Fungsi, Bagian-bagian dan Cara Kerja Vakum Advancer

Selamat datang di bisaotomotif.com yang kali ini akan membahas salah satu komponen sistem pengapian konvensional, yaa sesuai dengan judul diatas yaitu fungsi, bagian-bagian dan cara kerja vakum advancar atau salah satu alat pengajuan pengapian pada sistem pengapian. Oh iyaa kita belum pernah membahas ya mengapa sih pengapian perlu diajukan? Jawabannya karena pada mesin waktu pembakaran (waktu yang dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar) relatif tetap, sementara putaran mesin semakin cepat.

Untuk menghindari keterlambatan dan kehilangan tenaga, maka saat pengapian perlu diajukan agar torsi yang dihasilkan maksimal.  Pengajuan pengapian berdasarkan putaran mesin ini komponennya disebut dengan governor advancer. Kapan-kapan deh kita bahas lagi.

Saat pengapian juga perlu diajukan pada saat kondisi beban mesin rendah yang relatif kondisi mesin masih dingin, temperatur rendah dan campuran kurus sehingga waktu pembakaran lebih lama. Nahh vakum advancer ini hadir untuk memaksimalkan hasil pembakaran pada saat beban rendah dan menengah. Kok bisa? Pahami saja nanti cara kerjanya nanti !. 

Perlu diketahui kedua komponen pengajuan pengapian ini dapat bekerja secara bersamaan, yaitu pada beban dan putaran menengah.

Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa salah satu pengajuan pengapian pada sistem pengapian konvensional adalah vakum advancer, vakum advancer ini dipasang pada distributor dengan selang yang dihubungkan pada intake maniforld dan karburator. Biar lebih jelas kita bahas satu persatu kali ya dari mulai kegunaan, dilanjutkan dengan bagian-bagiannya dan yang terakhir adalah cara kerja vakum advancer. Okee, let's go ! 

Fungsi Vakum Advancer Pada Sistem Pengapian Konvensional

Seperti yang sudah saya singgung diatas, vacum advancer dibutuhkan untuk mengajukan saat pengapian berdasarkan beban mesin, beban mesin maksudnya berdasarkan kevakuman yang ada pada karburator. Tepatnya di atas katup throtle.

Pengajuan ini dimaksudkan karena pada beban rendah atau menengah, temperatur rendah dan campuran relatif kurus, terlebih lagi kecepatan bakar juga rendah sehingga dibutuhkan waktu pembakaran yang lebih lama. Sementara pengajuan pengapian yang berdasarkan putaran mesin (rpm) belum bekerja optimal. Maka dari itu diperlukan pengajuan pengapian agar usaha yang dihasilkan dapat maksimal.

Bagian-bagian Vakum Advancer

Vakum advancer berbentuk semacam piringan, yang nantinya ada selang yang berhubungan dengan karburator, lebih tepatnya di atas throtle. Komponen ini dipasang di distributor dan dihubungkan dengan backing plate atau dudukan dari platina itu sendiri. Lebih jelasnya dapat dilihat bagian-bagian vakum advancer pada gambar dibawah ini :
Bagian vakum advancer
Keterangan gambar :
1. Plat dudukan kontak pemutus yang bergerak radial
2. Batang penarik
3. Diafragma
4. Pegas
5. Langkah maksimum
6. Sambungan slang vakum

Cara Kerja Vakum Advancer

Hal dasar yang perlu kalian pahami adalah prinsip kerjanya, sesuai dengan namanya yaitu vakum advancer. Maka suatu pengajuan pengapian yang bekerja atas dasar kevakuman, kevakuman di atas throtle. Dengan kata lain vakum advancer ini akan bekerja apabila ada kevakuman. Lalu pada kondisi seperti apa ada kevakuman? Okee, dibawah ini akan menjawab pertanyaan anda tentang kapan vakum advancer bekerja?.

Baca juga : Fungsi dan bagian-bagian Platina

Kondisi vakum advancer tidak bekerja (pada saat idle dan beban penuh)

Pada saat idle ruangan di atas throtle kevakumannya masih rendah, sehingga membram pada vakum advancer tidak tertarik, sehingga backing plate pada platina juga tidak berubah yang artinya saat pengapian tidak diajukan.

Begitu pula pada saat beban penuh, atau saat throtle terbuka lebar, maka kevakuman rendah dan tidak mampu membuat vakum advancer bekerja. Berikut adalah kondisi kevakuman yang ada pada saluran masuk karburator :

Saat Idle : Kevakuman terjadi dibawah throtle, sementara yang diatas kevakuman relatif rendah.
Cara kerja vakum advancer saat idle

Saat Beban Penuh : Karena terbuka lebar katup throtlenya, maka kevakuman yang terjadi di saluran vakum advans rendah.

Kesimpulan kondisi pada saat idle dan beban penuh : 
• Vakum rendah membran tidak tertarik 
• Plat dudukan kontak pemutus masih tetap pada kedudukan semula 
• Saat pengapian tetap

Kondisi Vakum Advancer Saat Bekerja

Vakum Advancer Saat Bekerja
Vakum Advancer Saat Bekerja
Vakum advancer bekerja ketika ada kevakuman di atas throtle, yaitu pada saat mesin beban rendah dan menengah. Yaa bisa dibilang saat di mulai di gas dan pertengahan. Pada saat kondisi ini, kevakuman yang terjadi di atas throtle tinggi dan mampu menarik membran pada vakum advancer, yang kemudian backing plate bergerak maju berlawanan arah dengan putaran camlobe pada poros distributor. Hasilnya saat pengapian diajukan oleh vakum advancer.

Berikut adalah kondisi di atas throtle saat beban rendah dan menengah :
Beban rendah dan menengah
Beban rendah dan menengah



Kesimpulannya kondisi beban rendah dan menengah :

Advans vakum bekerja ( Pada beban rendah dan menengah ) 
• Vakum tinggi, membran tertarik 
• Plat dudukan kontak pemutus diputar maju berlawanan arah dengan putaran kam governor 
• Saat pengapian semakin di majukan

Gimana sudah paham belum tentang fungsi, bagian-bagian dan cara kerja vakum advancer? Bila kurang jelas bisa kok ditanyakan di komentar atau hubungi melalui facebook.

Referensi : VEDC Malang

1 Komentar untuk "Fungsi, Bagian-bagian dan Cara Kerja Vakum Advancer"

  1. Apa perbedaan Vacuum advancer dua membrane atau dua selang dengan vacuum advancer satu membrane atau satu selang. Dimana letak perbedaannya dalam hal cara kerjanya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel