Fungsi dan Kontruksi Camshaft (Poros Nok)

6:58 AM
Fungsi dan Kontruksi Camshaft (Poros Nok) - Salah satu komponen utama pada mesin adalah mekanisme katup yang mana bertugas untuk membuka dan menutup katup. Nah, salah satu komponen dari mekanisme katup ini adalah cam shaft atau dalam bahasa indonesia disebut dengan poros nok. Komponen ini juga sering disebut sebagai noken as. 

Seringkali penyebutan cam shaft terbalik dengan penyebutan crank shaft. Cam shaft itu merupakan poros nok, sedangkan crank shaft adalah poros engkol. Lihat artikel yang dulu kami buat, untuk lebih memahami tentang poros engkol, Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Crank Shaft).

Kembali ke pembahasan kita pada siang hari ini, yaitu tentang poros nok. Setiap mesin baik itu motor, mesin bensin, mesin diesel pasti ada yang namanya camshaft ini. Dalam mesin dikenal dengan SOHC dan juga DOHC. SOHC (Singgle Over Head Camhaft) yang merupakan macam mekanisme katup dengan jumlah cam shaftnya satu (singgle). Sedangkan DOHC (Double Over Head Camshaft) merupakan mekanisme katup dengan jumlah cam shaftnya dua (double).

Poros nok ini digerakkan oleh tenaga yang dihasilkan oleh mesin, poros nok dihubungkan dengan poros engkol dengan menggunakan timing gear atau timing belt sehingga poros dapat berputar dan bekerja. Perbandingannya jumlah gigi pada gear poros engkol dan poros nok adalah 1 banding 2, dengan kata lain jumlah gigi poros nok lebih banyak dibandingkan dengan poros engkol. Artinya apabila poros engkol berputar 2 kali, maka poros nok baru berputar 1 kali.

Pada camshaft ini terdapat nok yang digunakan untuk mengatur buka dan tutupnya katup sesuai dengan timing (saat yang tepat). Katup yang dimaksud yaitu katup hisap dan juga katup buang. Lalu apa saja sih fungsi dari cam shaft ini? 

Mekanisme Katup
Mekanisme Katup


Fungsi Camshaft (Poros Nok)

Berikut ini kami jabarkan mengenai fungsi utama camshaft atau poros nok :
1. Membuka dan menutup katup
Fungsi camshaft yang pertama adalah untuk membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan timing pengapian atau Firing Order. 

2. Untuk menggerakkan fuel pump atau pompa bensin
Poros nok selain berfungsi untuk mengatur buka tutupnya katup, juga berfungsi untuk menggerakkan fuel pump atau pompa bensin. Namun ini hanya terdapat pada mobil-mobil yang konvensional, karena sebagain besar mobil sekarang ini sudah berteknologi fuel injection yang mana pompa bensinnya biasanya terletak di dalam tangki dan merupakan pompa bensin elektrik (bukan manual).


3. Untuk memutar poros distributor
Pada sebagaian mobil konvensional, pada cam shaft ini terdapat gigi penggerak distributor atau distributor drive gear. Distributor ini berputar dan digerakkan oleh cam shaft ini, seperti kita ketahui bersama bahwa distributor berguna untuk membagi tegangan tinggi ke masing-masing busi. Sama dengan point yang no 2, pada mobil-mobil sekarang distributor sudah tidak diperlukan lagi karena pembagian tegangan pengapian diatur secara elektronik (ECU).

Kontruksi cam shaft (poros nok)

  Kontruksi Cam Shaft
Kontruksi Cam Shaft

Poros nok terbuat dari baja perkakas atau baja tuang yang memang dikhususkan untuk komponen mesin yang tahan gesek dan tahan panas.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, pada cam shaft terdapat gigi penggerak distributor, dan di pinggir bagiak kanar terdapat spin. Pojok kanan nantinya akan dipasangkan gear camshaft yang nantinya dihibungkan dengan gear crankshaft melalui timing belt atau timing gear.

Baca juga : Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh

Share this

Seorang blogger yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Menjadi penulis di website bisaotomotif.com portal berita informasi otomotif mobil dan motor terbaru dan terlengkap. Kerja terus pantang mundur.

Related Posts

Previous
Next Post »