Cara Kerja Motor Starter Pada Mobil

Bisaotomotif.com, Kembali lagi dengan membahas cara kerja motor starter yang ada pada kendaraan, sistem yang berfungsi sebagai penggerak mesin pertama kali agar mesin hidup dan bisa dijalankan, suatu sistem yang ditujukan untuk mempermudah manusia dalam menghidupkan mesin mobil, kita tahu pada mesin-mesin konvensional terutama seperti mesin diesel satu silinder, untuk menghidupkan maka harus diongkel (menggunakan tenaga manusia). Po yo iyooo mobil juga harus diongkel? Ngga di ongkel yaa di dorong? Kan ngga mungkin kan, pasti butuh sistem yang hanya diputar melalaui switch kontak mesin bisa hidup, bahkan mobil-mobil sekarang ini untuk menstarter mobil tinggal pencet saja.

Sebagai dasar dari segala macam jenis motor starter, yang kami jelaskan saat ini merupakan motor starter tipe konvensional, tetapi pada dasarnya cara kerjanya sama walaupun jenisnya berbeda seperti motor starter tipe reduksi maupun rotary.

Untuk cara kerja motor starter dibagi menjadi beberapa bagian, agar lebih mudah dipahami. Tetepi kesemua itu adalah suatu proses yang berkelanjutan. Berikut tahap-tahapnya :

1. Cara Kerja Motor Starter pada saat kunci kontak pada posisi START


Cara Kerja Motor Starter - Kunci kontak posisi ST

Dalam kunci kontak terdapat beberapa posisi seperti LOCK, OFF, ACC, ON dan ST. Nah untuk menstarter mobil/kendaraan adalah dengan memutar kunci kontak ke posisi ST/Starter. Ketika posisi arus dari baterai akan mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil, dan berikut ini adalah aliran arus yang terjadi :

1. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > pull-in coil > terminal C > field coil > brush positif > armaure > brush negatif > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.

2. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > kumparan hold in coil > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

Ketika pull-in coil dan hold in coil teraliri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kedua kumparan. Arus memiliki arah, karena kedua kumparan dialiri arus dengan arah yang sama maka kedua-duanya akan menimbulkan magnet yang saling menguatkan, dan kemagnetan pada keduanya ini akan menarik (pull) plunger ke-arah main switch. Disamping itu drive lever juga akan menggeser starter clutch, agar pinion gear berhubungan dengan ring gear.

Pada saat yang sama arus yang relatif kecil juga mengalir ke field coil dan kumparan armature, maka putaran yang dihasilkan motor starter masih lambat. Tetapi lambatnya putaran yang dihasilkan ini justru malah menguntungkan, pasalnya akan membuat proses perkaitan antara pinion gear dengan ring gear akan semakin mulus. Pada proses ini kontak plate belum menutup sepenuhnya main switch.

2. Cara Kerja Motor Starter - Pada saat pinion berkaitan penuh dengan ring gear

Cara kerja starter saat pinion berkaitan penuh dengan ring gear
Cara Kerja Motor Starter - Pada saat pinion berkaitan penuh dengan ring gear
Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa.

Mengapa arus tidak melalui pull-in coil? Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa pull-in coil berhubungan dengan terminal C, sementara ada aliran arus dari terminal 30 ke kontak plate dan terminal C. Karena ada arus inilah maka tidak adanya beda potensial di pull in coil, dan arus tidak mengalir ke pull-in coil. Maka dari itu kontak plate hanya ditahan oleh kumparan hold-in coil, maka dari itu pada saat kerja seperti ini hold-in coil bekerja sesuai dengan namanya (menahan = hold).

Bersamaan dengan itu, coba perhatikan aliran arus di point b di atas. Ada arus yang besar dari baterai langsung ke field coil, dan armature. Arus yang besar ini akan menghasilkan output yang besar pula untuk memutar ring gear dalam rangka menghidupkan mesin.

Ketika mesin sudah hidup, maka bisa jadi putaran mesin lebih cepat ketimbang dari putaran yang dihasilkan oleh motor starter. Nah disaat-saat seperti ini starter clutch (kopling) bekerja, untuk menghindari terjadinya kerusakan dengan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

Baca juga : Cara Kerja Motor Starter Tipe Konvensional

3. Cara Kerja Motor Starter pada saat Kunci Kontak Posisi ON

Cara Kerja Motor Starter Posisi ON
Cara Kerja Motor Starter Posisi ON

Ketika mesin sudah hidup, tentu kunci kontak akan kita kembalikan ke posisi ON. Bisa dilihat di gambar di atas, contact plate masih berhubungan denagan main switch, dan aliran arusnya adalah sebagai berikut :

Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Pull-in coil > Hold-in coil > massa.
Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Field coil > Armature > massa.

Aliran arus yang di atas, yang mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil arah arusnya adalah berlawanan, hasil kemagnetan yang dihasilkannya pun juga berlawanan. Hal ini membuat keduanya saling menghapuskan dan membuat kekuatan spring (pegas) mengembalikan posisi contact plate ke posisi semula. Drive lever juga menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari ring gear.

Baca juga :
1. Fungsi motor starte dan Komponen motor starter
3. Fungsi magnetic switch / solenoid

Kurang lebih seperti itu cara kerja motor starter pada mobil. Semoga dapat bermanfaat, jangan lupa klik share bila bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Cara Kerja Motor Starter Pada Mobil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel