Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Crank Shaft)

10:48 PM
Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Cranks Shaft) -  Salah satu komponen utama pada mesin adalah poros engkol. Poros engkol ini terpasang dibagian bawah pada blok silinder. Poros engkol disebut juga dengan crank shaft. 

Pada mesin, crank shaft atau poros engkol ini memiliki kegunaan yang sangat vital.  Poros engkol berfungsi untuk merubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar dengan perantara conecting rod, gerak ini pada akhirnya juga menggerakkan roda penerus (fly wheel).

Pada kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai fungsi dari piston. Yang mana piston ini akan menerima tenaga hasil pembakaran, dan tenaga ini akan diteruskan oleh connecting rod yang selanjutnya akan dirubah menjadi gerak putar oleh poros engkol.

Tenaga yang sudah dirubah menjadi gerak putar ini, otomatis akan menggerakkan fly wheel. Karena fly wheel berhubungan langsung dengan poros engkol ini. 

Sekedar pengetahuan saja bagian batang torak yang berhubungan dengan piston adalah small end. Sedangkan bagian batang torak (connecting rod) yang berhubungan dengan poros engkol disebut dengan big end. 

Fungsi poros engkol (crank shaft) 


Seperti yang saya singgung di atas, bahwa crank shaft ini akan menerima tenaga atau beban yang sangat besar, selain itu juga poros engkol berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka dari itulah poros engkol harus terbuat dari bahan yang berkualitas. Persyaratan bahan pembuat poros engkol antara lain :
  • Kuat, tahan terhadap pembebanan yang berubah-ubah
  • Permukaan pada bantalan harus tahan terhadap tekanan tinggi dan keausan
Umumnya poros engkol terbuat dari baja karbon dengan tingkatan dan daya tahan yang sangat baik.

Kontruksi poros engkol (crank shaft)


Setelah mengetahui fungsi dari poros engkol ini, selanjutnya adalah tentang kontruksi atau bagian-bagian dari poros engkol. Oke, untuk memperjelas silahkan perhatikan gambar di bawah ini : 

Bagian-bagian Poros Engkol
Bagian-bagian Poros Engkol
Dari gambar tersebut dapat kita perjelas lagi bahwa terdapat beberapa komponen di dalam poros engkol. Yaitu :

Crank pin (pena engkol) : bagian poros engkol yang akan dihubungkan dengan big end pada connecting rod, crank pin akan dipasangi bantalan yang biasa disebut dengan metal jalan.

Oil hole : merupakan lubang yang digunakan sebagai jalan oli untuk melumasi poros engkol.

Crank journal dan main jounal : bagian poros engkol yang dihubungkan dengan block silinder, main journal merupakan crank journal yang terletak di tengah. Crank jornal terdapat bantalan yang disebut dengan bantalan duduk (metal duduk), sementara pada main journal juga terdapat bantalan yang disebut dengan metal bulan.

Crank journal ini ditopang oleh bantalan poros engkol (metal duduk) pada crankcase, dan poros engkol berputar pada jornal.

Masing-masing crank jounal memiliki crank arm, atau arm dan crankpin terletak di ujung armnya.

Pada poros engkol juga dilengkapi dengan balance weight yang berguna untuk menjaga keseimbangan poros engkol ketika berputar.

Pada jenis mesin yang menggunakan susunan silinder tipe segari atau in line, jumlah dari pena engkol atau crankpin adalah sama dengan jumlah silindernya. Sedangkan pada mesin yang menggunakan susunan silinder tipe v, pena engkol (crank pin) berjumlah setengah dari jumlah silindernya.

Bentuk dari crank shaft ditentukan oleh banyak hal, seperti jumlah silinder, firing order atau urutan pengapian, dan lain sebagainya. 

Oli pelumas harus selalu melumasi bagian-bagian poros engkol yang bergerak, hal ini tentunya digunakan untuk mencegah terjadinya kontak langsung antara logam dengan logam, terutama antara fixed bearing dengan poros engkol selama berputar.

Untuk menyalurkan oli ini, poros engkol dilengkapi dengan oil hole (lubang oli), dan juga diperlukan adanya celah yang sesuai antara bantalan dan poros engkol. Celah ini digunakan sebagai ruang oli dalam membentuk oil film (lapisan oli). Celah ini sering disebut dengan oil clearance. Setiap kali melakukan overhaul, celah ini diperiksa dengan alat yang disebut dengan plastic gauge. Untuk spesifikasinya, setiap kendaraan pastinya berbeda-beda, silahkan lihat pada buku manual kendaraan yang bersangkutan.

Share this

Seorang blogger yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Menjadi penulis di website bisaotomotif.com portal berita informasi otomotif mobil dan motor terbaru dan terlengkap. Kerja terus pantang mundur.

Related Posts

Previous
Next Post »