Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling

11:56 PM Add Comment
Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling - Banyak kasus mesin sudah diseting sedemikian rupa, tapi masih saja tidak bertenaga. Terutama untuk angkatan pertama dan di jalan yang mendaki. Salah satu penyebab kasus ini adalah kampas kopling yang sudah aus/tipis, sehingga terjadi selip. Dalam artian, tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat disalurkan dengan sempurna ke transmisi.

Walaupun sudah di gas pol, tapi mobil tidak jalan-jalan. Itu juga salah satu tanda kampas kopling aus. Kampas kopling yang aus memang sudah wajar, namanya komponen yang bekerja pasti lama kelamaan juga akan mengalami kerusakan atau keausan. Cuman masalahnya adalah apabila keausan atau kerusakan komponen tersebut, terjadi dalam jangka waktu yang singkat dengan kondisi barunya. Ini menandakan adanya kesalahan, baik itu faktor penggunaan atau faktor penyetelan.

Yang akan kita bahas kali ini adalah kampas kopling yang aus dikarenakan salah pemakaian. Seringkali pengemudi menginjak kopling terlalu lama, atau malah menjalankan mobilnya dengan terus menerus menginjak kopling (walaupun hanya di injak sedikit).

Bila pedal kopling di injak sedikit saja, entah itu seperempat atau setengahnya maka akan membuat kampas kopling tidak tertekan oleh plat penekan, akibatnya kampas kopling tidak terhubung sepenuhnya dengan roda gila dan plat penekan. Kampas kopling hanya terhubung sedikit saja sehingga akan membuatnya selip. 

Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling
Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling


Kopling selip inilah yang akan membuat kampas kopling cepat aus, bila terlalu lama dalam menginjak pedal kopling (setengah koplin) kampas kopling yang selip akan panas dan lama kelamaan akan menyebabkan kampas kopling terbakar atau gosong. Kampas kopling yang terbakar, akan menimbulkan bau khas yang sangat menyengat. Waspada jika kampas kopling sudah terbakar, untuk memperbaiki kasus tersebut jalan satu-satunya adalah menggantinya dengan yang baru.

Anda dapat menginjak setengah pedalvkopling kalau memang diperlukan saja, misalnya untuk menjaga agar mobil idak mati. Tapi yang perlu diingat adalah jangan terlalu lama    dan terlalu sering menginjak pedal kopling dalam posisi setengah. Selain itu juga, setelah selesai melakukan perpindahan gigi, harus secepatnya lepas tu peda kopling. Tapi jangan terlalu cepat juga, nanti mesin mati lagi.

Umumnya pengemudi akan menginjak pedal kopling dalam posisi setengah ketika berada di jalanan yang macet, ada solusi yang lain seperti menggunakan percepatan gigi ke satu dan berjalan secara perlahan. Bila berhenti, lebih baik anda netralkan dan aktifkan handrem.

Fungsi dan macam macam lampu kepala (head lamp)

5:32 PM Add Comment
Fungsi dan macam macam lampu kepala (head lamp) - Setiap mobil yang masih standar pasti ada lampu kepala di bagian depannya. Dinamakan lampu kepala mungkin karena terletak di depan, dan merupakan lampu utama dari sebuah mobil sebagai penerang jalan terutama ketika di malam hari.

Lampu kepala ini biasanya terdiri dari lampu dekat dan lampu jauh. Lampu kepala dekat berarti jangkauan cahaya/sinar yang dipancarkan tidak sejauh lampu jauh. Umumnya juga lampu dekat memiliki daya yang lebih kecil bila dibandingkan dengan lampu jauh, sehingga dari cahaya yang dihasilkan lampu jauh pasti lebih terang dari lampu dekat.

Nah, pada kesempatan kali ini bisaotomotif.com akan share mengenai fungsi dan bagian bagian dari lampu kepala atau head lamp ini.

Fungsi lampu kepala (head lamp)

Lampu kepala atau yang sering disebut dengan head lamp ini berfungsi sebagai lampu yang menerangi jalan di bagian depan kendaraan. Umumnya lampu kepala terdiri dari lampu dekat dan lampu jauh, dan kita bisa mengaturnya melalui saklar yang disebut dengan dimmer switch.

Ketika lampu kepala hidup, maka lampu kota (tail light) juga dalam kondisi hidup. Sebaliknya, ketika lampu kota saja yang dihidupkan maka lampu kepala tidak hidup.

Macam-macam dan bagian bagian lampu kepala pada mobil

Lampu kepala berdasarkan kontruksinya dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu tipe sealed bem dan tipe semi sealed beam. Berikut kami jelaskan kedua tipe dari lampu kepala tersebut :

1. Lampu kepala tipe sealed beam
Lampu kepala jenis ini, bolamp lampu yang berada di dalam lampu kepala terpasang menjadi satu dengan lampu kepala tersebut. Semuanya menjadi satu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, artinya jika bolamp lampunya mati maka tidak dapat hanya mengganti bolamp lampunya saja, melainkan satu unit lampu kepala tersebut. Dapat juga didefinisikan sebagai suatu lampu kepala yang menggunakan filamen reflektor dan kaca bias dirakit menjadi satu tidak bisa dibuka-buka. Kalau satu filamen rusak semua unit perlu diganti.

2. Lampu kepala tipe semisealed beam
Lampu kepala tipe semisealed beam berbeda dengan tipe sealed beam. Perbedaannya terletak pada kontruksinya, kalau pada tipe semisealed beam bola lampunya dapat diganti ketika mati. Sehingga akan lebih memudahkan, dan tentunya lebih irit bila dilihat dari segi biaya.

Penggantian bola lampunya pun sangat cepat dan mudah, bola lampu untuk lampu kepala tipe semisealed beam ada dua yaitu tipe biasa dan tipe Quartz halogen. Untuk bagian-bagian dari lampu kepala tipe ini dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :
Lampu kepala tipe semisealed beam
Lampu kepala tipe semisealed beam
Keterangan gambar :
  1. Lampu pijar
  2. Reflektor
  3. Kaca bias
  4. Pemegang lampu kepala
  5. Tutup lampu pijar

Penyebab dan cara mengatasi rem mobil ngocok

3:11 PM Add Comment
Penyebab dan cara mengatasi rem mobil ngocok - Pernahkan anda mengalami rem ngocok? Rem ngocok merupakan suatu kondisi dimana anda harus menginjak rem mobil berulang kali untuk mendapatkan pengereman. Kondisi ini tentu membuat kita menjadi was-was, untuk itulah pada kesempatan kali ini bisaotomotif.com share mengenai penyebab rem ngocok. Selain penyebab yang perlu anda ketahui, cara mengatasinya pun juga perlu anda ketahui.

Penyebab rem ngocok

Ada beberapa penyebab rem ngocok, dan berikut adalah beberapa penyebab rem ngocok.

Penyebab dan Cara Mengatasi Reng Ngocok
Penyebab dan Cara Mengatasi Reng Ngocok
1. Adanya udara palsu didalam sistem
Adanya udara palsu ini akan membuat tekanan pedal tidak diteruskan ke wheel silinder, dan perlu penekanan berkali kali agar piston pada silinder roda dapat bergerak dan mendorong kampas (terjadi pengereman). Sementara itu penyebab adanya udara palsu dalam sistem ini adalah karena terjadinya kebocoran, kualitas minyak rem yang buruk, dan minyak rem yang panas.

2. Kampas rem yang sudah aus dan penyetelan rem yang tidak tepat
Bila kampas rem aus, dapat menyebabkan rem ngocok. Hal ini terjadi pada jenis rem tromol yang tidak disertai dengan penyetelan otomatis. Bila kampas rem aus atau penyetelan yang tidak sesuai, maka dibutuhkan beberapa kali injakan untuk membuat kampas bersentuhan dengan tromol.

Baca juga : Penyebab rem mobil blong

Mungkin dua hal itulah yang menjadi penyebab utama rem ngocok. Sementara untuk cara mengatasinya anda dapat melakukan hal berikut.

1. Cara mengatasi rem ngocok yang disebabkan oleh adanya udara palsu
Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah memeriksa apa penyebab adanya udara palsu didalam sistem, entara itu karena bocor, atau sebab yang lainnya. Bila sudah ketemu, perbaiki penyebabnya dulu baru dilakukan bleeding (pembuangan udara palsu dari dalam sistem).

2. Cara mengatasi rem ngocok akibat kampas rem aus dan penyetelan yang tidak sesuai
Periksa kampas rem, apakan sudah aus atau belum. Bila belum aus, anda hanya perlu menyetel ulang rem mobil anda. Dan bila sudah aus, maka anda perlu menggantinya dan menyetelnya.

Baca juga : Penyebab rem mobil bunyi

Yuk, Ganti air radiator secara rutin agar komponen ini awet

2:47 PM Add Comment
Yuk, Ganti air radiator secara rutin agar komponen ini awet - Komponen apapun itu bila dirawat dengan baik dan benar pasti usia pakainya akan lebih lama, dalam artian akan lebih awet. Salah satu yang harus anda perhatikan, ketika menservis mobil adalah kulaitas air pendingin atau air radiator.

Biasanya pemeriksaan kualitas air radiator ini terlupakan, padahal kualitas air radiator sangat mempengaruhi awet tidaknya komponen sistem pendingin. Kualitas air pendingin yang buruk akan berakibat pada timbulnya karat pada saluran-saluran maupun komponen-komponen sistem pendingin yang dilalui oleh air pendingin.

Salah satu komponen sistem pendingin yang paling sering terjadi kerusakan karena kualitas air pendingin yang buruk adalah thermostat, thermostat ini tidak akan bekerja apabila pada dinding-dindingnya dipenuhi oleh karat yang diakibatkan oleh kualitas air pendingin yang buruk.

Bengkel biasanya merekomendasikan ganti air radiator setiap 20.000 km. Agar lebih maksimal lagi, gunakan radiator coolant supaya kerja air pendingin lebih maksimal. Biasanya juga radiator coolant dilengkapi dengan zat anti karat, yang mencegah terjadinya korosi pada komponen sistem pendingin pada mobil.  

Yuk, Ganti air radiator secara rutin agar komponen ini awet
Yuk, Ganti air radiator secara rutin agar komponen ini awet


Thermostat yang berkarat tentu akan membuat kerjanya tidak maksimal, bahkan apabila benar-benar sudah parah dapat membuat thermostat tidak bekerja sama sekali. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila thermostat ini macet atau rusak yaitu.

Pertama apabila thermostat macet dalam kondisi terbuka, maka air pendingin yang berada di antara mesin akan mengalir ke radiator begitu sebaliknya secara terus menerus.  Ini akan membuat air pendingin mengalami over cooling karena terus didinginkan. Dan bila di pagi hari, anda harus bersabar memanaskan mesin karena mesin akan lebih lama mencapai temperatur kerja.

Kemungkinan kedua apabila thermostat macet dalam kondisi terteutup, maka air radiator/pendingin yang berada disekitar mesin tidak dapat ke radiator untuk didinginkan (begitu juga sebaliknya), hal ini akan membuat mesin mengalami over heating. Hal ini dikarenakan air pendingin yang telah menyerap panas, tidak dapat menuju ke radiator untuk didinginkan karena terhalang oleh thermostat yang menutup.

Overheating bukan masalah sepele, karena masalah tersebut dapat mendatangkan masalah yang lebih besar yaitu kerusakan komponen mesin yang lebih luas lagi. Overheating akan membuat suara mesin abnormal, kurang bertenaga, bbm boros, mobil mogok dan lain sebagainya. 


Kerusakan yang seperti ini bisa anda cega dengan secara rutin mengganti air pendingin mobil. Dan sangat disarankan anda menggunakan radiator coolant untuk air pendinginnya.

Toyota, belum ada rencana menghadirkan mobil LCGC 7 penumpang

5:29 AM Add Comment
Toyota, belum ada rencana menghadirkan mobil LCGC 7 penumpang - Mobil low cost green car atau mobil murah ramah lingkungan banyak disukai oleh masyarakat Indonesia terutama karena harganya yang murah. Namun karena kapasitas penumpangnya yang masih sedikit yaitu 4-5 orang, membuat mobil LCGC masih kalah dengan mobil MPV seperti avanza dan xenia.

Namun, dibalik itu semua masyarakat sebenarnya sangat menunggu-nunggu datangnya mobil LCGC yang berkapasitas 7 penumpang. Seperti yang dilansir di oto.detik.com dalam artikelnya menyebutkan bahwa toyota belum berniat untuk menghadirkan mobil LCGC berkapasitas 7 penumpang. Hal ini ditegaskan oleh direktur pemasaran toyota astra motor (TAM) Rahmat Samulo, beliau mengatakan bahwa toyota belum ada rencana untuk mengeluarkan mobil LCGC 7 penumpang, dan masih melihat-lihat pasar mobil di Indonesia.

Dia kemudian melanjutkan, bahwa untuk sekarang ini Toyota masih fokus dengan menjual mobil LCGC Agya, ia menuturkan bahwa penjualan mobil Agya di Indonesia sangat baik. Permintaan mobil ini juga masih sangat tinggi, sehingga kami akan fokus pada mobil yang satu ini.

 mobil LCGC Agya
mobil LCGC Agya


Rahmat melanjutkan, bahwa Toyota belum ada rencana kesitu, lagi pula untuk sekarang ini Toyota masih mempunyai Avanza dan kijang di kelas MPV (Multi Purpose Vehicle) yang mempunyai kapasitas 7 penumpang. 

Walaupun masyarakat Indonesia sangat menginginkan kehadiran mobil LCGC 7 penumpang, namun kalau melihat pasar mobil di Indonesia. Permintaan untuk mobil MPV masih sangat tinggi, itu artinya masih sangat suka dengan mobil MPV.

Jadi kita masih memilih untuk menfokuskan mobil Agya di kelas LCGC, dan belum ada rencana menghadirkan mobil LCGC 7 penumpang karena masih ada mobil Avanza dan Kijang.

Saat ini hanya ada satu mobil LCGC 7 penumpang yang ada di pasar otomotif Indonesia, yaitu Datsun Go + Panca.

Tapi kami melihat, para pabrikan mobil lainnya juga mulai mempelajari di segmen ini. Di IIMS 2 tahun yang lalu Suzuki telah menampilkan Karimun Wagon R dengan kapasitas 7 penumpang, dan itu statusnya baru konsep yang mungkin akan hadir di Indonesia ini.

Fungsi dan Komponen Sistem Pelumasan

4:52 AM Add Comment
Fungsi dan Komponen Sistem Pelumasan - Salah satu sistem yang sangat penting, dan ada pada mobil dan motor adalah sistem pelumasan. Sistem pelumasan ini terdapat beberapa komponen utama seperti pompa oli, filter (saringan) oli, oil pan, dan pengatur tekanan oli. Nah pada kesempatan kali ini bisaotomotif.com akan share tentang fungsi dan komponen sistem pelumasan, berikut ini adalah penjelasan dari kami :

Fungsi Sistem Pelumasan

Dari namanya sebenarnya sudah diketahui kegunaan dari sistem pelumasan ini. Fungsi dari sistem pelumasan ini adalah untuk :
Sistem pelumasan berfungsi untuk mensirkulasikan oli pelumas agar melumasi, membentuk oil film, membantu mendinginkan, merapatkan, mengeluarkan kotoran dan mencegah karat pada bagian-bagian mesin. Sistem pelumasan juga menjamin oli terhindar dari kotoran, karena sistem pelumasan dilengkapi dengan filter oli.

Fungsi dan Komponen Sistem Pelumasan
Fungsi dan Komponen Sistem Pelumasan
Bicara tentang sistem pelumasan, maka tidak terlepas dari oli pelumas. Sebenarnya ada berapa sih fungsi dari oli peluamas itu. Berikut adalah fungsi dari oli pelumas :
  • Oli akan membentuk oil film yang berguna untuk mencegah terjadinya kontak langsung antar logam, mengurangi gesekan dan mencegah panas yang berlebihan. Bila komponen logam yang saling bergesekan tidak dilapisi dengan oli maka akan menyebabkan beberapa hal, seperti keausan, kerusakan dan panas yang berlebihan.
  • Oli pelumas berfungsi juga untuk membantu mendinginkan komponen mesin yang dilewatinya
  • Oli pelumas juga berfungsi sebagai perapat antara piston dengan bagian dinding silinder
  • Oli mesin akan mengangkut dan mengeluarkan kotoran dari bagian mesin
  • Oli pelumas juga berguna dalam mencegah terjadinya karat pada komponen mesin 
Komponen-komponen sistem pelumasan
Sistem pelumasan terdiri dari :
  • Oli pelumas : pada intinya berfungsi untuk melumasi bagian-bagian mesin, dan fungsi yang lainnya dapat anda lihat di bagian atas ini.
  • Pompa oli : berfungsi untuk memompa oli pelumas agar dapat bersirkulasi dan melumasi seluruh komponen-komponen mesin.
  • Filter oli : berfungsi untuk menyaring oli mesin dari berbagai jenis kotoran

Fungsi Fly Wheel (Roda Penerus)

2:27 PM Add Comment
Fungsi Fly Wheel (Roda Penerus) - Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai fungsi dan kontruksi dari poros engkol. Yang mana crank shaft atau poros engkol ini akan merubah gerak lurus piston menjadi gerak bolak balik. Poros engkol berhubungan langsung dengan flywheel. Itu artinya apabila poros engkol berputar maka roda gila atau roda penerus ini juga akan berputar.

Lalu apa sih sebenarnya fungsi dari roda penerus ini? Berikut bisaotomotif.com merangkumnya dalam artikel yang berjudul fungsi fly wheel (roda penerus).

Fungsi fly wheel (roda penerus)

Fungsi Fly Wheel (Roda Penerus)
Fungsi Fly Wheel (Roda Penerus)
Roda gila atau fly wheel pada mesin memiliki fungsi yaitu untuk menyimpan tenaga putar, yag dihasilkan mesin pada saat melakukan langkah usaha. Tujuannya agar crank shaft tetap berputar dan melakukan langkah langkah lainnya.

Roda penerus akan menyimpan tenaga putar yang dihasilkan ketika langkah usaha, agar poros engkol dapat berputar dan melakukan proses langkah lainnya seperti langkah buang, langkah hisap dan juga langkah kompresi. Sehingga akan membuat mesin dapat berputar dengan lembut.

Bahan dasar dari roda penerus (fly wheel) adalah besi tuang yang mempunyai kualitas tinggi, fly wheel ini diikat oleh baut di bagian belakang crank shaft.
 
Pada roda gila ini dilengkapi dengan ring gear yang berguna sebagai perkaitan dengan gigi pinion dari motor starter. Jadi ketika motor starter dihidupkan, maka pinion pada motor starter akan berhubungan dengan ring gear dan memutar ring gear sehingga mobil akan hidup.

Pada transmisi otomatis, roda penerus ini tidak kita temukan, karena sudah digantikan dengan torque converter.

Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Crank Shaft)

10:48 PM Add Comment
Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Cranks Shaft) -  Salah satu komponen utama pada mesin adalah poros engkol. Poros engkol ini terpasang dibagian bawah pada blok silinder. Poros engkol disebut juga dengan crank shaft. 

Pada mesin, crank shaft atau poros engkol ini memiliki kegunaan yang sangat vital.  Poros engkol berfungsi untuk merubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar dengan perantara conecting rod, gerak ini pada akhirnya juga menggerakkan roda penerus (fly wheel).

Pada kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai fungsi dari piston. Yang mana piston ini akan menerima tenaga hasil pembakaran, dan tenaga ini akan diteruskan oleh connecting rod yang selanjutnya akan dirubah menjadi gerak putar oleh poros engkol.

Tenaga yang sudah dirubah menjadi gerak putar ini, otomatis akan menggerakkan fly wheel. Karena fly wheel berhubungan langsung dengan poros engkol ini. 

Sekedar pengetahuan saja bagian batang torak yang berhubungan dengan piston adalah small end. Sedangkan bagian batang torak (connecting rod) yang berhubungan dengan poros engkol disebut dengan big end. 

Fungsi poros engkol (crank shaft) 


Seperti yang saya singgung di atas, bahwa crank shaft ini akan menerima tenaga atau beban yang sangat besar, selain itu juga poros engkol berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka dari itulah poros engkol harus terbuat dari bahan yang berkualitas. Persyaratan bahan pembuat poros engkol antara lain :
  • Kuat, tahan terhadap pembebanan yang berubah-ubah
  • Permukaan pada bantalan harus tahan terhadap tekanan tinggi dan keausan
Umumnya poros engkol terbuat dari baja karbon dengan tingkatan dan daya tahan yang sangat baik.

Kontruksi poros engkol (crank shaft)


Setelah mengetahui fungsi dari poros engkol ini, selanjutnya adalah tentang kontruksi atau bagian-bagian dari poros engkol. Oke, untuk memperjelas silahkan perhatikan gambar di bawah ini : 

Bagian-bagian Poros Engkol
Bagian-bagian Poros Engkol
Dari gambar tersebut dapat kita perjelas lagi bahwa terdapat beberapa komponen di dalam poros engkol. Yaitu :

Crank pin (pena engkol) : bagian poros engkol yang akan dihubungkan dengan big end pada connecting rod, crank pin akan dipasangi bantalan yang biasa disebut dengan metal jalan.

Oil hole : merupakan lubang yang digunakan sebagai jalan oli untuk melumasi poros engkol.

Crank journal dan main jounal : bagian poros engkol yang dihubungkan dengan block silinder, main journal merupakan crank journal yang terletak di tengah. Crank jornal terdapat bantalan yang disebut dengan bantalan duduk (metal duduk), sementara pada main journal juga terdapat bantalan yang disebut dengan metal bulan.

Crank journal ini ditopang oleh bantalan poros engkol (metal duduk) pada crankcase, dan poros engkol berputar pada jornal.

Masing-masing crank jounal memiliki crank arm, atau arm dan crankpin terletak di ujung armnya.

Pada poros engkol juga dilengkapi dengan balance weight yang berguna untuk menjaga keseimbangan poros engkol ketika berputar.

Pada jenis mesin yang menggunakan susunan silinder tipe segari atau in line, jumlah dari pena engkol atau crankpin adalah sama dengan jumlah silindernya. Sedangkan pada mesin yang menggunakan susunan silinder tipe v, pena engkol (crank pin) berjumlah setengah dari jumlah silindernya.

Bentuk dari crank shaft ditentukan oleh banyak hal, seperti jumlah silinder, firing order atau urutan pengapian, dan lain sebagainya. 

Oli pelumas harus selalu melumasi bagian-bagian poros engkol yang bergerak, hal ini tentunya digunakan untuk mencegah terjadinya kontak langsung antara logam dengan logam, terutama antara fixed bearing dengan poros engkol selama berputar.

Untuk menyalurkan oli ini, poros engkol dilengkapi dengan oil hole (lubang oli), dan juga diperlukan adanya celah yang sesuai antara bantalan dan poros engkol. Celah ini digunakan sebagai ruang oli dalam membentuk oil film (lapisan oli). Celah ini sering disebut dengan oil clearance. Setiap kali melakukan overhaul, celah ini diperiksa dengan alat yang disebut dengan plastic gauge. Untuk spesifikasinya, setiap kendaraan pastinya berbeda-beda, silahkan lihat pada buku manual kendaraan yang bersangkutan.

Fungsi Ring Oli dan Ring Kompresi

3:23 PM Add Comment
Fungsi Ring Oli dan Ring Kompresi - Setelah pada kesempatan sebelumnya kita membahas mengenai fungsi dan kontruksi ring piston, yang mana pada postingan tersebut sudah saya singgung sedikit tentang fungsi dari ring oli dan kompresi, tetapi rasanya belum lengkap kalau saya bahas secara lebih mendetail lagi. Dan berikut ini adalah penjelasan dari bisaotomotif.com tentang ring oli dan ring kompresi.

Fungsi ring kompresi

Ring kompresi atau pegas kompresi ini dipasangkan pada alur yang terdapat pada torak, jumlah ring kompresi umumnya terdapat 2 buah. Tetapi pada mobil-mobil tertentu ada juga yang jumlah ring kompresinya lebih dari dua. Untuk piston yang terdapat dua buah ring kompresi, ring kompresi yang diletakkan paling atas disebut dengan top compression ring. Dan ring kompresi yang berada dibawahnya disebutnya dengan second compression ring.

Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa ring kompresi ini berguna sebagai perapat antara piston dengan dinding silinder supaya tidak terjadi kebocoran gas (campuran udara dan bahan bakar) pada saat melakukan langkah kompresi dan langkah usaha.


Ring kompresi ini memiliki tepi bagian atas yang agak runcing, hal ini dirancang untuk menjamin agar dapat berfungsi maksimal sebagai perapat dan untuk mengikis oli mesin dari dinding silinder ketika piston bergerak turun.

Fungsi Ring Oli dan Ring Kompresi
Fungsi Ring Oli dan Ring Kompresi

Fungsi ring oli (Fungsi dan Cara Kerja)

Pegas minyak atau ring oli pada intinya mempunyai dua buah fungsi utama yaitu untuk mengikis kelebihan oli pada dinding silinder, dan untuk membentuk lapisan oli tipis dan merata pada dinding silinder. 

Pembentukan lapisan pada dinding silinder ini sangat diperlukan, pasalnya semua komponen yang bergerak dan bergesekan pasti membutuhkan pelumasan agar tidak terjadi keausan yang cepat. Pembentukan lapisan oli ini juga berguna untuk mengurangi panas yang diakibatkan karena gesekan pada saat piston bergerak naik turun.

Ring oli ini terdapat dua macam yang paling sering digunakan pada setiap mobil, yaitu tipe integral dan tipe three piece.  

Ketika piston bergerak naik, maka oli akan keluar melalui lubang-lubang yang ada pada piston dan ring oli, sehingga akan melumasi dinding silinder. Dan ketika piston bergerak turun, oli akan terkikis oleh ring oli dan oli akan masuk ke ring oli, piston dan ke oil pan.

Fungsi dan Kontruksi Ring Piston (Pegas Torak)

6:37 AM Add Comment
Fungsi dan Kontruksi Ring Piston (Ring Kompresi & Ring Oli) - Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai fungsi dan kontruksi piston pada mobil dan motor, yang mana pada postingan tersebut juga sudah saya sebutkan tentang bagian-bagian dari piston. Pada piston terdapat alur yang digunakan sebagai dudukan dari ring piston. Umumnya ring piston ini jumlahnya terdapat 3, yang terdiri dari 2 ring kompresi dan 1 ring oli. Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda-beda, dan berikut bisaotomotif.com beri penjelasan tentang kedua jenis ring piston.

Fungsi ring piston

Kegunaan dari ring piston adalah untuk :

1. Sebagai perapat antara piston dengan dinding silinder
Fungsi ring piston yang pertama adalah sebagai perapat antara piston dengan dinding silinder, tujuannya adalah agar tidak terjadi kebocoran gas (campuran udara dan bahan bakar) pada saat langkah kompresi dan langkah buang.

Ring piston yang melayani fungsi ini adalah ring kompresi. Bila ring piston ini sudah aus, maka akan terjadi kebocoran kompresi yang akan berakibat mobil tidak bertenaga dan bila dicek tekanan kompresinya akan lebih kecil dari standarnya.

2. Mencegah oli masuk ke ruang bakar
Fungsi kedua dari ring piston adalah mencegah oli masuk ke ruang bakar, oli dibutuhkan sebagai pelumasan ketika piston bergerak naik dan turun. Dan bila tidak ada ring piston ini, maka oli dapat ikut masuk dan terbakar di ruang bakar, sehingga oli boros (cepat habis), asap di knalpot berwarna putih dan berbau oli yang terbakar.

3. Mengikis kelebihan oli pada dinding silinder
Fungsi ring piston yang ketiga adalah untuk mengikis kelebihan oli pada dinding silinder, setiap piston naik maka ring oil ini akan memberikan lapisan oli pada dinding-dinding silinder, dan ketika piston turun maka ring kompresi yang akan mengikisnya agar tidak tertinggal dan terbakar di ruang bakar.

4. Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan piston
Ring piston dibuat dari bahan yang bersifat konduktor, atau bisa menyalurkan panas. Maka salah satu fungsi ring piston adalah sebagai konduktor dengan kata lain memindahkan panas dari piston ke dinding silinder sehingga membantu dalam proses pendinginan piston.

5. Membentuk lapisan oli yang tipis pada dinding silinder
Ini merupakan fungsi dari ring oli (pegas oli) yang mana fungsinya adalah memberikan oli dan membentuk lapisan tipis oli di dinding silinder. Pembentukan lapisan ini terjadi ketika piston bergerak naik, sedangkan ketika piston bergerak turun ring piston akan mengikis lapisan oli tersebut.

Kontruksi ring piston (pegas torak)

Ring piston ini berbentuk seperti cincin yang terpotong, yang mana potongannya ini berbentuk potongan lurus (staight cut), potongan miring (diagonal cut) dan juga potongan bertingkat atau step cut. Agar lebih jelas bisa perhatikan gambar dibawah ini :

Fungsi dan Kontruksi Ring Piston (Pegas Torak)
Fungsi dan Kontruksi Ring Piston (Pegas Torak)
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, bahwa ring piston ini dipasang pada alur yang terdapat pada piston atau torak. Ring piston ini bila dipasang pada alurnya (pada piston) akan memiliki diameter yang lebih besar, sehingga dapat menekan dinding silinder ketika piston sudah terpasang di mesin. 

Ring piston ini juga terdapat celah, yang disebut dengan ring end gap. Besar celah ini berbeda-beda tergantung mesin yang digunakan, di kendaraan toyota celah ini umumnya sekitar 0,2 sampai 0,5 mm. Celah ini juga diperiksa pada saat melakukan overhaul, apakah masih sesuai dengan spesifikasinya atau tidak. Jika sesuai maka tidak perlu diganti, dan bila belum sesuai maka harus diganti. Celah yang terlalu besar akan membuat kompresi bocor, oli dapat masuk ke ruang bakar dan mesin tak bertenaga. Sedangkan celah yang terlalu kecil bisa berakibat pada patahnya ring piston, karena terlalu besar tekanannya dan tidak ada ruang yang tersisa.


Ring piston ini tidak dibuat dari bahan sembarangan, ring piston harus terbuat dari bahan dasar yang tahan terhadap panas, tidak mudah aus dan tahan lama. Biasanya pegas torak ini terbuat dari bahan besi tuang spesial yang berkualitas, sehingga tidak mudah aus, tahan lama dan tidak merusakan dinding silinder.

Fungsi Gasket (Perpak) Kepala Silinder

11:56 AM Add Comment
Fungsi Gasket (Perpak) Kepala Silinder - Salah satu komponen pada mesin yang tidak boleh terlupakan adalah gasket kepala silinder. Gasket ini berada diantara kepala silinder dengan blok silinder. Hal ini karena fungsinya adalah sebagai perapat antara kepala silinder dengan blok silinder agar tidak terjadi kebocoran gas, air pendingin dan oli.

Mengapa harus dipasangi gasket?
Dengan dipasangi gasket maka akan membuat rapat antara kepala silinder dengan blok silinder, tanpa gasket maka akan terjadi kebocoran gas, kebocoran oli dan kebocoran air pendingin. Ada beberapa kasus yang disebabkan oleh kerusakan perpak atau gasket kepala silinder seperti :
  • Mesin tak bertenaga karena terjadi kebocoran gas (kebocoran tekanan kompresi)
  • Oli bercampur dengan air pendingin yang berakibat pada kerusakan komponen mesin yang lain
  • Dll
Fungsi Gasket (Perpak) Kepala Silinder
Fungsi Gasket (Perpak) Kepala Silinder

Gasket kepala silinder yang bagus adalah yang memenuhi persyaratannya. Persyaratannya antara lain harus tahan terhadap panas dan tekanan tinggi yang dihasilkan pada saat proses pembakaran. Umumnya gasket kepala silinder ini dibuat dari bahan carbon clad sheet steel. Carbon clad sheet steel ini merupakan gabungan antara carbon dengan lempengan baja, karbon pada gasket ini menempel pada graphite, pada intinya keduanya beguna untuk mencegah kebocoran dan menambah kemampuan melekat pada gasket.

Jadi fungsi dari gasket kepala silinder adalah sebagai perapat antara kepala silinder dan blok silinder yang bertujuan mencegah terjadinya kebocoran gas pembakaran, oli dan air pendingin.

Yuk ketahui fungsi oil pan (bak oli) pada mobil

10:19 PM Add Comment
Fungsi oil pan (bak oli) - Salah satu komponen yang ada pada mobil adalah oil pan. Oil pan atau yang biasa kita sebut dengan bak oli atau kalter ini terletak dibagian bawah mobil. Kalau kita mengganti oli, pasti ketemu tuh yang namanya bak oli. Karena baut penguras oli letaknya di oil pan ini.

Oil pan atau bak oli berbentuk seperti bak, yang namanya bak pasti fungsinya tidak jauh-jauh sebagai tempat atau wadah barang. Lalu apasih fungsi dari bak oli atau oil pan ini. Berikut bisaotomotif.com jelaskan mengenai kegunaan oil pan :

Fungsi dari bak oli adalah untuk menampung oli mesin untuk pelumasan. Bak oli ini diberi packing atau perpak yang bertujuan agar tidak terjadi kebocoran, oil pan ini dibautkan dengan blok silinder. Bak oli akan menutupi bagian bawah dari blok silinder, yang terdiri dari poros engkol dan komponen lainnya.

Fungsi oil pan (bak oli)
Fungsi oil pan (bak oli)

Bahan dasar untuk membuat bak oli ini adalah baja, oil pan diberi separator (penyekat) yang berguna agar permukaan oli tetap rata pada saat kendaraan di posisi miring. Bila tidak ada separatornya, maka permukaan oli tidak rata dan bisa jadi pompa oli tidak menyentuh oli. Sehingga oli tidak naik dan melumasi komponen mesin yang berada diatasnya.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa di bak oli atau oil pan ini terdapat baut penguras oli. Baut penguras oli ini digunakan ketika mengganti oli, baut gunanya sebagai penyumbat lubang yang digunakan sebagai jalan oli ketika mengganti oli mesin.


Kebanyakan kasus, oli bocor melalui baut penguras oli. Sebagiannya lagi juga ada yang bocor dibagian oil pan, yang disebabkan terjadinya kebengkokan atau kerusakan pada perpaknya.

Jenis dan macam ruang bakar pada motor bensin

9:43 PM Add Comment
Jenis dan macam ruang bakar pada motor - Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai fungsi kepala silinder, yang mana salah satu bagian dari kepala silinder adalah ruang bakar. Ruang bakar disebut juga dengan Combustion chamber. Nah, pada motor bensin ruang bakar ini terdapat beberapa jenis dan macamnya, berikut bisaotomotif.com share tentang jenis dan macam-macam ruang bakar pada motor bensin.

1. Ruang bakar setengah bulat - jenis ruang bakar

Jenis ruang bakar yang pertama adalah ruang bakar setengan bulat, combustion chamber tipe ini memiliki permukaan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan ruang bakar yang lain dengan kapasitas mesin yang sama. Ruang bakar ini mempunyai efisiensi panas yang sangat tinggi, selain itu juga kontruksi dari ruang bakar jenis ini lebih sempurna. Akan tetapi combustion chamber tipe ini juga mempunyai kekurangan, yaitu rumit dalam hal penempatan mekanisme katupnya. Untuk kontruksi dari macam ruang bakar ini dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :

Ruang bakar model setengah lingkaran
Ruang bakar model setengah lingkaran

2. Ruang bakar model baji - macam ruang bakar

Macam ruang bakar yang kedua adalah model baji, model ruang bakar yang satu ini juga memiliki efisiensi panas yang baik, selain itu juga mempunyai kontruksi mekanisme katup yang lebih sederhana lagi bila dibandingkan dengan ruang bakar setengah bulat. Kontruksi dari ruang bakar tipe baji, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.

Raung bakar model baji
Raung bakar model baji

3. Ruang bakar tipe bak mandi - macam ruang bakar

Jenis ruang bakar yang ketiga adalah model bak mandi, sesuai dengan namanya ruang bakar model ini memang seperti bak mandi. Kontruksi dari ruang bakar model bak mandi ini cukup sederhana, sehingga biaya produksinya pun tidak mahal. Hal ini dikarenakan katup yang digunakan memiliki diameter yang kecil. Dengan bentuk ruang bakar yang menyerupai bak mandi, maka nantinya akan terjadi pusaran gas yang berguna untuk memaksimalkan pembakaran. Sama dengan ruang bakar yang lain, ruang bakar tipe ini juga mempunya kerugian. Kerugiannya adalah pada saat menghisap campuran udara dan bahan bakar, atau pada saat membuang gas hasil pembakaran kurang sempurna bila dibandingkan dengan jenis ruang bakar yang lainnya. 
Ruang bakar tipe kamar mandi
Ruang bakar tipe kamar mandi

4. Ruang bakar model pent roof - jenis ruang bakar

Macam ruang bakar yang keempat adalah ruang bakar model pent roof, model ini berbentuk segi empat, dan apabila dihubungkan ke titik pusat hampir sama dengan atap suatu bangunan, sehingga disebut dengan pent roof. Karena bentuknya yang seperti atap rumah, ruang bakar ini digunakan pada mesin yang memiliki katup dengan jumlah yang melebihi 2 setiap silindernya.
Ruang bakar model pent roof
Ruang bakar model pent roof
Kelebihan dari ruang bakar model ini adalah memberikan efek semburan gas yaang lebih cepat terbakar, dan penempatan spark plug berada di tengah dari ruang bakar.

Pengertian dan Rumus menghitung piston displacement (volume langkah)

11:47 AM Add Comment
Pengertian dan Cara menghitung piston displacement (volume langkah) - Piston displacement ini disebut juga dengan volume langkah. Piston displacement kayaknya dipelajari ketika kita kelas 10 smk. Volume langkah poston dapat diuku dengan mengukkur masing-masing silinder. Untuk menghitungnya pun terdapat rumus-rumus tertentu, yang bia anda dapatkan.

Piston displacement ini sering disingkat juga dengan displacement. Oke, untuk lebih paham tentang piston displacement baca ulasan berikut ini sampai akhir ya.

Pengertian piston displacemen.


Definisi dari piston displacement atau volume langkah adalah total volume silinder yang dilalui piston, yaitu dari posisi piston di garis paling bawah (tmb) sampai titik mati atas (tma). Piston displacement digunakan khusus untuk mesin yang jumlah pistonnya masih satu, sementara untuk mesin yang jumlahnya piston lebih satu tidak disebut dengan piston displacement melainkan total displacement.

Karena merupakan volume langkah, tentu semakin besar volume langkah semakin besar pula output mesin yang dihasilkan. Tentunya harus didukung dengan sistem-sistem pendukung lainnya. Untuk menghitung piston displacement perlu mengumpulkan data-data terlebih dahulu, seperti diameter silinder dan panjang langkah piston. Setelah data tersebut diketahui, baru bisa menghitung piston displacement dengan menggunakan rumus dibawah ini. Agar lebih jelas lagi tentang piston displacement, pahami juga gambar dibawah ini :
Piston displacement (volume langkah piston)
Piston displacement (volume langkah piston)
Baca juga : Fungsi dan bagian-bagian piston

Rumus piston displacement (volume langkah)

Berikut adalah rumus piston displacement :
Piston displacement (volume langkah piston)
Piston displacement (volume langkah piston)

Tentu bagi anda yang masih asing dengan rumus diatas, masih bingung apa itu L, apa itu N dll. Dan berikut adalah keterangan dari gambar rumus diatas :

V = Piston displacement / volume langkah
D = Diameter silinder
L = Panjang langkah piston dari tma ke tmb
N = Jumlah silinder

Baca juga : Sistem pendingin (cooling system) pada mobil

Nah mungkin cukup sampai sekian saja artikel yang berjudul tentang pengertian dan rumus menghitung piston displacement. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.

Fungsi dan bagian mekanisme katup

6:08 AM Add Comment
Fungsi dan bagian mekanisme katup - Pada semua motor atau mobil terdapat katup yang berguna untuk membuka dan menutup saluran, baik itu saluran buang atau saluran masuk. Yang membuka/menutup saluran buang disebut dengan katup buang, dan yang membuka saluran hisap disebut dengan katup hisap. Nah, yang mengatur kerja atau menggeakkan katup disebut dengan mekanisme katup. Apa fungsi dan bagian-bagian dari mekanisme katup? Berikut kami jelaskan dan sebutkan :

Fungsi mekanisme katup

Mekanisme katup mempunyai dua kegunaan, yaitu mengatur pemasukan campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar, dan mengatur pembuangan gas hasil sisa pembakaran ke udara luar.

Bagian-bagian mekanisme katup

Pada dasarnya komponen dari mekanisme katup terdiri atas katup, poros nok, rocker arm, spring, dll. Dan berikut adalah gambar dari mekanisme katup tipe OHV (Ovver head valve).
Fungsi dan bagian mekanisme katup
Fungsi dan bagian mekanisme katup

Yang perlu anda ketahui adalah bahwa mekanisme katup umumnya terdapat tiga jenis, yaitu OHV, OHC dan DOHC.

Over head valve (ohv) merupakan salah satu mekanisme katup yang letak poros nok (cam shaftnya) terletak dibawah sedangkan katupnya di atas. Untuk meneruskan gerakan dari poros nok ke katup, mekanisme ini diperlukan push rod.

SOHC (singgle over head camshaft) merupakan salah satu mekanisme katup yang letak dari cam shaftnya diatas (pada kepala silinder) dan jumlah camshaftnya hanya satu. Sedangkan DOHC (double over head camshaft) hampir sama dengan OHC, hanya saja jumlah dari camshaftnya double (2). 

Lebih lengkap tentang macam macam mekanisme katup bisa membaca di dalam artikel ini : Mengenal apa itu OHC, SOHC dan DOHC

Proses Kerja Motor Diesel 4 Tak

6:09 AM Add Comment
Proses Kerja Motor Diesel 4 Tak - Pada dasarnya proses kerja atau prinsip kerja dari motor diesel ini hampir sama dengan proses kerja pada motor bensin. Motor diesel juga dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu motor diesel 2 tak dan motor diesel 4 tak.Namun, dalam perkembangannya motor diesel 4 tak menjadi yang paling umum digunakan untuk jenis motor diesel.


Motor diesel 4 tak dengan motor bensin 4 tak sebenarnya proses kerjanya hampir sama, sama sama terdiri dari 4 langkah yaitu langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha dan terakhir adalah langkah buang.

