Tips Otomotif

Berita Mobil

Berita Motor

Recent Posts

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

9:10 PM Add Comment
Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian - Pada sistem pengapian yang masih konvensional atau sistem pengapian yang masih menggunakan platina untuk memutus dan menghubungkan arus primer yang ada di koil agar terjadi induksi tegangan tinggi.

Kondensor memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu berfungsi untuk mencegah percikan bunga api yang terjadi pada platina. Percikan bunga api yang terjadi pada platina dapat membuat kontak point yang terdapat pada platina cepat aus, maka dari itu apabila tidak dilengkapi dengan kondensor maka platina akan cepat rusak (aus).

Kondensor ini berbentuk silinder kecil, kondensor terdiri dari beberapa lembar kertas timah yang masing-masing lembar tersebut diberi kertas paraffin. Lembaran-lembaran tersebut kemudian digulung dengan ketat, hingga membentuk sebuah silinder.

Masing-masing dari kumpulan plat tersebut kemudian dihubungkan dengan satu kawat yang nantinya akan menjadi kutub positif dan negatif.

Kondensor ini terpasang pada di distributor, ada yang dipasang di dalam distributor, tetapi ada juga yang dipasang di luar distributor. Untuk mobil toyota kijang rata-rata dipasang di luar bodi distributor. 

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian
Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Kondensor pada sistem pengapian berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point yang ada pada platina. Loncatan bunga api ini terjadi pada saat platina mulai membuka, tujuan utamanya adalah untuk menaikkan tegangan yang ada pada coil skunder (tempatnya kumparan skunder). Tujuan lainnya juga adalah untuk membuat platina lebih awet.

Bagaimana bisa kondensor dapat menaikkan tegangan yang ada pada kumparan skunder coil? Ini penjelasannya.

Arus primer akan mengalir menuju ke kumparan primer, yang apabila arus primer ini diputus oleh platina secara tiba-tiba akan menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 volt pada kumparan primer dan 10.000 volt atau lebih pada kumparan sekunder yang ada pada ignition coil.

Induksi diri tersebut dapat menyebabkan arus tetap mengalir dalam bentuk bunga api pada breaker point. Hal ini disebabkan karena gerakan pemutusan platina relatif lebih lambat dibandingkan dengan gerakan aliran listrik.

Apabila terjadi loncatan bunga api pada platina, maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan maksimal. Akibatnya tegangan tinggi yang dihasilkan pada kumparan sekunder juga kurang maksimal. Agar tegangan yang dibangkitkan pada kumparan skunder lebih maksimal, maka pemutusan arus primer harus terjadi lebih cepat.

Pada saat arus primer mengalir maka akan terjadi hambatan pada arus tersebut, hal ini disebabkan oleh induksi diri yang terjadi pada waktu arus mengalir pada kumparan primer. Induksi diri tidak hanya terjadi pada waktu arus primer mengalir, akan tetapi juga pada waktu arus primer diputuskan oleh platina saat mulai membuka. Pemutusan arus primer yang tiba-tiba pada waktu platina membuka, menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 V pada kumparan primer dan 10.000 volt atau lebih pada kumparan sekunder pada ignition coil. 

Induksi diri tersebut, dapat menyebabkan arus primer tetap mengalir melalui bunga api yang terbentuk pada breaker point. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Hal ini dikarenakan gerakan platina dalam memutuskan arus primer relatif lebih lambat dibandingkan dengan gerakan aliran listrik yang ingin terus melanjutkan alirannya ke massa/ground/body. Jika terjadi loncatan bungai api pada platina saat platina mulai membuka, maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan cepat dan maximal, padahal tegangan yang dibangkitkan pada kumparan sekunder akan naik apabila pemutusan arus primer terjadi lebih cepat.

Untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada platina, maka pada rangkaian sistem pengapian konvensional dipasaanglah kondensor untuk menyerap loncatan bunga api. Kondensor ini ada umumnya dirangkai secara paralel dengan platina.

Besar kapasitas kondensor menjukkan kemapuan dari kondensor tersebut. kemudian kapasitas usatu kondensor bisa diukur dengan satuan mikro farad. Misalnya kapasitor dengan kepasitas 0.22 micro farad atau 0.25 micro farad.

Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil

8:50 PM Add Comment
Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil - Pada sistem pendingin yang ada di mobil terdapat komponen yang bernama thermostat, apa sih itu themostat? Thermostat merupakan sejenis katup yang dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai dengan temperatur air pendingin pada sistem pendingin mobil.

Dari namanya aja kita sudah bisa mengetahui, bahwa thermo itu panas. Jadi semacam pengukur panas disertai dengan katup yang dapat membuka dan menutup. Lalu mengapa pada sistem pendingin dibutuhkan thermostat? Berikut ini alasannya :

Cairan pendingin ini akan menerima panas dari mesin, umumnya efisiensi mesin beroperasi paling baik adalah ketika suhunya sekitar 80 sampai 90 derajat celcius. Temperatur tersebut kita sebut saja sebagai temperatur kerja.

Ketika memanaskan mesin di pagi hari, tentu saja kita menginginkan mesin segera mencapai temperatur kerja (sering dibilang mencapai mesin panas), nah apabila pada sistem pendingin tidak terdapat katup seperti thermostat, maka cairan pendingin yang ada di dalam water jacket akan bersirkulasi ke radiator untuk didinginkan dengan kata lain proses pendinginan mesin saat memanaskan mesin terjadi, akibatnya mesin membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai temperatur kerja.

Thermostat ini dipasang pada sistem pendingin dan berfungsi untuk mempertahankan temperatur cairan pendingin dalam batas yang diizinkan, berfungsi juga agar mesin lebih cepat mencapai temperatur kerja di pagi hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi dari thermostat pada sistem pendingin adalah sebagai berikut :

Fungsi Thermostat

  1. Untuk menahan air pendingin agar tidak menuju ke radiator untuk didinginkan, dengan kata lain menahan air pendingin agar bersikulasi hanya pada mesin saja. Ini terjadi ketika suhu mesin masih rendah, sehingga mesin cepat mencapai temperatur kerja (80 - 90 derajat celcius).
  2. Berfungsi untuk membuka saluran dari mesin ke radiator agar air pendingin dapat bersirkulasi dari mesin ke radiator, sehingga air pendingin dapat didinginkan di radiator. Ini terjadi pada saat mesin telah mencapai suhu kerja.
  3. Intinya adalah fungsi dari thermostati ini yaitu untuk mempertahankan temperatur cairan pendingin agar berada dalam batas yang diizinkan.
Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil
Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil

Kontruksi Thermostat pada Sistem Pendingin


Dimana thermostat ini dipasang? Thermostat ini dipasang pada saluran air keluar dari mesin menuju radiator. Thermostat ini dioperasikan oleh wax sealed yanag berada di dalam silinder. Wax ini dapat perubah volumenya apabila terdapat pengaruh suhu/temperatur.
Letak Thermostat
Letak Thermostat

Perubahan volume wax ini akan membuat silinder bergerak, pergerakannya yaitu turun atau naik yang akan membuat katup membuka atau menutup. Di dalam thermostat juga terdapat jiggle valve yang memiliki fungsi untuk mengalirkan air dari sistem pendingin pada saat menambahkan cairan pendingin kedalam sistem pendingin.

Baca juga artikel lainnya :
  1. Sistem Pendingin Pada Mobil
  2. Pemeriksaan Sistem Pendingin Pada Saat Tune Up Mobil
  3. Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas

Fungsi dan Kontruksi Camshaft (Poros Nok)

6:58 AM Add Comment
Fungsi dan Kontruksi Camshaft (Poros Nok) - Salah satu komponen utama pada mesin adalah mekanisme katup yang mana bertugas untuk membuka dan menutup katup. Nah, salah satu komponen dari mekanisme katup ini adalah cam shaft atau dalam bahasa indonesia disebut dengan poros nok. Komponen ini juga sering disebut sebagai noken as. 

Seringkali penyebutan cam shaft terbalik dengan penyebutan crank shaft. Cam shaft itu merupakan poros nok, sedangkan crank shaft adalah poros engkol. Lihat artikel yang dulu kami buat, untuk lebih memahami tentang poros engkol, Fungsi dan Kontruksi Poros Engkol (Crank Shaft).

Kembali ke pembahasan kita pada siang hari ini, yaitu tentang poros nok. Setiap mesin baik itu motor, mesin bensin, mesin diesel pasti ada yang namanya camshaft ini. Dalam mesin dikenal dengan SOHC dan juga DOHC. SOHC (Singgle Over Head Camhaft) yang merupakan macam mekanisme katup dengan jumlah cam shaftnya satu (singgle). Sedangkan DOHC (Double Over Head Camshaft) merupakan mekanisme katup dengan jumlah cam shaftnya dua (double).

Poros nok ini digerakkan oleh tenaga yang dihasilkan oleh mesin, poros nok dihubungkan dengan poros engkol dengan menggunakan timing gear atau timing belt sehingga poros dapat berputar dan bekerja. Perbandingannya jumlah gigi pada gear poros engkol dan poros nok adalah 1 banding 2, dengan kata lain jumlah gigi poros nok lebih banyak dibandingkan dengan poros engkol. Artinya apabila poros engkol berputar 2 kali, maka poros nok baru berputar 1 kali.

Pada camshaft ini terdapat nok yang digunakan untuk mengatur buka dan tutupnya katup sesuai dengan timing (saat yang tepat). Katup yang dimaksud yaitu katup hisap dan juga katup buang. Lalu apa saja sih fungsi dari cam shaft ini? 

Mekanisme Katup
Mekanisme Katup


Fungsi Camshaft (Poros Nok)

Berikut ini kami jabarkan mengenai fungsi utama camshaft atau poros nok :
1. Membuka dan menutup katup
Fungsi camshaft yang pertama adalah untuk membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan timing pengapian atau Firing Order. 

2. Untuk menggerakkan fuel pump atau pompa bensin
Poros nok selain berfungsi untuk mengatur buka tutupnya katup, juga berfungsi untuk menggerakkan fuel pump atau pompa bensin. Namun ini hanya terdapat pada mobil-mobil yang konvensional, karena sebagain besar mobil sekarang ini sudah berteknologi fuel injection yang mana pompa bensinnya biasanya terletak di dalam tangki dan merupakan pompa bensin elektrik (bukan manual).


3. Untuk memutar poros distributor
Pada sebagaian mobil konvensional, pada cam shaft ini terdapat gigi penggerak distributor atau distributor drive gear. Distributor ini berputar dan digerakkan oleh cam shaft ini, seperti kita ketahui bersama bahwa distributor berguna untuk membagi tegangan tinggi ke masing-masing busi. Sama dengan point yang no 2, pada mobil-mobil sekarang distributor sudah tidak diperlukan lagi karena pembagian tegangan pengapian diatur secara elektronik (ECU).

Kontruksi cam shaft (poros nok)

  Kontruksi Cam Shaft
Kontruksi Cam Shaft

Poros nok terbuat dari baja perkakas atau baja tuang yang memang dikhususkan untuk komponen mesin yang tahan gesek dan tahan panas.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, pada cam shaft terdapat gigi penggerak distributor, dan di pinggir bagiak kanar terdapat spin. Pojok kanan nantinya akan dipasangkan gear camshaft yang nantinya dihibungkan dengan gear crankshaft melalui timing belt atau timing gear.

Baca juga : Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh

Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas Berlebihan (Over Heating)

10:01 PM Add Comment
Sebagai pemilik mobil kita harus selalu tanggap apabila terjadi trouble seperti mesin terlalu panas, dan kali ini kami akan membahas Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas Berlebihan (Over Heating). Suhu atau temperatur mesin dapat kita lihat pada panel dashbord khususnya pada indikator mesin. Di sana ada C dan H. Jarum akan menunjuk di antara keduanya, semakin dekat dengan H maka menunjukan suhu mesin semakin panas. Apabila jarum mendekati H dan berada di garis merah, itu artinya mesin sudah over heating dan itu tandanya terdapat yang abnormal pada kendaraan anda.

Sebaliknya, apabila temperatur mesin selalu dingin juga tidak baik, paling baik itu apabila mesin pada temperatur kerja. Nah, agar lebih akan sedikit kami beri penjelasan tentang penyebabnya.

Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas Berlebihan (Over Heating)


1. Sistem pendingin terdapat kebocoran/air pendingin kurang (abnormal)
Adanya kebocoran membuat air pendingin terbuang sia sia, sehingga kapasitas air pendingin menjadi berkurang. Karena berkurangnya kapasitas ini membuat kemampuan pendinginan juga berkurang. Mesin menjadi lebih cepat panas. Jadi pastikan sistem pendingin mobil anda tidak mengalami kebocoran.

2. Kipas pendingin mati
Untuk jenis kipas pendingin yang elektrik bisa mati (tidak berputar), kipas ini biasanya otomatis akan berputar ketika mesin mencapai suhu tertentu. Kipas pendingin ini juga akan membantu proses pendinginan mesin. Bila kipas tidak berputar seperti yang seharusnya, maka akan membnat mesin panas. Kipas pendingin mati itu sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, motor kiaps mati, kabel terputus, atau water temperatur sensornya mati. Ini juga bisa terjadi pada kiasa yang belum elektrik, misal v belt putus atau pada kipas yang menggunakan kopling fluida, kopling fluidanya sudah rusak sehingga putarannya tidak cepat.

Kipas Radiator Mati
Kipas Radiator Mati


Untuk lebih lanjut bisa membaca artikel kami sebelumnya, yaitu : Kipas Radiator Avanza Mati, Apa Penyebabnya

3. Kapasitas oli tidak mencukupi
Setiap kendaraan memiliki kapasitas oli masing-masing, selain melumasi oli juga berfungsi untuk mendinginkan. Ketika pelumasan pada kompenen mesin tidak terjadi atau berkurang, maka gesekan antar komponen menjadi lebih besar. Dan gesekan tersebut menimbulkan panas dan keausan pada komponen. Panas yang dihasilkan ini akan membuat mesin mengalami panas yang berlebihan atau over heating.

4. Therrmostat
Thermostat berguna untuk mengukur suhu air pendingin, trouble pada thermostat ini ada dua kemungkinan. Apabila rusak pada saat thermostat menutup maka air pendingin tidak akan mengalir ke radiator sehingga tidak didinginkan, akibatnya adalah terjadi over heating. Kemudian apabila thermostat rusak dalam keadaan membuka maka mesin akan lama dalam mencapai suhu kerja (pada saat awal dihidupkan/pagi hari).

5. Gangguan sistem pelumasan
Gangguan pada sistem pelumasan juga bisa membuat terjadinya over heating, seperti pompa oli tidak bekerja dengan baik maka oli tidak bersikulasi dengan sempurna. Akibatnya hampir sama dengan point ke tiga yaitu kapasitas oli tidak mencukupi. Selain pompa oli, saringan oli yang terlalu kotor juga bisa menjadi penyebabnya. Baik itu saringan oli kasar yang ada pada kalter maupun filter oli.

Mungkin itu beberapa hal yang merupakan penyebab mesin mobil cepat mengalami over heating. Over heating ini nantinya akan berdampak buruk pada mesin, seperti keausan atau kerusakan pada komponen mesin, kepala silinder melengkung yang membuat oli dan air bersatu. Dan masih banyak lagi.

Fungsi Hot Idle Compensator (HIC) Pada Karburator

7:00 AM Add Comment
Fungsi Hot Idle Compensator (HIC) Pada Karburator - Pada karburator terdapat berbagai macam sistem yang berfungsi untuk mendapatkan hasil campuran udara dan bahan bakar yang tepat dan sesuai dengan beban mesin. Sudah beberapa macam sistem yang saya share dalam blog ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sistem kerja karburator pada stationer dan kecepatan lambat
  2. Fungsi dan Cara Kerja Solenoid Valve pada Karburator
  3. Fungsi sistem cuk pada karburator
  4. Sistem pelampung pada karburator

Fungsi dan Cara kerja Hot Idle Compensator (HIC)

Fungsi dari HIC ini adalah untuk mengatasi idle kasar yang diakibatkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang gemuk akibat dari naiknya temperatur komponen komponen mesin di sekeliling karburator.

Cara kerjanya :
Ketika kendaraan sudah berjalan dengan jarak yang jauh dan lambat, maka temperatur mesin sudah panas, dan di sekeliling karburator ikut naik. Naiknya temperatur di sekelilin karburator ini akan membuat bahan bakar yang berada di dalam ruang pelampung akan menguap dan akhirnya masuk ke intake manifold. Karena uap bahan bakar pada masuk ke intake manifold, maka terdapat tambahan pasokan bahan bakar dalam artian campuran udara dan bahan bakarnya menjadi gemuk.

Campuran yang gemuk tersebut akan membuat idle menjadi kasar, dan kurang halus. Oleh sebab itu pada karburator dilengkapi dengan HIC atau Hot Idle Compensator untuk mengatasi masalah tersebut.


Hot Idle Compensator
Hot Idle Compensator


Gambar diatas adalah gambar tentang cara kerja hot idle compensator, ketika temperatur mesin meningkat maka bimetal akan membuka thermostatic valve, sehingga udara dari air horn dapat mengalir ke dalam intake manifold melalui saluran udara dalam flaege. Ini membuat campuran bahan bakar menjadi normal (tidak terlalu gemuk). Katup thermostatic ini akan mulai membuka ketika temperatur di sekeliling elemen bimetel mencapai 55 derajat celcius dan akan membuka penuh ketika suhu di sekitar elemen bimetal mencapai 75 derajat celcius.

