Komponen Baterai / Aki Mobil - Kontruksi dan Bagian-bagiannya

Komponen Baterai / Aki Mobil - Kontruksi dan Bagian-bagiannya - Baterai atau aki merupakan salah satu komponen kelistrikan mesin, pada saat awal sebelum mesin hidup baterai sebagai sumber arus listrik bagi motor starter untuk menghidupkan mesin. Saat mesin mati baterai juga dapat berfungsi sebagai sumber arus listrik bagi kelistrikan bodi seperti tv, radio  dll. Sedangkan ketika mesin hidup maka segala kebutuhan arus listrik dipenuhi oleh sistem pengisian, pada saat ini baterai mengalami pengisian.

Baterai 12 volt pada mobil berbentuk kotak dengan ke-enam tutup selnya, di bagian pingir ada terminal negatif dan terminal positif. Didalamnya terdapat enam sel yang terendam oleh elektrolit, apalagi komponen-komponen baterai pada mobil? Simak artikel berikut ini :

Bagian - Bagian Baterai
Bagian - Bagian Baterai

Komponen Baterai / Aki Mobil

Bagian-bagian dari baterai atau aki dapat anda lihat pada gambar di atas,

1. Kotak baterai
Bagian yang paling luar dari sebuah baterai adalah kotak baterai, bagian ini Bagian ini memiliki fungsi untuk menampung dan melindungi semua komponen baterai yang ada di dalamnya, pada bagian bawah baterai biasanya terdapat endapan-endapan yang merupakan kotoran atau serpihan dari komponen baterai. Kotak baterai terbuat dari komponen khusus, sifatnya yang tidak mudah penyok dan transparan ditujukan agar lebih mudah dalam memeriksa jumlah elektrolit dalam baterai.

2. Tutup baterai
Tutup baterai yang dimaksud bukan tutup ventilasi yang biasanya jumlahnya sesuai dengan jumlah sel nya (umumnya 6 untuk 12 volt), tetapi tutup baterai yang bersifat permanen. Tutup baterai memiliki fungsi sebagai tempat dudukan terminal-terminal baterai, lubang ventilasi, dan untuk perawatan baterai seperti pengecekan larutan elektrolit atau penambahan air.

3. Plat baterai
Plat baterai terdiri dari dua jenis, yaitu plat positif dan plat negatif. Kedua plat ini memiliki grid yang terbuat dari antimoni dan paduan timah. Plat positif pada bateri mobil ini terbuat dari bahan antimoni yang dilapisi dengan lapisan aktif oksida timah (lead dioxide, PbO2) yang memiliki warna coklat. Sedangkan pada plat negatif terbuat dari sponge lead (Pb) yang memiliki warna abu-abu.

Kemampuan baterai dalam mengalirkan arus dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran plat, umumnya semakin esar ukuran plat atau semakin banyak platnya maka dapat menghasilkan arus yang lebih besar.

Ada beberapa bahan pembuat plat pada baterai yang masing-masingnya memiliki kelebihan, bahan pembuat tersebut antara lain antimoni timah (lead antimony), kalsium timah (lead calcium), dan rekombinasi (gel cell).

Kelebihan baterai yang menggunakan plat antimoni
Plat antimoni digunakan pada baterai dengan asam timah (lead acid). Keuntungannya adalah sebagai berikut :
a. Umur servis yang lebih panjang dibanding baterai kalsium,
b. Lebih mudah di-charge atau diisi ulang pada saat baterai benar-benar sudah kosong,
c. Harganya lebih murah.

Kelebihan aki yang menggunakan plat berbahan kalsium timah
Baterai yang menggunakan plat berbahan kalsium timah biasanya adalah baterai asam timah yang memiliki karakteristik bebas perawatan (maintanance free lead acid battery). Berikut adalah keuntungan atau kelebihannya :
a. tempat cadangan elektrolit di atas plat baterai lebih besar,
b. kemampuan menghasilkan arus untuk starter dingin (cold cranking amper rating) lebih tinggi, dan c. hanya sedikit atau bebas perawatan.

Keuntungan baterai dengan plat berbahan gel cell
Baterai dengan gel cell merupakan baterai asam timah yang rapat yang bahan elektrolitnya berupa gel yang lebih padat dibanding cairan baterai lainnya. Keuntungannya antara lain :
a. Tidak ada cairan elektrolit yang dapat menyebabkan kebocoran,
b. Dapat bertahan beberapa lama dalam keadaan baterai kosong (habis sama sekali = discharged) tanpa mengalami kerusakan (deep cycled),
c. bebas karat dan perawatan,
d. umur pakai tiga kali atau empat kali lebih panjang dibanding baterai biasa, dan
e. Jumlah plat yang lebih banyak dengan jarak yang rapat (berdekatan) sehingga ukuran baterai lebih kecil atau kompak.

4. Separator atau penyekat
Separator atau penyekat memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya hubungan atau sebagai pemisah antar plat sehingga tidak terjadi hubungan singkat (konsleting). Penyekat yang berpori ini ditempatkan di antara plat positif dan plat negatif. Penyekat memiliki kontruksi berpori-pori, tujuannya agar larutan elektrolit dapat melewatinya.

Mengapa separator dibutuhkan? agar tidak terjadi hubung singkat.
Lalu bagaimana jika terjadi hubungan singkat? Maka dapat menyebabkan hilangnya energi, energi bocor. Langsung kan ketemu didalam arus positif ketemu negatif.

Separator ini terbuat dari bahan resin fiber yang diperkuat, karet atau plastik. Dengan bahan tersebut separator akan cukup kuat, tidak mudah berkarat karena elektolit, dan tidak bersifat konduktor.

5. Sel
Satu unit plat positif dan plat negatif yang dibatasi oleh penyekat di antara kedua plat posotif dan negatif disebut dengan sel atau elemen. Sel-sel baterai dihubungkan secara seri satu dengan lainnya, sehingga jumlah sel baterai akan menentukan besarnya tegangan baterai yang dihasilkan. Satu buah sel di dalam baterai menghasilkan tegangan kira-kira sebesar 2,1 volt, sehingga untuk baterai
12 V akan mempunyai 6 sel. Ketika 6 sel digabung secara seri maka 2,1 dikali 6 menjadi 12 Volt.

6. Penghubung sel (cell connector)
Cell connector adalah sebuah plat logam yang dihubungkan dengan plat-plat baterai. Plat penghubung ini untuk setiap sel ada dua buah (lihat gambar 5.7), yaitu untuk plat positif dan plat negatif. Penghubung sel pada plat positif dan negatif disambungkan secara seri untuk semua sel.

7. Pemisah sel (cell partition)
Sesuai dengan namanya, pemisal sel ini berfungsi untuk memisahkan tiap sel.

8. Terminal baterai 
Terminal baterai ada dua yaitu terminal positif dan terminal negatif, terminal ini terdapat dua macam yang ada dibagian atas baterai. Saat terpasang pada kendaraan, terminal-terminal ini dihubungkan dengan kabel besar positif (ke terminal positif baterai) dan kabel massa (ke terminal negatif baterai).

9. Tutup ventilasi
Komponen ini terdapat pada baterai basah untuk menambah atau memeriksa air baterai. Lubang ventilasi berfungsi untuk membuang gas hidrogen yang dihasilkan saat terjadi proses pengisian.

10. Larutan elektrolit
yaitu cairan pada baterai merupakan campuran antara asam sulfat (H2SO4) dan air (H2O). Secara kimia, campuran tersebut bereaksi dengan bahan aktif pada plat baterai untuk menghasilkan listrik. Baterai yang terisi penuh mempunyai kadar 36% asam sulfat dan 64% air. Larutan elektrolit mempunyai berat jenis (specific gravity) 1,270 pada 200C (680F) saat baterai terisi penuh.

Berat jenis merupakan perbandingan antara massa cairan pada volume tertentu dengan massa air pada volume yang sama. Makin tinggi berat jenis, makin kental zat cair tersebut. Berat jenis air adalah 1 dan berat jenis asam sulfat adalah 1,835. Dengan campuran 36% asam dan 64% air, maka berat jenis larutan elektrolit pada baterai sekitar 1,270.

Demikian artikel tentang komponen baterai/aki mobil, semoga bermanfaat dan terimaksih. Baca juga : 7 Tips Merawat Baterai Agar Awet

0 Response to "Komponen Baterai / Aki Mobil - Kontruksi dan Bagian-bagiannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel