Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil

5:03 PM
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil - Pada sistem pengapian konvensional umumnya masih menggunakan satu ignition coil untuk melayani semua silinder, pada kesempatan sebelumnya kita juga sudah membahas mengenai fungsi dan kontruksi iginition coil. Ignition coil tersebut biasanya dilengkapi dengan tahanan balast atau ballast resistor yang berguna untuk membatasi arus yang mengalir ke ignition coil. Oke, mungkin anda masih sedikit bingung tentang fungsi dari ballast resistor ini, berikut bisaotomotif.com jelaskan tentang kegunaan dari ballast resistor. 

Mengapa ignition coil perlu ditambah dengan ballast resistor?

Pada sistem pengapian konvensional yang umumnya masih menggunakan platina atau kontak pemutus, arus primer yang mengalir tidak boleh melampaui atau lebih besar dari 4 ampere. Akibat jika arus primer melebihi dari 4 ampere adalah :
  • Kontak point atau kontak pemutus (pada platina) cepat rusak atau aus, sehingga boros pemakaian platina
  • Koil panas yang akhirnya membuat mobil macet, sulit dihidupkan bahwa bisa membuat koil meledak

Berapa besar tahanan ballast (ballast resistor)?

Bila tegangan baterai sekitar 12,5 volt, dan arus yang diijinkan adalah kurang dari 4 amper maka kira-kira tahanan ballastnya adalah sekitar 3,1 ohm. Ini diperoleh dari hukum ohm yang mana R = V/I. 
Jadi : R = 12,5 VOLT / 4 Ampere = 3,1 ohm. Besar tahanan ini hanya kira-kira saja, dan menurut teori yang berlaku. Dan mungkin akan berbeda pada kenyatannya.  Untuk lebih tepatnya silahkan lihat buku manual atau buku pedoman reparasi mobil yang bersangkutan.  

Berikut adalah gambar rangkaian sistem pengapian dengan tahanan balast (ballast resistor)
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil
Fungsi dan Macam Ballast Resistor Pada Ignition Coil

Fungsi ballast resistor (tahanan ballast)

Kegunaan dari ballast resistor adalah seperti yang saya singgung di bagian atas tadi. Bahwa ignition koil bila dialiri arus yang melebihi batas akan membuat ia cepat panas, yang akhirnya akan membuat kerusakan pada koil pengapian. Atau membuat kinerjanya tidak maksimal karena pengaruh suhu panas. Jadi fungsi dari tahanan ballas adalah sebagai tahanan yang membatasi arus agar arus primer yang mengalir tidak melebihi dari spesifikasi yang diperbolehkan (umumnya 4 amper), sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada platina, dan tidak membuat koil menjadi panas yang berakibat mobil mogok/macet/sulit starter.

Macam macam ballast resistor (tahanan ballast)

Umumnya terdapat dua jenis atau macam dari tahanan ballast ini, yaitu internal ballast resistor dan external ballas resistor. Internal ballast resistor berarti tahanan balastnya sudah menjadi satu kontruksi dengan ignition coil, jadi tidak kelihatan secara langsung. Berbeda dengan external ballast resistor, yang mana tahanan ballastnya terletak di luar, sehingga sangat jelas dilihat oleh mata. Pada prinsipnya keduanya sama, hanya berbeda masalah penempatannya saja.

Share this

Seorang blogger yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Menjadi penulis di website bisaotomotif.com portal berita informasi otomotif mobil dan motor terbaru dan terlengkap. Kerja terus pantang mundur.

Related Posts

Previous
Next Post »