Mengapa Celah Busi Perlu Di Setel

12:17 PM
Mengapa Celah Busi Perlu Di Setel - Busi atau spark plug adalah salah satu komponen utama didalam ignition system pada suatu mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin. Spark plug atau busi ini diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar mesin. Percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi berasal dari loncatan bunga api dari elektroda tengah ke elektroda massa. 

Bunga api dapat meloncat karena tingginya tegangan yang melewatinya, semakin besar tegangan pengapian maka semakin besar pula bunga api yang dihasilkan. Tetapi ingat bahwa itu juga dipengaruhi oleh besar celah pada busi, celah busi yang besar akan membutuhkan tegangan yang besar pula untuk memercikkan bunga api, dan sebaliknya. Celah busi harus sesuai dengan rekomendasi pabrik, pabrik pasti merekomendasikan celah busi terbaik setelah melakukan berbagai eksperimennya. Dengan celah busi yang tepat, maka percikan bunga api pada busi juga tepat, sehingga pembakaran dapat lebih sempurna.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa celah busi perlu disetel agar didapat percikan yang maksimal dan sesuai dengan tegangan pengapian yang ada. Celah busi yang terlalu sempit atau terlalu lebar akan berakibat pada performa mesin yang dihasilkan, dan berikut penjelasan tentang pengaruh dari celah busi ini :
Mengapa Celah Busi Perlu Di Setel
Mengapa Celah Busi Perlu Di Setel

Analisa/Akibat jika celah busi terlalu lebar

Kita mulai dengan analisa apabila celah yang ada busi terlalu lebar, bila kita setel dengan setelan yang terlalu besar maka secara logika kebutuhan tegangan pengapian untuk meloncatkan bunga api juga harus besar, jika ternyata tegangan pengapian tidak mencukupi untuk memercikkan bunga api ini maka akan berakibat kecilnya percikan yang dihasilkan busi, mesin pun akan sedikit pincang atau tersendat-sendat.

Jika tegangan pengapian yang dihasilkan oleh koil ini mencukupi, maka percikan bunga api akan lebih besar. Tapi ingat yang besar itu belum tentu baik, bisa jadi malah terjadi missing fire atau kegagalan pengapian karena ruang bakar yang terlalu panas. Selain itu juga dengan tegangan pengapian yang tinggi ini akan mempercepat kerusakan pada kompenen sistem pengapian khusus yang dilewati tegangan tinggi, karena dilewati beban yang tinggi.

Analisa/Akibat jika celah busi terlalu sempit

Berbeda dengan celah terlalu lebar, apabila celah terlalu sempit akan mengakibatkan kecilnya percikan bunga api yang dihasilkan. Akan mengakibatkan performa turun karena pembakaran tidak sempurna, dan tenaga yang dihasilkannya pun tidak maksimal. Ketika ini terjadi, mesin akan mengalami putaran idle kasar, pincang, dsb.

Baik celah busi yang terlalu lebar maupun terlalu sempit akan membuat missing fire atau kesalahan pengapian, yang mana akan membuat pembakaran tidak sempurna atau dengan kata lain sebagian bahan bakar tidak terbakar dan keluar melalui knalpot masih dalam bentuk bensin. Jika dilakukan pemeriksaan emisi gas buang akan menghasilkan gas Hidrocarbon (HC) yang tinggi.

Sekarang kita beralih ke celah busi standar, semasa sekolah dulu saya masih ingat bahwa umunya celah busi standar adalah 0,7 - 1,0 mm (untuk kendaraan toyota kijang seri 5 k). Untuk kendaraan lainnya, dan jenis busi lainnya mungkin berbeda-beda. Bahkan ada mobil yang menyarankan celahbusinya disetel 1,1 mm. Intinya celah busi pada kendaraan yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

Share this

Seorang blogger yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Menjadi penulis di website bisaotomotif.com portal berita informasi otomotif mobil dan motor terbaru dan terlengkap. Kerja terus pantang mundur.

Related Posts

Previous
Next Post »