2 Langkah Pencegahan dan Antisipasi Ban Mobil Pecah

7:50 PM
2 Cara Pencegahan dan Antisipasi Ban Mobil Pecah Di Jalan -  Data statistik menyebutkan bahwa di Indonesia sedikitnya 84 orang meninggal per hati, atau sedikitnya 3 - 4 orang perhari meninggal yang disebabkan oleh kecelakaan. Data tersebut kami peroleh dari kepolisian republik Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kecelakaan, seperti pengemudi mengantuk, sambil menggunakan hp, kesalahan teknis pada kendaraan hingga pecah ban. Nah, yang akan saya bahas kali ini adalah pecah ban.

Sebelumnya Jasa Marga pernah menyebutkan bahwa lebih dari 10 % kecelakaan disebabkan oleh pecahnya ban. Pecahnya ban ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya sebagai berikut :
  1. Ban sudah aus/gundul
  2. Tekanan angin ban terlalu tinggi / tidak sesuai
  3. Kurangnya perawatan khusunya balancing dan sporing
  4. Usia pakai yang sangat lama
Kecelakaan akan lebih fatal dan parah apabila terjadinya pada saat kecepatan tinggi, pada saat kecepatan tinggi dan terjadi ban pecah maka biasanya mobil akan kehilangan kendali, bisa juga mobil akan terbalik.

Dalam satu bulan terakhir ini, kami menemukan 2 mobil yang salah dalam mengisi tekanan angin ban. Yang satunya mengisi tekanan angin ban di SPBU dan tanpa menggunakan alat pengukur tekanan ban, akhirnya tekanan angin bannya 2 kali lipat dari standar.

Setelah digunakan 1 hari, akhirnya ia merasa ada yang aneh dengan mobilnya, tidak nyaman digunakan. Akhirnya ia bawa ke bengkel kami, dan kami langsung mengira penyebabnya ada pada bannya. Langsung kami periksa bannya, dan ternyata ban mobilnya sudah pada benjo ndak karuan, sudah ada yang sobek hampir pecah. Kemudian kami ambil manometer ban, dan kami ukur. Benar ternyata tekanan anginnya 2 kali lipat dari standarnya. Langsung deh, kami suruh ganti ban mobil.

Dari kebanyakan kasus, ban mobil yang rusak dan berakibat pecah ban disebabkan oleh tekanan angin ban yang tidak sesuai. Akibatnya akan lebih cepat dan parah jika ban mobilnya sudah gundul atau aus.  Berikut ini kami sebutkan langkah pencegahan dan antisipasi ban mobil pecah saat dijalan.
2 Langkah Pencegahan dan Antisipasi Ban Mobil Pecah Di Jalan
2 Langkah Pencegahan dan Antisipasi Ban Mobil Pecah Di Jalan

1. Langkah pencegahan ban pecah dijalan

Sesuai pepatah bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati, jadi pencegahan agar ban mobil tidak pecah di jalan merupakan langkah paling baik, pencegahan yanga dapat dilakukan antara lain selalu rutin memeriksa tekanan angin ban, dan jangan sampai tekanan angin ban tidak standar baik terlalu tinggi atau terlalu rendah. Lakukan pengecekan tekanan angin ban ini setiap akan berpergian jauh, selain tekanan angin ban. Yang perlu diperiksa bagian lainnya adalah pada bagian permukaan ban. Pastikan tidak terdapat benda-benda asing yang nantinya membahayakan ban mobil anda.

Cek juga keausan ban anda, bila sudah gundul lebih baik segera diganti sebelum pecah yang akhirnya merepotkan anda. Untuk memeriksa keausan ban, bisa memperhatikan Thread Wear Indicator (TWI) pada ban mobil anda.

Kemudian, bila ban mobil anda masih menggunakan ban mobil biasa atau bukan ban tubeless, sebaiknya upgrade ke ban tubeless. Dengan memakai ban tubeless, anda akan mendapatkan beberapa keuntungan. Salah satunya adalah tidak langsung kempes ketika ban mobil terkena paku atau benda tajam lainnya.

2. Langkah antisipasi saat pecah ban di jalan

Sebagian besar mobil yang mengalami ban pecah, mobilnya hilang hilang kendali dan terbalik, hal ini dikarenakan pengemudi tersebut menginjak pedal rem (mengerem) dengan sangat cepat, sehingga beban kendaraan hanya tertumpu pada salah satu sisi saja, yaitu sisi pada ban yang pecah.

Ketika terjadi pecah ban, faktor terpenting adalah dapat mengendalikan kendaraan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menahan mobil agar tidak berbelok secara ekstrem, lakukan penurunan kecepatan mobil anda dengan cara melepas pedal gas, dan dibantu dengan memanfaatkan engine brake atau menurunkan gigi percepatan. Jangan lupa, setelah mobil lajunya mulai melambat arahkan mobil ke pinggir jalan dan juga hidupkan lampu sein kearah yang diinginkan. Dan lakukan pengereman secara perlahan, sampai mobil benar-benar berhenti.

Setelah mobil berhenti, anda bisa menghidupkan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman, tujuannya adalah untuk memperingatkan pengemudi yang lain bahwa anda sedang mengalami masalah pada mobil anda.

Baca : 7 Tanda anda sudah mengantuk saat mengemudi

Yang perlu diingat, bahwa langkah antisipasi ini tidak semua pengemudi bisa melakukannya. Karena biasanya pengemudi panik terlebih dahulu. Sehingga kesimpulannya, lebih baik dilakukan pencegahan dan terus berhati-hati serta waspada.

Share this

Seorang blogger yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Menjadi penulis di website bisaotomotif.com portal berita informasi otomotif mobil dan motor terbaru dan terlengkap. Kerja terus pantang mundur.

Related Posts

Previous
Next Post »