Cuman yang membedakan adalah pada motor bensin yang dihisap dan dikompresi adalah campuran udara dan bahan bakar. Kalau pada motor diesel yang dihisap dan dikompresi adalah hanya udara saja. Kemudian perbedaan pada langkah usahanya, kalau di motor bensin campuran udara dan bahan bakar meledak karena adanya percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi. Sementara pada langkah usaha, bahan bakar diesel (solar) baru disemprotkan, dan akhirnya meledak atau menghasilkan langkah usaha karena udara yang telah dikompresi bersuhu tinggi.


Maka dari itu motor diesel sering disebut dengan motor pembakaran dengan tekanan kompresi. Udara hanya dikompresi hingga temperaturnya naik, kemudian baru disemprotkan solar ke ruang bakar dan terjadilah pembakaran (langkah usaha).


Dengan pembakaran yang dilakukan dengan memanfaatkan tekanan kompresi ini, motor diesel juga dikenal sebagai motor yang mempunyai efisiensi tinggi, dan mampu untuk menghasilkan tenaga yang besar.


Pada motor diesel juga terdapat dua katup, yaitu katup hisap dan katup buang. Katup hisap tentunya berguna untuk membuka saluran hisap agar udara dapat masuk dalam silinder, sedangkan katup buang berguna untuk membuka dan menutup saluran buang yang merupakan jalan bagi gas hasil pembakaran untuk keluar.

Oke, daripada tambah bingung berikut www.bisaotomotif.com jelaskan tentang proses kerja motor diesel 4 tak.

Proses Kerja Motor Diesel 4 Tak
Proses Kerja Motor Diesel 4 Tak

1. Langkah hisap - proses kerja motor diesel 4 tak

Sama seperti pada motor bensin, langkah pertama pada proses kerja motor 4 tak adalah langkah hisap. Pada langkah ini piston atau torak bergerak dari titik mati bawah (tmb) ke titik mati atas (tma). Katup hisap akan terbuka dan katup buang tertutup, karena terjadi kevakuman pada silinder, maka udara akan terhisap dan masuk ke dalam silinder. Proses langkah hisap pada proses kerja motor diesel yang dihisap hanyalah udara saja, tidak campuran udara dan bahan bakar seperti pada motor bensin.

Pada langkah ini yang terjadi adalah :
  • Piston bergerak dari atas ke bawah
  • Katup masuk terbuka dan katup terbuka
  • Udara akan tehisap kedalam dan tersaring oleh filter udara.

2. Langkah kompresi - proses kerja motor diesel 4 tak

Setelah langkah hisap, udara yang telah terhisap dan masuk kedalam silinder akan dikompresi hingga tekanannya naik. Ingat pada motor diesel yang dikompresi hanyalah udara saja, tidak dengan bahan bakar seperti pada motor bensin. Pada saat langkah kompresi yang terjadi adalah :
  • Piston bergerak dari tmb ke tma
  • Kedua katup dalam kondisi menutup
  • Udara akan dikompresikan yang membuat tekanan udaranya menjadi sekitar 30 kg/cm2 dengan suhu yang sangat tinggi yaitu 500 derajat celcius.
Perbandingan kompresi pada motor diesel sangatlah tinggi, rasio kompresinya yaitu antara 14 : 1 sampai 24 : 1. Tentu ini lebih besar bila dibandingkan dengan rasio kompresi pada motor bensin. Dengan dikompresi ini temperatur udaranya bisa mencapai 900 derajat celcius. Pada langkah kompresi bagian akhir, bahan bakar diesel akan disemprotkan oleh injektor ke dalam ruag bakar. Akibatnya, solar akan terbakar oleh panasnya udara yang diperoleh saat langkah kompresi.

3. Langkah usaha - proses kerja motor diesel 4 tak

Setelah melalui langkah kompresi, maka akan menuju ke langkah yang ketiga adalah langkah usaha. Pada langkah sebelumnya, setelah udara dikompresi dan tekanannya naik. Nozzle injector akan menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar dalam bentuk kabut, sehingga akan terbakar karena udara tadi suhunya sangat tinggi.
Pada langkah ini yang terjadi adalah :
  • Terjadi langkah pembakaran
  • Menghasilkan langkah usaha
  • Dan membuat piston bergerak dari titik mati atas (tma) ke titik mati bawah

4. Lankah buang - proses kerja motor diesel 4 tak

Sama halnya pada motor bensin, langkah terakhir pada proses kerja motor diesel adalah langkah buang. Dalam langkah ini gas hasil pembakaran akan dibuang ke udara bebas melalui saluran udara buang (exhaust manifold). Yang terjadi pada saat langkah ini adalah :
  • Katup hisap menutup
  • Katup buang membuka
  • Piston bergerak dari TMB ke TMA
  • Gas sisa hasil pembakaran akan keluar ke udara bebas melalui saluran buang 
Baca juga : Cara kerja motor bakar 4 tak untuk mesin bensin

Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil

5:03 PM Add Comment
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil - Pada sistem pengapian konvensional umumnya masih menggunakan satu ignition coil untuk melayani semua silinder, pada kesempatan sebelumnya kita juga sudah membahas mengenai fungsi dan kontruksi iginition coil. Ignition coil tersebut biasanya dilengkapi dengan tahanan balast atau ballast resistor yang berguna untuk membatasi arus yang mengalir ke ignition coil. Oke, mungkin anda masih sedikit bingung tentang fungsi dari ballast resistor ini, berikut bisaotomotif.com jelaskan tentang kegunaan dari ballast resistor. 

Mengapa ignition coil perlu ditambah dengan ballast resistor?

Pada sistem pengapian konvensional yang umumnya masih menggunakan platina atau kontak pemutus, arus primer yang mengalir tidak boleh melampaui atau lebih besar dari 4 ampere. Akibat jika arus primer melebihi dari 4 ampere adalah :
  • Kontak point atau kontak pemutus (pada platina) cepat rusak atau aus, sehingga boros pemakaian platina
  • Koil panas yang akhirnya membuat mobil macet, sulit dihidupkan bahwa bisa membuat koil meledak

Berapa besar tahanan ballast (ballast resistor)?

Bila tegangan baterai sekitar 12,5 volt, dan arus yang diijinkan adalah kurang dari 4 amper maka kira-kira tahanan ballastnya adalah sekitar 3,1 ohm. Ini diperoleh dari hukum ohm yang mana R = V/I. 
Jadi : R = 12,5 VOLT / 4 Ampere = 3,1 ohm. Besar tahanan ini hanya kira-kira saja, dan menurut teori yang berlaku. Dan mungkin akan berbeda pada kenyatannya.  Untuk lebih tepatnya silahkan lihat buku manual atau buku pedoman reparasi mobil yang bersangkutan.  

Berikut adalah gambar rangkaian sistem pengapian dengan tahanan balast (ballast resistor)
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil

Fungsi ballast resistor (tahanan ballast)

Kegunaan dari ballast resistor adalah seperti yang saya singgung di bagian atas tadi. Bahwa ignition koil bila dialiri arus yang melebihi batas akan membuat ia cepat panas, yang akhirnya akan membuat kerusakan pada koil pengapian. Atau membuat kinerjanya tidak maksimal karena pengaruh suhu panas. Jadi fungsi dari tahanan ballas adalah sebagai tahanan yang membatasi arus agar arus primer yang mengalir tidak melebihi dari spesifikasi yang diperbolehkan (umumnya 4 amper), sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada platina, dan tidak membuat koil menjadi panas yang berakibat mobil mogok/macet/sulit starter.

Macam macam ballast resistor (tahanan ballast)

Umumnya terdapat dua jenis atau macam dari tahanan ballast ini, yaitu internal ballast resistor dan external ballas resistor. Internal ballast resistor berarti tahanan balastnya sudah menjadi satu kontruksi dengan ignition coil, jadi tidak kelihatan secara langsung. Berbeda dengan external ballast resistor, yang mana tahanan ballastnya terletak di luar, sehingga sangat jelas dilihat oleh mata. Pada prinsipnya keduanya sama, hanya berbeda masalah penempatannya saja.

Fungsi dan Kontruksi Ignition Coil (Koil Pengapian)

2:51 AM Add Comment
Fungsi dan Kontruksi Ignition Coil (Koil Pengapian) - Salah satu syarat suatu mesin dapat hidup adalah adanya panas, pada mesin bensin panas dihasilkan dari percikan bunga api. Dan yang mengatur percikan bunga api ini disebut dengan sistem pengapian. Sistem pengapian yang masih konvensional terdiri dari beberapa komponen utama seperti baterai, kunci kontak, ignition coil, distributor, platina, kondensor dan busi. Sementara itu pada sistem pengapian langsung atau direct ignition system sudah tidak ada lagi distributornya, karena pembagian arus dilakukan oleh ECU. Dan pada DIS (direct ignition system) ini ignition coil ada setiap silinder, artinya satu coil melayani satu silinder. Ada juga satu coil yang melayani dua silinder. Kita belum akan membahas ignition coil yang ada pada direct ignition system, melainkan membahas tentang ignition coil pada sistem pengapian konvensional.

Tanpa adanya ignition coil maka busi tidak dapat memercikkan bunga api, karena fungsi dari ignition coil ini adalah untuk merubah tegangan baterai yang rendah (kurang lebih 12 volt) menjadi tegangan super tinggi, koil akan merubah tegangan bateri menjadi tegangan tinggi sekitar 10 ribu volt bahkan lebih yang digunakan untuk menghasilkan bunga api pada busi.

Tegangan super tinggi ini akan dialirkan ke busi pada masing-masing silinder sesuai urutannya. Kita tahu bahwa pada busi terdapat celah antara elektroda tengah dengan elektroda negatifnya, dengan tegangan yang tinggi tersebut maka tegangan dapat meloncat dari elektroda tengah (positif) ke elektroda negatif sehingga menghasilkan percikan bunga api yang kuat. 

Sehingga untuk membuat terjadinya loncatan bunga api yang kuat, diperlukan tegangan yang tinggi pula. Bila tegangan yang dialirkan ke busi rendah, maka tidak dapat menghasilkan percikan bunga api yang kuat. Nah, sekarang sudah tahu kan tugas dari ignition coil ini.

Fungsi ignition coil (koil pengapian)

Ignition coil atau koil pengapian pada sistem pengapian berfungsi untuk meningkatkan atau merubah tegangan rendah baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi (10 ribu volt lebih) agar dapat menghasilkan loncatan bunga api pada busi. 

Kontruksi ignition coil (coil pengapian)

Pada sistem pengapian yang masih konvensional, biasanya terdiri dari satu coil untuk melayani semua silinder, untuk gambar ignition coil dapat anda lihat di gambar berikut ini. Pada intinya koil terdiri dari inti besi, dan dua jenis kumparan yakni kumparan primer dan kumparan sekunder. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini yang disertai dengan nama komponennya :

Kontruksi Ignition Coil
Kontruksi Ignition Coil

Keterangan gambar (komponen-komponen ignition coil)
  1. Terminal tegangan tinggi
  2. Isolasi pemisah kumparan
  3. Isolasi penutup
  4. Penghubung tegangan tinggi melalui kontak pegas
  5. Rumah/body
  6. Pengikat
  7. Plate jacket (magnetic)
  8. Kumparan primer
  9. Kumparan sekunder
  10. Sealing compound
  11. Insulator
  12. Inti besi
Inti besi atau core pada koil biasanya terbuat dari baja silicon tipis yang digulung ketat, inti besi ini nantinya akan dililiti oleh kawat yang nantinya kita sebut sebagai kumparan.

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa koil terdiri dari dua kumparan, yaitu kumparan primen dan kumparan sekunder. Kedua kumparan ini dililitkan ke inti besi, yang kumparan sekunder dililitkan ke inti besi secara langsung, sedangkan yang kumparan primer dililitkan setelah kumparan sekunder.Oke, kita bahas satu persatu kedua kumparan tersebut. 

#. Kumparan skunder
Kumparan sekunder mempunyai diameter kawat sekitar 0,01 - 0.1 mm. Kebalikannya, dengan diameter kawat yang keci, tetapi jumlah lilitannya sangat banyak yaaitu 13.000 sampai 15.000 lilitan. Kumparan sekunder ini dililitkan pada inti besi (core). Tahanan kumparan sekunder ignition coil adalah sekitar 10 - 18 ohm.

Seperti pada kumparan primer, kumparan sekunder juga terdapat dua buah ujung. Ujung yang pertama dihibungkan dengan kumparan primer dan terminal positif koil. Dan ujung laiinya dihubunkan dengan terminal tegangan tinggi melalui sebuah pegas. 

#. Kumparan primer
Kumparan primer memiliki kawat yang diameternya lebih tebal daripada kawat pada kumparan sekunder yaitu sekita 0,5 - 1 mm. Kumparan primer ini mengelilingi kumparan sekunder pada koil, Dengan diameter yang besar, jumlah lilitan pada kumparan primer ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan sekunder. Jumlah lilitan kumparan primer pada ignition coil adalah sekitar 150 - 300 kali lilitan. 

Kumparan primer terdiri dari dua ujung, ujung yang pertama dihubungkan dengan terminal positif koil, dan ujung yang satunya dihubungkan dengan terminal negatif koil. Tahanan kumparan primer koil adalah sekitar 2 ohm.

Baca juga : Berapa lama memanaskan mesin motor injeksi


Agar tidak terjadi hubung singkat antara lapisan pada kumparan yang saling berdekatan, atau antara lapisan satu dengan yang lain diberi pemisah yang terbuat dari kerta yang memiliki tahanan sekat yang sangat bagus (tinggi). Di dalam koil terdapat ruang kosong, ruang kosong yang berada di dalam tabung kumparan ini diberi minyak/campuran penyekat yang berguna untuk menambah daya tahan ignition coil terhadap panas ketika sedang bekerja.

Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

6:19 AM Add Comment
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil - Selain sistem pelumasan, sistem yang paling penting dalam sebuah mobil adalah sistem pendingin. Sistem pendingin ini merupakan sistem yang terdapat pada mobil maupun motor yang berguna untuk mendinginkan mesin, atau dapat juga dikatakan untuk menjaga/menstabilkan suhu mesin agar selalu pada temperatur kerja.

Bila dalam keadaan dingin, maka sistem pendingin belum bekerja. Air pendingin masih tetap di dalam radiator dan belum bersirkulasi untuk melakukan pendinginan, baru setelah mesin mencapai temperatur tertentu air pendingin akan mulai bersirkulasi untuk mendinginkan mesin. Yang mengatur fungsi ini adalah thermostat, thermostat akan membuka ketika mesin sudah pana, dan akan menutup ketika suhu mesin rendah atau dibawah spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa salah satu sitem pendingin adalah menstabilkan suhu kerja mesin.

Sebelum membahas tentang fungsi komponen sistem pendingin pada mobil, kami akan sedikit bosa-basi sedikit tentang cooling system ini.

Mengapa mesin perlu didinginkan?

Mobil dan motor termasuk golongan motor bakar, yang mana pasti menghasilkan panas dari proses pembakarannya. Disamping menghasilkan panas, komponen yang bergerak umumnya juga akan menimbulkan panas. Nah, bila panas ini berlebihan maka akan sangat merugikan, bisa menyebabkan kerusakan yang serius. Kita tahu bahwa sebagian besar mesin mobil terbuat dari bahan dasar besi/alumunium, dan dengan bahan dasar ini membuatnya dapat memuai. Pemuaian ini juga tidak baik, misal saja dapat membuat kepala silinder karena melengkung yang disebabkan oleh pemuaian yang diakibatkan oleh panas berlebihan. Jadi mesin pada mobil dan motor sangat perlu untuk didinginkan.

Pada motor bakar tidak semua hasil pembakaran dirubah menjadi tenaga yang berguna dalam menggerakkan mobil. Hanya sebagian saja yang digunakan, prosentasenya sekitar 23 - 28 persen saja yang dirubah menjadi tenaga untuk menggerakkan mobil.

Hampir semua benda di dunia ini apabila terkena panas akan terjadi pemuaian, dan sebagiannya lagi akan hancur atau meleleh. Pada umumnya komponen mesin mobil bahan dasarnya kebanyakan dari bahan alumunium/besi yang memiliki tingkat pemuaian yang tinggi, bila panasnya berlebihan pemuainnya pun juga berlebihan yang dapat membuat gesekan yang berlebihan dan kerusakan yang lebih cepat. Selain itu juga, banyak kasus telah  terjadi yaitu kepala silinder melengkung karena mesin mengalami over heating, yang salah satunya bisa disebaban oleh sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik.

Ingat bahwa terlalu dingin atau terlalu panas itu tidak baik, yang baik adalah pada temperatur kerja yaitu sekitar 80 - 93 derajat celcius. 

Fungsi sistem pendingin
Sistem pendingin (cooling system) pada mobil berfungsi untuk mendinginkan mesin, mencegah panas yang berlebihan (over heating), dan juga menjaga agar mesin pada temperatur kerja.
Umumnya sistem pendinginan pada mobil menggunakan sistem pendingin air, yang mana air merupakan komponen yang akan menyerap panas dari mesin kemudian air tersebut akan didinginkan di radiator. Selain menggunakan air, peninginan mesin juga dibantu dengan kipas yang menghembuskan udara ke arah mesin dan hembusan angin ketika mobil berjalan.

Komponen-komponen sistem pendingin
Pada sistem pendingin mobil terdiri dari berbagai macam komponen yaitu :
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

  1. Radiator : Fungsi radiator pada sistem pendingin adalah untuk mendinginkan cairan pendingin setelah menyerap panas dari mesin dengan cara membuangnya melalui sirip-sirip pendingin. Radiator sebagian besarnya terdiri dari upper tank, inti radiator dan lower tank.
  2. Kipas radiator : Fungsi dari kipas radiator adalah untuk menghembuskan udara ke arah mesin, sehingga terjadi pendinginan. Banyak yang menganggap bahwa, kipas radiator ini menghembusnya ke arah radiator, tetapi yang sebenarnya adalah menghembuskan ke arah mesin dan menghisap udara dari radiator. Apa yang terjadi bila kipas menghembuskan ke arah radiator? Kita tahu bahwa udara akan berhembus ke arah radiator dari depan ketika mobil berjalan, kalau ditambah hembusan angin dari belakang (kipas) tentu angin akan bertubrukan..
  3. Tutup radiator : Fungsi dari tutup radiator atau radiator cup adalah untuk menaikkan titik didih air dan menjaganya agar tidak mendidih pada suhu 100 derajat celcius. Pada tutup radiatordikenal dua macam katup, ada katup tekan dan juga katup vacuum. Katup tekan bekerja ketika mesin panas, dimana katup ini akan membuka ketika tekanan didalam radiator naik sehingga uap air bisa keluar menuju reservoir tank. Sedangkan katup vakum akan bekerja bila suhu mesin sudah kembali dingin, didalam radiator akan terjadi kevakuman dan katup ini akan membuka dan menghisap air yang ada pada reservoir tank.
  4. Pompa air : Fungsi dari pompa air atau water pump pada sistem pendingin adalah untuk mernsirkulasikan air pendingin ke seluruh sistem pendingin. Pompa air ini biasanya juga digerakkan oleh v belt bersama-sama dengan kipas pendingin.
  5. Thermostat : Fungsi dari thermostat pada sistem pendingin adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja dengan cara menahan zat pendingin agar tidak bersirkulasi (ke radiator). Dan juga berfungsi untuk membuka saluran pada saat mesin panas (air bersirkulasi ke radiator).
  6. Reservoir tank : Gunanya adalah untuk menampung sementara uap air pada saat mesin panas atau sebagai tangki cadangan.
  7. V-belt : Berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.
  8. Water jacket : Merupakan saluran-saluran air pendingin di dalam mesin sebagai jalan air dalam mendinginkan mesin.
Baca juga : Cara merawat radiator mobil

    Fungsi dan kontruksi receiver / dryer pada ac mobil

    3:45 PM Add Comment
    Ini Fungsi Receiver/Dryer pada Sistem AC Mobil - Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas bersama sama tentang fungsi dan kontruksi dari kondensor ac mobil. Setelah itu, kami akan mencoba menjelaskan kepada anda semua tentang fungsi dan kontruksi receiver/dryer pada sistem ac mobil. Oke, untuk memulainya kita ketahui terlebih dahulu apa itu receiver dryer dan fungsinya.

    Pada sirkulasi refrigerant pada ac mobil, refrigerant setelah dikompresi oleh kompresor, akan menuju ke kondensor untuk didinginkan. Sehingga refrigerant akan mengalami perubahan wujud yakni dari gas menjadi cari yang disebut dengan kondensasi.

    Refrigerant yang telah mengalami kondensasi ini kemudian akan menuju ke receiver/dryer, untuk ditampung sementara, disaring dang dipisahkan dari air.

    Fungsi receiver/dryer pada sistem ac mobil


    Yang perlu anda ketahui adalah bahwa receiver/dryer pada ac mobil memiliki dua buah fungsi terhadap refrigerant yang telah melalui dan mencair (kondensasi) dari kondensor. Apa sajakah fungsinya? Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan sedikit.

    #Fungsi receiver/drywr yang pertama
    Fungsi pertama adalah untuk menyaring refrigeran dari kotoran yang dapat menghambat sirkulasi ac mobil. Komponen pada receiver/dryer yang bertugas untuk menyaring kotoran adalah filter.

    #Fungsi receiver/dryer yang kedua
    Selain terdapat filter, receiver/dryer juga terdapat desiccant. Desicant inilah yang berguna untuk memisahkan uap air dari refrigerant. Uap air harus dihilangkan dari refrigerant karena nantinya dapat membeku dan menhambat sirkulasi refrigerant, sehingga ac mobil tidak dingin.

    Kesimpulannya terdapat dua fungsi dari receiver/dryer yaitu menyaring dari kotoran, dan memisahkan uap air dari refrigerant.

    Kontruksi dari receiver/dryer

    Kontruksi dari receiver/dryer dapat anda lihat pada gambar dibawah ini. Terlihat terdapat setidaknya 5 komponen utama receiver/dryer. Komponen no 3 adalah sight glass atau dalam bahasa Indonesianya disebut juga dengan kaca pengintai, fungsinya untuk memeriksa jumlah refrigerant dengan menganalisa yang tampak dari sight glass ini.
    Fungsi dan kontruksi receiver / dryer pada ac mobil
    Fungsi dan kontruksi receiver / dryer pada ac mobil

    Keterangan Gambar :
    1. Tutup Pengaman
    2. Saklar Pengaman
    3. Sight Glass (Kaca Pengintai)
    4. Filter Penyaring
    5. Sel Silca (Desiccant)

    O iya ngomong-ngomong tentang kaca pengintai atau sight glass ini. Sight glass ini tidak selalu berada di receiver/dryer, saya sering menemukan sight glass ini pada saluran pipa refrigerant dan bukan berada diatas receiver/dryer, tetapi dimanampun tempatnya fungsinya adalah sama saja.

    Fungsi dan bagian bagian radiator pada mobil

    2:59 PM Add Comment
    Ketahui Fungsi Radiator Pada Mobil - Salah satu sistem terpenting pada kendaraan adalah sistem pendingingan. Sistem pendingin ini bertugas untuk menjaga agar suhu mesin stabil pada suhu kerjanya. Saah satu komponen dari sistem pendingin pada mobil adalah radiator. Radiator umumnya terletak dibagian depan kendaraan, tujuannya adalah agar dapat menerima angin pada saat mobil berjalan sehingga membantu dalam proses pendinginan.

    Radiator berbentuk sirip-sirip. Untuk kontruksinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Selain mobil, pada motor biasanya juga terdapat radiator. Namun tidak semua motor ada radiatornya, hanya motor-motor tertentu saja yang ada radiatornya. Setelah mengenal apa itu radiator, tentu tidak lengkap jika kita tidak mengetahui fungsi radiator. Berikut ini bisaotomotif.com merangkumnya dalam artikel fungsi radiator pada mobil :

    Fungsi radiator pada mobil

    Radiator pada mobil berfungsi untuk meradiasikan panas air pendingin ke udara sekitar. Lebih simpelnya berfungsi untuk mendinginkan air pendingin yang telah mendinginkan mesin.
    Dari namanya kita sudah dapat mengetahui prinsip kerjannya yaitu radiasi, seperti rotor maka kerjanya rotasi, distributor kerjanya distribusi dan lain-lain. Maka dari itu radiator ini berguna untuk meradiasikan panas dari air pendingin ke udara sekitar. Pendinginan radiator dilakukan oleh udara yang mengalir ketika kendaraan melaju, selain itu juga dibantu dengan kipas radiator yang diletakkan dibelakangnya.

    Tutup radiator diletakkan pada bagian atas radiator, radiator cup ini memiliki fungsi untuk mencegah air pendingin mendidih pada suhu 100 derajat celcius, selain itu juga sebagai katup yang dapat mengalirkan air ke reservoir tank pada saat suhu mesin tinggi, atau sebaliknya mengalirkan air dari reservoir tank ke radiator pada saat suhu mesin sudah dingin.

    Kerusakan yang paling banyak ditemukan pada radiator adalah kebocoran. Biasanya kebocoran ini terjadi karena keropos yang disebabkan oleh korosi atau usia pakai yang sudah sangat lama. Biasanya radiator yang bocor dapat ditambal kembali, dan disertai dengan servis. Orang biasa menyebutnya korok radiator (radiator dibersihkan).

    Baca juga : Fungsi radiator cup tester

    Bagian-bagian Radiator Mobil

    bagian bagian radiator
    Bagian-bagian radiator

    Untuk bagian-bagian atau komponen radiator dapat anda lihat pada gambar diatas :
    Keterangan gambar :
    1. Upper tank (tangki bagian atas)
    2. Lower tank (tangki bagian bawah)
    3. Sambungan upper hose
    4. Sambungan lower hose
    5. Kisi-kisi radiator
    6. Sirip-sirip radiator
    7. Tutup radiator 
    8. Kran pembuangan (penguras)