic juga memiliki kekurangan yaitu perawatannya yang lebih sulit dan lebih mahal bila terjadi penggantian komponen.

Walaupun begitu, tapi masih banyak pengendara mobil yang awam terhadap tata cara mengendarai mobil matic ini. Satu langkah untuk belajar mengoperasikannya adalah dengan melihat gambar tuas trasmisi atau presneling mobil matic, yang pada kesempatan kali ini yang kita ambil adalah mobil avanza.

Sebagai pembuka, dalam tulisan ini akan dijelaskan posisi-posisi pada mobil matic. Karena sifatnya dasar dan pembelajaran, maka yang kali ini dipakai adalah mobil A/T (Automatic Transmission) sistem "konvensional" yang memiliki empat kecepatan. Disebut konvensional karena teknologi yang digunakan masih sederhana dan tidak begitu kompleks, belum dilenkgkapi mode sport/power.

Ada beberapa posisi dalam presneling mobil matic avanza yaitu P, R, N, D, D-3 atau 3 (OD), 2, dan L. Lihat gambar dibawah ini agar lebih jelas dan mengerti apa yang bisaotomotif.com maksudkan.

Presneling Mobil Avanza
Presneling Mobil Avanza


1. P (Park) / Parkir
Ketika tuas transmisi diposisikan dalam posisi P ini, artinya mobil dalam keadaan parkir. Mobil dapat hidup dengan rem parkir aktif, artinya mobil tidak dapat dijalankan karena pada roda terjadi pengereman (rem parkir). Mirip seperti posisi saat hand rem diaktifkan.

Ketika tuas transmisi pada posisi P ini, tekanan oli dalam transmisi akan langsung dikembalikan dalam bak penampungan. Transmisi juga belum bekerja. Pada posisi ini mesin dapat dihidupkan, sebagai keamanan untuk pengemudi. Yang mana pengemudi hanya dapat menghidupkan mesin ketika transmisi pada posisi P dan N.

2. R (Reverse/mundur). 
Seperti pada transmisi manual, huruf R memiliki arti "Reverse" yang menandakan apabila presneling pada posisi ini maka kendaraan akan berjalan mundur. Ketika berubah posisi dari P ke R terjadi peningkatan tekanan oli, peningkatan ini disebut dengan booster untuk meningkatkan daya cengkeram-mekanik pelat kopling dengan pelat baja dalam transmisi otomatis.

Tujuan utamanya adalah untuk menghindari slip kopling saat terjadi perpindahan torsi dari mesin ke roda penggerak.

3. N (neutral/netral). 
N memiliki arti netral, pada saat tuas transmisi di geser ke posisi N ini memungkinkan mobi dapat dihidupkan dan bila di gas maka mobil tidak akan berjalan. Posisi N dan P adalah posisi yang memungkinkan untuk menghidupkan mesin, tapi yang paling aman adalah posisi P.

Kemudian posisi N digunakan pada saat berhenti di lampu merah, atau berhenti dalam waktu yang singkat di tempat yang datar. Selain menghemat kampas rem juga menghemat kampas kopling.

4. D (drive)
Ketika tuas transmisi di posisikan ke D, hal ini memungkinkan mobil dapat berjalan dengan perpindahan percepatan secara otomatis, dari mulai percepatan 1, percepatan 2, hingga percepatan 3. Ingat, ini berlangsung secara otomatis tidak seperti pada transmisi manual yang harus dipindah secara manual disertai dengan menginjak pedal kopling.

Karena otomatis, maka transmisi akan bekerja sedemikian rupa dan berpindah percepatan seiring dengan bertambahnya kita dalam menekan gas. Sedikit pengetahuan, dalam transmisi otomatis adalah vehicle speed sensor (VSS) yang berguna untuk memonitor, yang kemudian akan bekerja sama dengan TCU (Transmission Control Unit) dan memindah percepatan sesuai dengan laporan kecepatan yang dimonitor oleh VSS.

5. D-3 atau overdrive/OD. 
Pengemudi mobil matic yang masih pemula banyak yang pelum paham posisi seperti ini, fungsinya sangat sederhana. Ketika tuas transmisi di posisi D-3 atau pada beberapa jenis mobil dapat dilakukan dengan menekan tombol OD (Over Drive) memungkinkan mobil dapat melaju dengan lebih cepat, tujuannya selain hemat bahan bakar juga mengurangi emisi gas buang. 

Posisi ini memungkinkan presneling pada posisi percepatan maksimum, fungsi ini umumnya digunakan pada saat mobil melaju cepat saat akselerasi atau menyalip kendaraan, dengan perkiraan laju kendaraan sebesar 60 km/jam.

Coba saja, geser tuas transmisi ke posisi D lalu injak pedal gas sampai mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 km per jam. Ketika sampai di kecepatan kisaran 60 km per jam, umumnya tingkat percepatan mobil mencapai 4th. Tekan tombol OD atau geser tuas ke D-3. Maka, gear rasio akan langsung turun ke posisi 3rd, dan tertahan di 3rd (tidak mau kembali secara otomatis ke 4th), sekalipun pedal gas diinjak lebih dalam.

Adanya mode D-3 atau OD cukup membantu pengemudi ketika akan berakselerasi, karena tanpa perlu menginjak gas dalam-dalam. Akselerasi misalnya ketika menyalip kendaraan. Tapi ingat, setelah mobil terlampaui kembalikan lagi ke posisi D atau dengan menonaktifkan fitur OD.


Bagaimana jika saat melaju tanpa sengaja kegeser ke posisi N atau R?
Pada transmisi otomatis, sudah di desain sedemikian rupa agar aman dan tidak terjadi kerusakan akibat kesalahan pengemudi. Kalau tuas geser ke posisi yang tidak dikehendaki, maka sistem komputer transmisi otomatis mobil yang dikendalikan TCU/PCM secara otomatis akan mengeset sistem dalam moda N atau netral. Sistem dirancang untuk mencegah kehancuran transmisi otomatis.

6. Intermediate (2 atau D-2). 
Posisi tuas di 2, memungkinkan mencegah beroperasinya kecepatan atau gear yang lebih tinggi. Dengan kata lain, ketika tuas digeser ke 2, transmisi akan bekerja secara otomatis pada gear 1st dan 2st, serta membatasi perpindahan ke gear 3rd.

7. L (low)
Mode ini memungkinkan kecepatan kendaraan dibatasi pada kecepatan rendah, yaitu pada posisi 1st. Ini sangat efektif digunakan pada saat melewati tanjakan atau turunan terjal. Ini akan menghasilkan tenaga yang besar namun kecepatannya rendah. Harap jangan lupa, setelah melewati tanjakan kembalikan ke posisi D lagi. Baca juga : Tips Mengemudi Mobil di Tanjakan

Menggunakan mobil matic sesuai dengan fungsi dan cara kerjanya akan membuat komponen semakin awet dan bahan bakar semakin hemat. Selamat mencoba mengemudikan mobil matic !

Belum ada Komentar untuk "Gambar Persneling Mobil Matic Avanza dan Penjelasan Cara Mengoperasikannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel