Sistem Tenaga (Power System) Pada Karburator

6:14 AM Add Comment
Kami akan menjelaskan tentang salah satu sistem kerja pada karburator yaitu sistem tenaga atau power system. Sistem utama atau primary high speed system dirancang untuk pemakaian bahan bakar yang ekonomis. Itulah mengapa kita disarankan untuk mengemudikan kendaraan stabil  pada kecepatan sedang sekitar 60 km/jam. Tidak terlalu lambat, dan tidak terlalu cepat, karena pada kecepatan tersebut bahan bakar yang dibakar jumlahnya bisa dikatakan ekonomis (tidak boros/berlebihan). Pasti lebih irit deh..

Tetapi, terkadang mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar lagi, dan primary high speed system tidak mencukupi kebutuhan bahan bakar sementara secondary high speed system belum bekerja maka dibutuhkan sistem tambahan. Sistem tambahan ini akan menambah pasokan bahan bakar ke primary high speed system, sehingga campuran udara dan bahan bakar lebih kaya.

Sistem tambahan ini dapat kita sebut dengan sistem power (sistem tenaga). Tambahan bahan bakar akan di suply oleh sistem tenaga.

Sistem Tenaga (Power System)
Sistem Tenaga (Power System)
 Komponen :
  • Power valve
  • Power valve spring
  • Power Jet
  • Power piston
  • Spring (2)

Cara Kerja Sistem Tenaga (Power System) Pada Karburator :

 
Cara Kerja Sistem Tenaga (Power System) Pada Karburator :
Cara Kerja Sistem Tenaga (Power System) Pada Karburator :

Belum bekerja 
Apabila primary throttle valve hanya terbuka sedikit, maka pada intake manifold akan terjadi kevakuman yang cukup besar. Sehingga power piston (lihat pada gambar) akan terhisap ke posisi atas. Ini akan menyebabkan power valve spring menahan power valve, sehingga power valve tertutup.

Ketika bekerja 
Kemudian apabila primary throttle dibuka agak lebar (semisal pada kecepatan tinggi atau pada saat jalan naik) maka pada intake manifold kevakumannya akan menurun, dan power piston akan terdorong ke bawah oleh pv spring, sehingga power valve akan membuka. Bahan bakar akan mengalir ke power jet dan primary main jet untuk menambah supply bahan bakar, sehingga campuran menjadi kaya.

Fungsi dan Cara Kerja Secondary High Speed System

6:30 AM Add Comment
Pada karburator yang digunakan pada mobil biasanya menggunakan tipe double barel yang mana itu artinya karburator tersebut terdapat sistem utama (primary high speed system) dan sistem kedua (secondary high speed system).

Sistem utama atau primary high speed system akan bekerja pada beban ringan atau kecepatan sedang. Setelah mencapai titik maksimum yang mana sistem utama tidak dapat mencukupi lagi kebutuhan bahan bakar dan udara, maka secondary high speed system akan mulai bekerja. Ini terjadi ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau bekerja pada beban yang berat.

Secondary high speed system dibuat hampir sama dengan sistem utama, akan tetapi secondary high speed system ini dibuat untuk bekerja ketika mesin membutuhkan output yang lebih besar seperti pada saat beban yang berat dan kecepatan tinggi.

Karena kegunaan itulah, umumnya ukuran dari nozle, ventury dan jet pada secondary high speed system ini dibuat lebih besar (diameternya). Terdapat dua jenis mekanisme yang ada pada karburator mobil yaitu tipe damper valve (bobot) dan tipe vacuum diapragma.

1. Secondary High Speed System Tipe Damper Valve (Bobot)

Tipe yang pertama adalah tipe damper valve yang disebut juga dengan tipe bobot. Disebut tipe bobot karena memang terdapat komponen yang dinamai dengan bobot. Bobot ini dihubungkan dengan poros throttle valve di atas katup seconder (HSV (High Speed Valve). Tipe yang satu ini bekerja berdasarkan kevakuman di saluran masuk (intak manifold). Tipe bobot ini sekarang sudah jarang digunakan, karena kerjanya kurang dapat maksimal.

Secondary High Speed System
Secondary High Speed System

Cara Kerja :  
Ketika katup throttle utama atau primary throttle valve membuka sekitar 55 derajat. secondary throttle valve baru mulai membuka. Akibatnya tekanan di bawah high speed valve menjadi rendah, sehingga udara di atas high speed valve cenderung untuk membuka high speed valve. Akan tetapi karena pada high speed valve belum dilengkapi dengan bobot, maka high speed valve  belum dapat membuka. Apabila pada saat itu putaran mesin ditambah, tekanan dibawah high speed valve akan semakin rendah dan perbedaan di atas dan di bawah high speed valve semakin besar pula, sehingga tekanan udara mampu melawan bobot dan terbukalah high speed valve. 

Setelah high speed valve, selain melalui secondary small ventury dan bahan bakar mengalir small ventury melalui secondary main jet, bercampur dengan udara dari main air bleeder dan ke secondary nozzle.

2. Secondary High Speed System tipa Vacum Diafragma

Pada tipe ini untuk membuka katup throttle yang kedua dihubungkan dengan diapragma dan diapragma mengambil kevakuman dari ventury.

Cara Kerja
Secondary High Speed System
Secondary High Speed System
Ketika mesin berputar pada putaran rendah,vacuum yang dihasilkan oleh vacuum bleeder pada primary masih lemah, sehingga vakum di dalam rumah diapragma juga masih lemah, dan secondary throttle valve belum bisa membuka. Bila secondary throttle valve terbuka, vacuum yang timbul pada rumah dipragma menjadi kuat dan secondary throttle valve membuka semakin besar. Hal iini menyebabkan udara mengalir ke secondary ventury dan bahan bakar keluar dari secondary nozzle.

Fungsi Air Bleeder Pada Karburator

2:52 PM Add Comment
Pada Karburator Fungsi Air Bleeder adalah untuk mengatomisasikan bahan bakar (dalam hal ini bensin) agar lebih mudah bercampur dengan udara. Bahan bakar akan bercampur dengan udara sebelum keluar dari main nozzle, setelah keluar dari main nozzle campuran udara dan bahan bakar ini masih dicampur lagi dengan udara, sehingga bentuk bahan bakar semakin kecil yang nantinya akan memudahkan dalam proses pembakaran.

Air Bleeder Pada Karburator
Air Bleeder Pada Karburator
Untuk letak air bleeder dapat anda lihat pada gambar di atas. Di bagian paling kanan ada ruang pelampung, kemudian ke kiri bagian bawah ada main jet. Ke atas ada air bleeder dan sampailah ke main nozzle.

Cara kerja air bleeder

Apabila tekanan yang di ruang pelampung lebih besar bila dibandingkan dengan tekanan pada main nozzle (tekanan di main nozzle akan turun ketika thrrottle valve dibuka yang membuat udara melewati ventury dengan  cepat), maka akan membuat udara dari air bleeder akan masuk dan akan bercampur dengan bahan bakar. Lihat gambar dibawah ini agar semakin paham :

Fungsi Air Bleeder Pada Karburator
Fungsi Air Bleeder Pada Karburator


Bercampurnya udara dan bahan bakar ini akan membuat bahan bakar menjadi bergelembung, yang secara tidak langsung juga membantu dalam memecah bahan bakar menjadi kecil kecil (atomisasi).

Campuran bahan bakar dan udara tersebut kemudian akan keluar melalui main nozzle, dan masih disemprot (bercampur) dengan udara sehingga ukuran bahan bakar semakin kecil lagi yang akan memudahkan proses pembakaran.


Primary High Speed System (Sistem Utama)

1:56 PM Add Comment
Sistem kerja karburator setelah sistem stationer dan kecepatan lambat adaah sistem utama atau primay high speed system. Sistem ini bekerja ketika mobil berjalan atau (ketika pedal gas di injak atau throttle valve membuka lebih lebar dai pada saat kecepatan lambat. Ada juga yang beranggapan bahwa sistem ini bekerja ketika mobil berjalan dengan kecepatan sedang ke tinggi.   

 Sistem ini juga dirancang agar dapat menghasilkan campuran yang pas sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan perkiraan campuran yang pas untuk kecepatan sedang ke tinggi adalah 16 - 18 : 1. Campuran inilah yang paling ekonomis, jadi mengendarai mobil atau motor dengan kecepatan sedang (normal) adalah salah satu cara untuk memperirit penggunaan bahan bakar minyak pada motor maupun mobil.  

Kemudian apabila dibutuhkan output yang lebih tinggi (kebutuhan bakar bertambah) maka ada sistem lagi yang membantu primary high speed system ini, yaitu sistem power dan sistem akselerasi.

Cara kerja primary high speed system (sistem utama) 


Kerja dari sistem utama ini sudah kami singgung dalam artikel kemarin yang membahas tentang sistem pelampung.  

Ketika pedal gas di injak dan throttle valve (katup throtle) primary akan membuka, maka aliran udaya yang mengalir melalui ventury akan bertambah dan semakin cepat, sehingga akan menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan antara ujung nosel dengan tekanan yang berada di dalam ruang pelampung.  Yang mana tekanan di dalam ruang pelampung lebih besar bila dibandingkan dengan tekanan yang berada di ujung nozle utama (main nozzle).

Primary High Speed System
Primary High Speed System
Sehingga bahan bakar akan mengalir dan keluar melalui main nozzle, namun sebelum itu bahan bakar yang keluar dari nozzle utama tersebut sudah dicampur dengan udara di air bleeder setelah melewari primary main jet. Skema aliran bahan bakar dan udara pada Primary High Speed System
Primary high speed system (sistem utama)
Primary high speed system (sistem utama)
 

Apabila bahan bakar yang keluar dari main nozzle semakin banyak, maka jumlah bahan bakar yang keluar dari slow port akan semakin sedikit. 

Bagian bagian penting primary high speed system (sistem utama)

1. Main Jet
Main jet ini akan dilewati bahan bakar dari pelampung, fungsi dari main jet ini adalah untuk mengatur jumlah bahan bakar yang disalurkan oleh primary high speed system. Setiap main jet mempunyai ukuran (lubangnya), dan lubang dengan ukuran inilah yang akan dilewati dan mengatur jumlah bahan bakar yang diperlukan.
2. Air Bleeder
Fungsi dari air bleeder adalah untuk mengatomisasikan bahan bakar agar lebih mudah dalam bercampur dengan udara sebelum bahan bakar keluar melalui nozzle utama. 

Fungsi dan Cara Kerja Solenoid Valve Pada Karburator

10:16 PM Add Comment
Pada karburator terdapat katup solenoid atau solenoid valve. Postingan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang sistem stationer dan kecepatan lambat pada karburator, karena komponen ini bekerja pada saat putaran mesin stationer (idle). Pada mobil diesel sering terjadi mesin hidup walaupun kunci kontak "OFF", di mobil bensin pun juga bisa terjadi. Peritiwa ini disebut dengan Dieseling. Pada mobil bensin, dieseling disebabkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang terbakar oleh panas yang berlebihan pada busi atau kerak yang membara yang menempel pada ruang bakar atau katup buang. 

Nah, untuk mencegah terjadinya dieseling pada mesin bensin, maka pada karburator dipasangi dengan katup solenoid (solenoid valve). Katup ini akan menghentikan supply bahan bahan bakar yang keluar melalui idle port, sehingga bahan bakar yang menuju ruang bakar hanya sedikit sekali sedangkan udara banyak, otomatis mesin akan mati dan tidak mengalami dieseling (mesin hidup walaupun kunci kontak sudah dalam posisi OFF).


Fungsi Solenoid Valve

Fungsi katup solenoid adalah untuk menghentikan supply bahan bakar yang menuju idle port, sehingga bahan bakar tidak keluar dari idle port dan tidak terjadi dieseling (mesin masih hidup ketika kunci konntak off).

Cara Kerja Solenoid Valve

Solenoid Valve Pada Karburator
Solenoid Valve Pada Karburator
Apabila mesin dihidupkan atau kunci kontak dalam posisi ON maka katup solenoid akan tertarik/terbuka membuka saluran bahan bakar sehingga bahan bakar dapat mengalir ke low speed circuit dan keluar dari idle port.

Solenoid Valve Pada Karburator
Solenoid Valve Pada Karburator
Ketika mesin dimatikan (kunci kontak OFF) maka solenoid valve ini akan menutup saluran bahan bakar, sehingga bahan bakar tidak dapat keluar melalui idle port. Mesin dapat mati, dan tidak mengalami dieseling. 

Untuk melihat cara kerja katup solenoid ketika membuka dan menutup dapat melihat gambar di atas. Biasanya katup solenoid terdiri dari satu kabel, kabel ini dihubungkan dengan terminal IG kunci kontak atau pada + koil (intinya disambungkan dengan kabel yang ketika IG mendapatkan arus, dan ketika kunci kontak OFF arus juga terputus). Ada juga katup solenoid yang terdiri dari 2 kabel, kabel yang satu dihubungkan dengan massa.

Bila terjadi kerusakan pada katup solenoid atau sirkuitnya maka dapat menyebabkan mesin tidak normal, terutama pada saat idle. Misal saja tidak sirkuit putus, maka katup solenoid akan tertutup terus, akibatnya bahan bakar tidak dapat keluar dari idle port sehingga kekurangan bahan bakar. Mesin pun akan mati, tetapi apabila dihidupkan kemudian digas maka mesin dapat hidup lebih lama, ketika tidak di gas maka mesin akan mati (tidak stationer). Jadi apabila katup solenodi tidak membuka, mesin dapat hidup tapi tidak dapat staioner (idle).

Sistem Kerja Karburator Pada Stationer dan Kecepatan Lambat

10:49 PM Add Comment
Sistem kerja pada karburator yang kedua setelah sistem pelampung adalah sistem stationer dan juga sistem kecepatan lambat. Sistem ini menjelaskan cara kerja karburator pada saat mesin masih stationer (idle = pedal gas belum diinjak oleh pengemudi) dan juga pada saat kecepatan lambat.

Ketika mesin masih berputar lambat dan throttle baru terbuka sedikit, maka udara yang masuk ke karburator jumlahnya juga masih sangat sedikit. Jumlah yang yang sedikit ini belum dapat membuat kevakuman pada ventury, sehingga bahan bakar tidak keluar melalui main nozzle (lihat pada sistem pelampung pada karburator). Maka dari itu primary low speed circuit diperlukan untuk menyalurkan bahan bakar di bawah throtle ketika mesin berputar idle dan kecepatan lambat. Dan berikut ini adalah penjelasannya :

1. Cara kerja karburator pada saat mesin berpurat idling (stationer)

Sitem Kerja Karburator Pada Saat Idle (Stationer)
Sitem Kerja Karburator Pada Saat Idle (Stationer)

Untuk memudahkan dalam memahami, silahkan lihat gambar dibawah ini. Apabila throttle valve (katup throttle) tertutup atau terbuka (sedikit sekali) maka yang terjadi pada bawah throttle valve adalah kevakuman yang besar (terjadi ketika langkah hisap). Sehingga akan menghisap bahan bakar yang telah bercampur dengan udara, campuran udara dan bahan bakar ini akan keluar dari idle port ke intake manifold dan akan masuk ke dalam silinder ketika langkah hisap.

2. Cara kerja karburator pada saat kecepatan lambat (throttle valve dibuka sedikit)

Sistem kerja karburator pada saat kecepatan lambat
Sistem kerja karburator pada saat kecepatan lambat
Ketika throttle valve dibuka sedikit dari pada keadaan stationer, maka jumlah udara yang mengalir akan bertambah. Hal ini tentu akan membuat kevakuman dibawah throttle menjadi berkurang, bahan bakar yang keluar dari idle port pun akan berkurang, sementara itu dari main nozzle belum keluar. Tentu ini akan membuat kekurangan bahan bakar, untuk mengatasinya maka karburato ditambah dengan sistem kecepatan lambat, pada saat ini pasokan bahan bakar akan bertambah dan keluar dari slow port.

3. Sekrup penyetel campuran idle

Untuk mengatur perbandingan antara udara dan bahan dibuat sekrup penyetel campuran idle, sekrup ini akan mengatur campuran udara dan bahan bakar ketika putaran idle. Kita dapat menyetelnya dengan cara memutarnya.  

4. Slow Jet

Jumlah bahan bakar yang disupplya untuk primary low speed circuit, diatur oleh slow jet. Bahan bakar akan melalui slow jet, ini kemudian akan m elewati sekrup penyeterl campuran idle dan bahan bakar akan keluar melalui idle port.

5. Air Bleeder

Air bleeder ini berguna untuk membantu atomisasi bahan bakar dan bercampur dengan udara.

6. Economizer Jet

Economizer jet ini berguna untuk menambah keceppatan aliran bahan bakar sehingga diperoleh campuran yang baik antara udara dan bahan bakar dari air bleeder.


Tipe Tipe Karburator Pada Motor dan Mobil

3:18 PM Add Comment
Tipe tipe karburator pada motor dan mobil ada beberapa macam, pembagiannya pun dibagi menjadi beberapa bagian seperti berdasarkan jumlah venturinya atau tipe arus dan jumlah barel. Karburator adalah salah satu komponen pada sistem bahan bakar bensin yang berguna untuk mencampur udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang diusahakan sesuai dengan kebutuhan mesin. Oke, langsung saja berikut adalah tipe tipe karburator.

A. Tipe karburator berdasarkan jenis ventury

Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
Jenis ventury yang digunakan pada mobil ataupun motor biasanya terdapat 3 tipe, yaitu venturi tetap (fixed venturiw), variable venturi, dan valve venturi. Variable venturi adalah tipe venturi yang paling sering digunakan, permukaan venturi pada venturi jenis ini di atur sesuai dengan banyak sedikitnya udara yang dihisap. 

Karburator tipe "N" pada mesin Daihatsu kayaknya sudah menggunakan venturi yang berjenis air valve, sehingga karburator ini membukanya air valve diatur dengan besarnya udara yang dihisap. Walaupun berbeda jenisnya dengan variable venturi tetapi kerjanya hampir sama dengan venturi tipe variabel.

B. Tipe karburator berdasarkan tipe aliran

Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
Karburator dapat dibedakan dari jenis alirannya. Karburator yang mencampur udara dan bahan bakar yang keluarnya mengara ke bawah disebut karburator arus turun, sedang yang keluarnya ke sisi (mendatar) disebut karburator arus datar. Pada mobil mobil karburator arus turun lebih banyak digunakan daripada tipe arus datar. 

C. Tipe karburator berdasarkan jumlah barel

Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
Barel adalah saluran untuk mencampur udara dan bahan bakar yang mengalir dari ventury ke inlet karburator. Bila hanya terdapat satu barel, maka karburator disebut dengan karburator singgle barel, tetapi bila terdapat dua disebut dengan karburator double barrel. Pada umumnya karburato singgle barel digunakan untuk mesin yang memiliki kapasitas kecil, sedangkan double barrel digunakan pada mesin yang memiliki kapasitas yang lebih besar atau sedang.

Fungsi Air Vent Tube Pada Karburator

9:30 PM Add Comment
Pada saat memahami sistem kerja karburator khusunya pada sistem pelampung, anda akan melihat gambar kerja yang mana pada gambar tersebut terdapat komponen yang disebut dengan air vent tube. Air vent tube ini dari ruang pelampung dan ujungnya berada di air horn. Lalu apa sih fungsi dari air ventube itu? Berikut ini kami jelaskan  :

Fungsi dari air vent tube adalah untuk Menstabilkan tekanan pada batas permukaan bensin agar tetap/konstan, atau agar tekanan yang berada di ruang pelampung sama dengan tekanan yang berada di air horn sehingga bahan bakar dapat mengalir dari ruang pelampung ke venturi yang tekanannya lebih rendah.

Jumlah bahan bakar yang keluar dari main nozzle ditentukan oleh perbedaan antara tekanan udara yang berada di venturi (A) dengan tekanan udara berada di dalam ruang pelampung.

Fungsi Air Ven Tube Pada Karburator
Fungsi Air Ven Tube Pada Karburator


Maka dari itu jumlah bahan bakar yang disalurkan ke venturi melalui main nozzle tergantung pada besarnya vakum yang terjadi di dalam venturi, maka dari itu tekanan yang berada air horn (C) dengan ruang pelampung (B) harus sama. tekanan udara di dalam air horn C dan di dalam ruang pelampung B diusahakan agar sama. 

Apabila air vent tube dan juga saringan udara ini tersumbat, maka tekanan udara yang berada di air horn akan menjadi rendah apabila dibandingkan dengan tekanan yang berada di dalam ruang pelampung. Hal ini membuat bahan bakar yang keluar dari main nozzle menjadi bertambah, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi gemuk. Tentu ini sangat merugikan, disamping lebih boros tenaga mesin juga kurang maksimal. Jadi ketika melakukan pembongkaran karburator, jangan lupa periksa air vent tubenya, OK!.

Kemudian apabila air horn terjadi kebocoran (kendor atau rusak perpaknya) maka akan membuat tekanan yang berada atsmosfir (udara keluar). Ini akan membuat jumlah bahan bakar yang dikirim oleh main nozzle akan bertambah dan campuranpun akan menjadi gemuk.

Sistem Pelampung pada Sistem Kerja Karburator

9:35 PM Add Comment
Salah satu sistem kerja pada karburator adalah sistem pelampung. Fungsi dari sistem pelampung adalah untuk Mengatur batas permukaan bensin dalam ruang pelampung agar relatif tetap (kostan). Semua karburator pasti terdapat sistem pelampung, mungkin hanya kontruksi atau bentuknya saja yang berbeda tetapi pada prinsipnya kerjanya sama. Untuk memahami cara kerjanya silahkan lihat gambar dibawah ini.

Alasan mengapa sistem pelampung ada pada karburator

Sistem Pelampung
Sistem Pelampung

Ketika pedal gas diinjak, maka udara akan mengalir melalui venturi. maka pada ventury akan terjadi kevakuman (tekanan rendah), hal ini akan membuat bahan bakar dari ruang pelampung akan keluar melalui main nozzel (nosel utama). Apabila perbedaan tinggi (h = LIHAT GAMBAR diatas) antara bibir nosel dan permukaan bahan bakar dalam ruang pelampung telah berubah, maka jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh nosel akan berubah juga. Maka permukaan bahan bakar yang berada di dalam ruang pelampung harus tetap (tidak boleh kurang ataupun kelebihan), agar permukaan bahan bakar ini tetap diperlukan suatu sistem, yang sekarang ini kita kenal sebagai sistem pelampung.

Cara kerja sistem pelampung pada sistem kerja karburator


1. Pengontrolan permukaan bahan bakar (Float Control Level)
Ketika bahan bakar dalam hal ini bensin yang telah dipompa oleh pompa bahan bakar, kemudian masuk ke ruang pelampung melalui needle valve yang terbuka. Pada saat terisi, maka pelampung lama-kelamaan akan terangkat. Dan needle valve akan menutup saluran dari pompa bahan bakar, sehingga bensin tidak dapat masuk ke ruang pelampung.

Cara Kerja Sistem Pelampung
Cara Kerja Sistem Pelampung
Bahan bakar tidak selamanya berada di ruang pelampung, bensin akan dipakai dalam proses pembakaran. Ketika bahan bakar di ruang pelampung berkurang, maka pelampung (float) akan bergerak turun (ke bawah). Needle valve juga ikut turun, sehingga saluran dari pompa bahan bakar akan terbuka. Bahan bakar akan masuk lagi ke ruang pelampung, ketika sudah penuh saluran akan tertutup lagi. Ketika berkurang akan terbuka lagi begitu seterusnya.

Baca selanjutnya : Fungsi Air Vent Tube pada Karburator

Sistem Kerja Karburator

2:49 PM Add Comment
Sistem kerja karburator terdiri dari beberapa macam. Namun dari semua sistem yang ada pada karburaot dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kerja dari karburato sehingga mampu mencampur udara dan bahan bakar dengan perbandingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin. Total pada karburator mobil toyota ada 11 sistem, untuk setiap mobil mungkin berbeda-beda tergantung dari jenis dan kontruksi yang digunakan. Pada motor pun juga berbeda, namun pada prinsipnya sama yaitu untuk memenuhi kerja karburator agar mampu mencampur udara dan bahan bakar dalam komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin.

Tetapi pada umumnya, karburator apapun itu pasti ada sistem-sistem utamanya seperti sistem pelampung, sistem stationer dan kecepatan lambat, sistem utama, sistem percepatan, sistem cuk dan lain sebagainya.

 
Kerja Karburator
Kerja Karburator


Sementara itu sistem tambahannya bisa berupa secondary hig  speed system, fast idle mechanisme, thermostatic valve, PCV, Declaration Fuel Cutt off System.

Agar lebih jelasnya, saya sebutkan sistam sistem kerja karburator :
  1. Sistem pelampung
  2. Sistem stationer dan kecepatan lambat
  3. Primary high speed system (sistem utama)
  4. Secondary high speed system
  5. Sistem tenaga (power sistem)
  6. Sistem percepatan (Acceleration system)
  7. Susten cuk (Choke System)
  8. Fast Idle Mechanisme
  9. Thermostatic valve
  10. Positive Crancase Ventilation
  11. Declaration Fuel Cut Off System
Sebelumnya telah kami bahas prinsip kerja dan kontruksi dasar karburator. Rencananya, kami akan menjelaskan ke sebelas sistem kerja pada karburator di atas. Jadi tunggu saja, kalau sudah saya tulis pasti saya update artikel ini dan saya letekkan linknya di samping point point diatas.

Prinsip Kerja dan Kontruksi Dasar Karburator

9:47 PM Add Comment
BisaOtomotif.com - Nah, pada malam hari ini BisO akan share tentang prinsip kerja dan juga kontruksi dasar dari karburator. Pada mobil maupun pada motor fungsi karburator adalah untuk Mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke silinder mesin dalam perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

" Prinsip Kerja Karburator "

Untuk memahami prinsip kerja dari karburator, kita dapat melihat prinsip pengecetan dengan menggunakan semprotan. Karena kedua-duanya menggunakan dasar kerja yang sama. Perhatikan gambat dibawah ini untuk lebih memahaminya, ketika seseorang meniup dari salah satu ujung penyemprot, dan disemprotkan ke arah pipa yang bagian bawahnya terdapat cairan, maka akan membuat tekanan didalam pipa turun. Sehingga cairan yang ada pada tabung penyemprot akan terhisap ke dalam pipa, dan akan terbentuk partikel-partikel kecil saat terkena hembusan udara. 


prinsip kerja dari karburator
prinsip kerja dari karburator


Semakin cepat orang tersebut menghembuskan udara, maka semakin banyak air yang terhisap ke dalam pipa. Anda bisa mencobanya dirumah untuk membuktikan peristiwa seperti ini, dan anda akan tahu prinsip kerja dari karburator.

" Kontruksi Dasar Karburator "

Kontruksi dasar karburator dapat anda lihat di gambar dibawah ini. Yang mana ini adalah gambar dengan komponen paling utama dan dasar dari sebuah karburator, komponen utamanya antara lain ada venturi, main nozzle, chooke valve, throttle valve, idle  mixture adjusting scre, float, needle valve, float chamber.

Kontruksi Dasar Karburator
Kontruksi Dasar Karburator
Karena ini hanya dasar, jadi penjelasannya mungkin belum detail. Untuk detailnya anda dapat mempelajari pada sistem kerja pada karburator. 

Pada saat langkah hisap, piston akan bergerak dari TMA ke TMB, sehingga akan membuat kevakuman di dalam ruang bakar. Katup hisap pada saat ini juga sudah membuka. Hal ini akan menghisap udara, udara dari luar akan masuk melewati filter udara kemudian karburator.

Besarnya udara yang masuk ke silinder ini diatur oleh katup throttle atau throttle valve, yang mana gerakannya diatur oleh pedal gas. Letakknya paling kanan disamping dari pedal rem yang berada di tengah.

Semakin pengemudi menginjak pedal gas, atau semakin throttle valve membuka maka aliran udaya yang masuk melalui saluran sempit (venturi) akan semakin bertambah, dan pada ventury tekanannya juga akan turun. Hal ini akan membuat bensin yang berada di dalam ruang pelampung akan terhisap dan keluar melalui main nozzle.

Jumlah udara maksimum yang masuk ke karburator adalah saat mesin berpurat pada kecepatan tinggi dan posisi throttle valve terbuka penuh. Kecepatan udara yang bergerak melalui ventury meningkat, dan bensin yang keluar dari main nozzle juga bertambah banyak.

Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar

4:41 PM Add Comment
BisaOtomotif.com - Salah satu komponen sistem bahan bakar adalah fuel filter. Fuel system pada kendaraan berguna untuk menyediakan, mengalirkan, menyaring bahan bakar untuk proses pembakaran di dalam silinder. Setiap kendaraan baik itu mobil, bus atau yang lainnya pasti pada fuel systemnya terdapat saringan bahan bakar atau fuel filter. Pada mobil bensin dan diesel pun juga terdapat fuel filter ini.

Pasalnya kebersihan dari bahan bakar sangat penting, terdapat kotoran sedikit saja maka dapat menyumbat aliran bahan bakar yang dapat mengganggu kinerja dari sistem bahan bakar. Bila tersumbatnya banyak, bisa jadi mobil tidak dapat dihidupkan karena aliran bahan bakar tersumbat.

Untuk menjaga agar bahan selalu dalam kondisi yang bersih, maka terdapat komponen yang diberi nama dengan FUEL FILTER. Fuel Filter ini dalam bahasa Indonesia berarti saringan bahan bakar. Komponen yang satu ini pasti ada di setiap kendaraan, baik itu mobil ataupun motor, baik itu yang menggunakan bahan bakar bensin atau yang menggunakan bahan bakar solar.

Dari uraian diatas sebenarnya sudah dapat diketahui fungsi dari fuel filter. Tapi agar lebih jelasnya berikut ini kami sebutkan fungsi dari saringan bahan bakar atau fuel filter.

Pada intinya saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran dan air yang terdapat pada bahan bakar agar nantinya tidak menyumbat aliran bahan bakar yang dapat menimbulkan berbagai masalah.
Biasanya fuel filter ini diletakkan diantara tangki dan juga pompa bahan bakar. Pada saringan bahan bakar untuk mobil bensin, elemen filter yang berada didalamnya, dapar menurunkan kecepatan aliran bahan bakar, sehingga air dan partikel kotoran yang massanya lebih berat dari bahan bakar akan turun dan mengendap dibawah.

Saringan bahan bakar ini umumnya tidak bisa dibuka, namun dapat dibersihkan apabila kotorannya belum parah. Bila sudah parah maka lebih baik diganti, dan bila rusak juga harus diganti karena tidak dapat dibuka dan dibersihkan. Berikut ini adalah penampakan dari fuel filter atau saringan bahan bakar pada mobil yang berbahan bakar bensin.  

Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar
Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar

Fungsi Fuel Tank pada Kendaraan Bermotor

2:52 PM Add Comment
BisaOtomotif.com - Kali ini akan kami bahas tentang fungsi fuel tank pada kendaraan bermotor. Salah satu komponen utama dalam sistem bahan bakar adalah tangki bahan bakar. Tangki bahan bakar ini disebut dengan fuel tank. Pada kendaraan bermotor baik itu pada mobil msupun pada motor pasti terdapat tangki bahan bakar. Karena komponen inilah yang bertugas untuk menampung bahan bakar.

Biasanya fuel tank ini terbuat dari lempengan baja yang tipis, dalam perkembangannya tanki bahan bakar terbuat dari bahan plastik yang anti karat. Atau menggunakan bahan lain yang tidak mudah berkarat juga.

Tangki bahan bakar pada mobil umumnya terletak di bagian bawah dan belakang. Tujuan diletakkan dibelakang adalah karena alsan keamaan, bila ditaruh di bagian depan kemudian mobil mengalami kecelakaan maka resiko tangki bocor semakin besar, dan dapat berisiko terjadnya kebakaran. Namun di bagian bukan berarti aman sepenuhnya, karena disana ada knalpot yang umumnya bersuhu panas. Jadi tangki biasanya ditempatkan agak jauh dari knalpot, namun tetap berada di bagian belakang.

Fuel tank tidak hanya berbentuk kotak sepenuhnya, di dalamnya terdapat penyekat-penyekat atau separator. Fungsi dari separator ini adalah untuk mencegah olakan bensin ketika kendaaraan berjalan yang dapat merubah tinggi permukaan bensin. Untuk melihat bagian-bagian dari fuel tank ini, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :

Bagian-bagian Fuel Tank
Bagian-bagian Fuel Tank


Lubang saluran hisap pompa bahan bakar diletakkan 2-3 cm dari dasar bensin untuk mencegah endapan atau kotoran ikut terhisap oleh pompa bahan bakar yang dapat menghambar saluran bahan bakar.

Tangki bahan bakar atau fuel tank ini memiliki fungsi untuk sebagai tempat penyimpanan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pembakaran. 

Untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang ada di tangki, kita tidak perlu memeriksa secara langsung di tangki. Karena sudah ada meter bahan bakar yang akan menginformasikan kepada pengemudi berapa jumlah bahan bakar yang ada pada fuel tank.

Fungsi Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump)

9:43 PM Add Comment
BisaOtotmotif.com - Salah satu komponen pada sistem bahan bakar adalah pompa bahan bakar. Pompa bahan bakar disebut juga dengan fuel pump. Bahan bakar tidak dapat mengalir sendirinya, kecuali tanki bahan bakar diletakkan di atas. Tetapi pada umumnya tangki bahan bakar pada mobil letakknya dibagian bawah, sehingga memerlukan pompa bahan bakar untuk memompa bahan bakar agar dapat bersirkulasi. Lalu apa sih fungsi dari pompa bahan bakar ini? Berikut adalah penjelasannya : 

Fungsi Pompa Bahan Bakar (Fuel Tank)


Pada mobil bensin fungsi dari pompa bahan bakar adalah memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar ke karburator (pada sistem bahan bakar konvensional) atau ke injector (pada mesin yang sudah injeksi.

Tanpa adanya pompa bahan maka bahan bakar tidak dapat mengalir dengan sendirinya ke karburator/injektor, pompa bahan bakar terdapat dua tipe yaitu tipe makink dan tipe elektrik. Tipe mekanik ini umumnya digunakan pada mobil yang sistem bahan bakarnya masih konvensional atau menggunakan karburator.

Sedangkan pompa bahan bakar tipe elektrik digunakan pada mobil yang sistem bahan bakarnya sudah injeksi. Tetapi ada juga mobil yang sistem bahan bakarnya konvensional menggunakan pompa bahan elektrik, sebenarnya banyak sih. Apalagi bengkel biasanya memodifikasi dari yang semula menggunakan tipe mekanik, dirubah menjadi tipe elektrik.

Pompa Bahan Bakar tipe Mekanik
Pompa Bahan Bakar tipe Mekanik
Gambar diatas adalah pompa bahan bakar tipe mekanik. Pada modul VEDC malan disebutkan bahwa ada dua buah fungsi dari pompa bahan bakar yaitu :

1. Memindahkan bensin dari tempat yang rendah (tangki) ketempat yang tinggi (karburator)
2. Menjaga tekanan bahan bakar tetap konstan

Baca juga : Harga oli pertamina mesran super

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

8:29 PM Add Comment
BisaOtomotif.com - Kali ini kami akan membahas tentang proses pembakaran pada motor diesel. Pada mesin diesel pembakaran tidak dilakukan oleh busi (spark plug) seperti pada motor bensin. Pembakarannya didapat dari panas ketika langkah kompresi. Pada langkah pertama atau langkah hisap, yang masuk kedalam silinder hanyalah udara saja (tidak bersama bahan bakar seperti pada mesin bensin). 

Udara kemudian dikompresikan, pada langkah inilah panas akan terbentuk. Sebelum piston mencapai TMA (sebelum langkah kompresi berakhir) injektor akan menyemprotkan bahan bakar, dan inilah awal dari langkah pembakaran. Bahan bakar yang disemprotkan tidak langsung terbakar begitu saja, saat bahan bakar belum terbakar ini disebut pembakaran tertunda. Biar lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

Proses pembakaran pada motor diesel dibagi menjadi 4 tahap, silahkan lihat gambar diatas. Dari ke-empat tahap tersebut dapat kita ketahui bahwa di setiap tahapnya terjadi perubahan suhu dan juga tekanan. Dan berikut adalah penjelasan dari ke-empat periode :

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel
Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

1. Pembakaran tertunda (A-B)
Bahan bakar yang telah diinjeksikan oleh injektor tidak langsung terbakar, titik A adalah saat dimana bahan bakar mulai disemprotkan oleh injektor, bahan bakar yang bertekanan dan berbentuk kabut tersebut akan bercampur dengan udara yang bersuhu dan bertekanan tinggi. A-B adalah pembakaran tertunda, sehingga pembakaran baru akan dimulai di titik B. 

2. Perambatan api (B-C)
Dari titik B, tekanan akan meningkat tajam hal ini dikarenakan piston terus bergerak ke TMA. Mulai di titik ini juga campuran udara dan bahan bakar yang telah merata di semua bagian dalam silinder akan terbakar, namun hanya di beberapa bagian saja. Setelah itu api akan merambat sangat cepat, dan membakar hampir semua campuran udara dan bahan bakar, terjadilah letupan (explosive). Letupan atau ledakan ini akan membuat tekanan dalam silinder meningkat drastis. Di titik C adalah awal pembakaran langsun.

3. Pembakaran langsung (C-D)
Periode yang ketiga adalah pembakarang langsung. Periode ini dimulai dari titik C. Nozzle injektor masih menyemprotkan bahan bakar, sampai di titik D barulah nozzle injector tidak menginjeksikan bahan bakar lagi. Karena injeksi bahan bakar ini masih berlangsung, dan di periode 2 sudah terjadi perambatan api maka bahan bakar yang disemprotkan oleh injector akan langsung terbakar. Inilah alasan mengapa disebut dengan pembakaran langsung.

Pada titik D adalah titik dimana tekanan maksimum pembakaran terjadi. Pembakaran diatur oleh jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injektor, sehingga tahap ini dapat juga disebut dengan tahap pengontrolan pembakaran. 

Baca juga : 7 Mobil yang paling diminati di Indonesia


4. Pembakaran lanjutan (D-E)
Titik D adalah titik tekanan maksimum pembakaran, dari titik D ini masih terjadi proses pembakaran karena bahan bakar belum seluruhnya habis terbakar. Dari D-E ini diharapkan bahan bakar dan udara yang belum terbakar, dapat terbakar semua.

Fungsi dan Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling

10:10 PM Add Comment
BisaOtomotif.Com - Ketika melakukan penggantian kampas kopling atau memperbaiki sistem kopling yang menharuskan transmisi dilepas maka ada beberapa komponen yang harus diperiksa. Salah satu komponen yang wajib diperiksa adalah release bearing. Release bearing atau yang disebut dengan bantalan pembebas ini berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork kemudian ke pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan. Selengkapnya lihat dalam artikel : Cara kerja kopling pada mobil.

" Pemeriksaan Release Bearing "

Bantalan pembebas atau release bearing biasanya merupakan unit bantalan tertutup dengan tipe pelumasan permanen, artinya tidak dapat dibuka, dibersihkan dan bagian dalamnya tidak bisa diberi pelumas dari dalam.

Salah satu gejalan release bearing ini rusak adalah adanya suara gemuruh atau abnormal ketika pedal kopling diinjak. 

Pemeriksaan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan secara visual. Yaitu dengan cara melihat apakah pada release bearing itu rusak, terbakar, tergores, retak atau aus. Jika hanya terdapat kotoran, tergores sedikit mungkin masih bisa digunakan (baru pemeriksaan secara visual). Tapi apabila kerusakannya parah, misalnya sudah terbakar, rusak, retaknya banyak maka release bearing sudah harus diganti.

 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling
 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling


Setelah melakukan pemeriksaan secara visual, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan kerjanya yaitu dengan cara :

a. Putarlah bantalan atau bearing dengan tangan, dan berilah tenaga pada arah aksial. Jika putaran terlalu kasar atau terasa terdapat tahanan yang tidak rata maka sebaiknya bantalan pembebas diganti dengan yang baru.

b. Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self centering system agar tidak tersangkut. Hub dan case harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau malah macet, maka release bearing harus diganti.


Biasanya juga ketika melakukan penggantian kampas kopling, releasse bearing ini selalu diganti baik dalam kondisi yang baik atau sudah buruk. Karena biasanya apabila tidak diganti, sebentar lagi akan rusak dan kalau menggantinya membutuhkan biaya yang agak mahal karena harus menurunkan transmisi dari kendaraan.

Sehingga untuk antisipasi saja, release bearing selalu diganti ketika melakukan penggantian kampas kopling atau clutch disc.

Cara Kerja Kopling Pada Mobil

5:15 AM Add Comment
BisaOtomotif.com - Sebelum membahas tentang cara kerja kopling pada suatu kendaraan atau mobil, sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu komponen-komponen kopling beserta fungsinya, agar nantinya anda lebih mudah memahami cara kerja dari kopling yang akan kami jelaskan berikut ini.

Kopling terdiri dari beberapa komponen utama seperti clutch disc, plat penekean, mekanisme penggerak kopling dan masih banyak lagi. Cara kerja kopling dibagi menjadi dua yaitu ketika pedal kopling di injak dan ketika pedal kopling dilepaskan. Berikut penjelasannya :

Cara Kerja Kopling
Cara Kerja Kopling

1. Cara kerja kopling pada saat pedal kopling diinjak

Pada saat pedal kopling diinjak maka release fork (tuas pembebeas) akan menekan release beraring (bantalan pembebas) ke depan sekaligus menekan diafragma spring (pegas diafragma) sehingga pegas diafragma akan mengungkit pressure plate. Dengan demikian plat kopling akan terbebas dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.

2. Cara kerja kopling pada saat pedal kopling dilepas

Pada saat pedal kopling dilepaskan, maka release fork akan kembali ke posisi semula, dan bantalan pembebas (release bearing) tidak menekan diafragma spring seperti pada saat kopling diinjak. Hal ini mengakibatkan pressure plate kembali menekan plat kopling (clutch disc) dengan fly wheel. Sehingga putaran dari mesin akan diteruskan menuju transmisi.  .

Demikian artikel tentang cara kerja kopling pada mobil, semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.

Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc) dan Fungsinya

5:31 PM Add Comment
BisaOtomotif.COM - Salah satu Komponen utama kopling adalah plat kopling, plat kopling atau clutch disc ini sering disebut juga dengan kampas kopling. Kampas kopling adalah komponen yang paling sering dilakukan penggantian, hal ini dikarenakan kampas kopling dapat aus dan apabila sudah aus maka dapat menyebabkan kopling selip.

Kopling selip ini tentunya sangat merugikan bagi pengemudi, pasalnya akan membuat kendaraan tidak bertenaga selain itu juga bahan bakar lebih boros dari biasanya. plat kopling berguna untuk meneruskan tenaga mesin dari fly wheel dan plat penekan ke input shaft transmisi. Plat kopling ini biasanya terbuat dari paduan bahan asbes dan juga logam. 

Oke, sekarang kita kembali ke pembahasan utama kita yaitu tentang bagian bagian utama kopling beserta dengan fungsinya.

"Bagian-bagian plat kopling"

Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc)
Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc)

1. Clutch hub
Bagian plat kopling yang pertama adalah clutch hub yang memiliki fungsi sebagai tempat perkaitan unit clutch disc dengan input shaft pada transmisi. Sehingga dapat memungkinkan unit plat kopling dapat bergerak maju mundur. 

2. Disc plate
Bagian plate kopling yang kedua adalah disc plate, fungsinya adalah sebagai rangka utama dari unit clutch disc yang digunakan untuk menahan beban kerja.

3. Torsion Dumper
Bagian plat kopling yang selanjutnya adalah torsion dumper. Torsion dumper ini adalah bagian plat kopling yang berfungsi untuk meredam hentakan/puntiran pada saat kopling mulai menghubungkan ataupun meneruskan putaran. Torsion dumper ini juga bekerja pada saat akselerasi maupun deselerasi.

4. Facing
Facing adalah bagian plat kopling yang berfungsi untuk memperbesar gesekan, sehingga pemindahan daya mesin dapat optimal.

5. Cushion Plate
Sekarang kita lanjut ke komponen plat kopling yang kelima adalah cushion plate. Komponen ini berguna sebagai dudukan facing dan juga memperhalus kerja kopling.

6) Paku Keling/ Rivet
Bagian ini mempunyai fungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion plate serta menyatukan
cushion plate dan disc plate.

Kapan Ban Mobil dan Motor Perlu Diganti?

2:05 PM Add Comment
Kapan Ban Mobil dan Motor Perlu Diganti? - Ban mobil terbuat dari karet, yang mana lama kelamaan akan mengalami keausan apabila terus digunakan. Dan keausan inilah yang memaksa anda untuk mengganti ban mobil anda. Selain terjadi keausan normal, masih terdapat beberapa penyebab lainnya yang mengharuskan anda untuk mengganti ban mobil anda. Lalu pada saat kondisi seperti apa ban mobil harus diganti? Berikut penjelasannya :

Kapan Ban Mobil dan Motor Perlu Diganti?
Kapan Ban Mobil dan Motor Perlu Diganti?


1. Ban aus
Pada umumnya ban akan mengalami keausan apabila terus digunakan, salah satu cara mengetahui tingkat keausan ban adalah dengan melihat Threat Whear Indicator (TWI). Apabila TWI ini sudah mulai terkikis, atau sejajar dengan thread maka ban sudah seharusnya dilakukan penggantian. Selebihnya tentang TWI dalam artikel berikut ini : Indikator keausan pada ban.

Begitu juga apabila ban ausnya tidak merata, apabila salah satu sisi sudah aus parah sedangkan sisi lainnya masih bagus maka ban tetap harus diganti. Keausan yang tidak merata ini bisa disebabkan oleh salahnya penyetelean wheel aligment, tekanan ban tidak standar, keausan/kerusakan komponen kemudi/suspensi dan lain sebagainya.


2. Ban meletus
Sepertinya kalau ban sudah meletus maka ban harus diganti, kalau bocor mungkin masih bisa digunakan lagi. Tetapi kalau sudah meletus biasanya ban luar akan sobek, dan tidak dapat digunakan lagi.

3. Terlalu banyak tambalan
Untuk jenis ban tubeless maka tambalan terletak pada ban luar, dan apabila semakin banyak tambalan maka dapat mengganggu kinerja. Disamping sudah tidak balance lagi, juga sangat berisiko apabila digunakan untuk perjalanan jauh. Jadi, apabila ban sudah terdapat banyak tambalan sebaiknya diganti.

4. Ban sobek, melembung
Apabila ban terisi dengan tekanan yang berlebihan dapat membuat ban melembung, dan pada akhirnya akan menyobekkan ban bagian luar. Ban yang seperti ini sebaiknya diganti agar risiko tidak semakin besar pada akhirnya nanti.

Mengapa ukuran wiper kiri dan kanan dibuat berbeda?

8:52 PM Add Comment
BisaOtomotif.net - Sekarang kita sudah memasuki musim penghujan, yang mana keberadaan dari wiper sudah mulai difungsikan, terutama pada saat hujan. Wiper ini akan menghapus air yang ada dikaca, sehingga pengemudi dapat melihat lebih jelas jalan di depannya.

Pada umumnya jumlah wiper dibagian kaca depan adalah dua buah, yaitu bagian kanan dan juga bagian kiri. Kalau anda perhatikan wiper yang kanan dan kiri itu ukurannya berbeda, wiper bagian kananlah (bagian pengemudi) yang lebih panjang khusus untuk mobil yang beredar di Indonesia.

Sebenarnya apasih alasannya mengapa wiper kiri dan kanan dibuat berbeda, kok ngak dibuat sama aja. Kan lebih enak dalam proses penggantian. 

Mengapa wiper kiri dan kanan dibuat berbeda?
Mengapa wiper kiri dan kanan dibuat berbeda?


Ukuran wiper sebelah kanan lebih besar karena digunakan untuk menghapus air pada kaca mobil yang berada di depan pengemudi, sehingga membutuhkan yang besar agar kaca benar-benar bersih dan pengemudipun dapat melihat jalan dengan sangat jelas.

Untuk contohnya kami ambilkan dari mobil Toyota Avanza, pada mobil ini ukuran untuk sisi kanan adalah 20 inchi, sedangkan untuk sisi kirinya adalah 16 inchi. Begitu juga dengan mobil lainnya seperti Honda Freed, sisi kanan berukuran 26 inchi dan sisi kirinya 14 inchi.

Ukuran pada setiap mobil berbeda-beda, jadi sebelum menggantinya perhatikan ukurannya. Jangan sampai salah, apabila salah maka dapat bermasalah. Kalau kepanjangan bisa jadi bertubrukan, bila terlalu pendek maka jangkauan wiper dalam membersihkan kaca juga semakin kecil.

Salah satu ciri karet wiper yang perlu diganti adalah sudah tidak bersih lagi dalam membersihkan kaca mobil dari air saat hujan. Ciri-cirinya terdapat garis-garis air yang tertinggal di kaca. Selain itu juga dapa diketahui dengan melihat kondisi karetnya. Karet yang rusak adalah karet yang tipis, getas, kaku dan tidak elastis.

Harga Oli Mesran Super Pertamina 20w-50 Terbaru 2016

9:50 PM Add Comment
Harga Oli Mesran Super Pertamina 20w-50 Terbaru 2016 - Salah satu dari badan usaha milik negara atau BUMN di Indonesia adalah Pertamina. Pertamina adalah Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara. Salah satu produk jebolan pertamnia antara lain Mesran, Prima xp, fastron, dan lian sebagainya. Pertamina adalah Mesran Super. Mesran super sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat, mengingat harganya yang terjangkau dan dengan kualitas yang tidak kalah dengan oli mesin lainnya.

Sebelumnya kami juga sudah membahas tentang Daftar Harga OLI STP Terbaru 2016.
 
Oli ini sepertinya kurang cocok untuk mobil-mobil keluaran terbaru, hal ini dikarenakan spesifikasinya yang masih kurang baik bila dibandingkan dengan oli lainnya seperti TOP 1, Shell HX 7, Fastron dll. 

Harga Oli Mesran Super Pertamina 20w-50 Terbaru 2016
Harga Oli Mesran Super Pertamina 20w-50 Terbaru 2016


Oli mesran dikhususkan untuk mobil yang menggunakan bahan bakar bensin, jadi tidak direkomendasikan penggunaannya untuk mobil

Oli mesran ini memiliki SAE 20 - 50 W sehingga cocok digunakan oleh mobil-mobil lama. Biasana usia pakai untuk oli mesran super ini sekitar 3000 km. Jadi kalau misalnya jarak tempuh kendaraan sudah 3000 km sejak penggantian oli, maka oli perlu diganti.

Harga oli mesran ini bisa dikatakan sangat bersahabat dengan kantong. Harganya sangat terjangkau. Anda dapat membeli oli mesran super pertamina 20-50 w ini hanya dengan harga kurang lebih Rp 40.000. Bahkan apabila anda langsung membeli di toko, harganya mungkin tidak sampai segitu untuk satu liternya.

Harga Oli Mesran 20w-50 1 liter : Rp 40.000
Harga Oli Mesran 20w-50 4 liter : Rp 150.000

Harga sewaktu-waktu dapat berubah. Di atas hanyalah perkiraan saja. Jadi belum tentu di tempat anda harga olinya segitu. Demikian informasinya, terimakasih.