Contoh-contoh Mobil MPV (Multi Purpose Vehicle)

1:22 PM Add Comment
Contoh-contoh Mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) - Ketika Anda membaca artikel-artikel otomotif anda akan menemukan istilah-istilah seperti SUV, MPV, APV, LCGC dan lain sebagainya. Sebelum artikel ini diterbitkan bisaotomotif.com juga sudah membahas mengenai pengertian mobil MPV dan SUV. Di blog lain yang kami miliki juga sudah membahas tentang contoh-contoh mobil SUV

Baca artikel yang berjudul apa itu mobil MPV dan SUV jika anda belum mengetahui definisi dan ciri-cirinya. Oke, kita review kembali tentang mobil MPV. MPV merupakan singkatan dari Multi Purpose Vehicle yang memiliki arti bahwa mobil tersebut mempunyai berbagai kegunaan atau fungsi, umumnya digunakan sebagai mobil penumpang atau mobil pribadi yang mampu menampung sekitar 7 penumpang. Hampir sama dengan minibus. 

Mobil MPV juga memiliki ruang bagasi yang lebih luas, terlebih lagi tempat duduk yang dibelakang dapat dilipat sehingga ruang bagasi menjadi lebih luas dan dapat digunakan untuk meletakkan barang bawaan dalam jumlah yang banyak.

Lalu contoh-contoh mobil MPV seperti apa? Berikut adalah contoh-contoh mobil MPV yang mudah kita jumpai di negara kita :

Toyota Avanza - Mobil MPV


Contoh-contoh Mobil MPV


  1. Toyota Avanza
  2. Daihatsu Xenia
  3. Nissan Grand Livina
  4. Toyota Kijang
  5. Suzuki Ertiga
  6. Honda Stream
  7. Izuzu Panther
  8. Mitsubishi Kuda
  9. Hyundai Trajet
  10. KIA Carrens
  11. Suzuki APV
  12. Honda Mobilio
Demikian contoh-contoh mobil MPV yang paling mudah kita jumpai di Indonesia. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca artikel spesial dari blog ini yaitu : Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh dan Nyaman.

Terimakasih.

Apa Itu Mobil SUV dan MPV, bedanya apa?

11:00 AM Add Comment
Apa Itu Mobil SUV dan MPV, bedanya apa? - Dalam artikel-artikel otomotif bisanya disebutkan mobil mobil dengan sebutan-sebutan yang mungkin asing ditelinga kita seperti SUV atau MPV ada juga LCGC. Padahal sejak dulu biasanya mobil disebut dengan nama-nama seperti sedan, pick up, minibus dan masih banyak lagi. Seriring berjalannya waktu, pabrikan mobil menggunakan istilah-istilah dengan bahasa inggris yang disingkat seperti SUV, MPV ataupun mobil LCGC. Lalu apa arti ketiga singkatan tersebut? Nah biar jelas, kita perhatikan kepanjangan dari ketiga istilah tersebut dibawah ini :

SUV : Sport Utility Vehicle
MPV : Multi Purpose Vehicle
LCGC : Low Cost Green Car

Sudah mengerti kepanjangannya kan? Nah, selanjutnya kita bedah lagi agar lebih jelas dan tidak membingungkan perbedaan dari ketiga klasifikasi jenis mobil. Kita mulai dari yang pertama yaitu mobil SUV.

1. Apa itu mobil SUV

SUV merupakan kepanjangan dari Sport Utility Vehicle yang merupakan kendaraan yang tujuan dibuatnya adalah agar mampu melewati jalan-jalan yang susah, menantang atau untuk keperluan olahraga seperti off road atau olahraga petualang yang lainnya. Mobil ini dirancang lebih kuat dan gagah, pada mulanya dirancang dengan struktur body on frame atau dalam bahasa kita dapat diterjemahkan dengan bodi di atas chassis.

SUV biasanya juga mengaplikasikan 4wd atau Four Wheel Drive (empat penggerak roda). Artinya hasil tenaga yang dihasilkan mesin akan disalurkan ke semua roda untuk menggerakkan kendaraan. Karena mobil ini harus kuat, maka konsumsi bbmnya pun juga lebih boros. Dan mobil SUV ini tidak mengutamakan kenyamanan penumpang seperti pada mobil MPV. Namun, masalah tenaga jangan diragukan lagi, biasanya mobil SUV juga memiliki kapasitas mesin yang besar. 

Tetapi kemudian pabrik-pabrik mobil berinovasi agar mobil SUV tidak hanya bisa tangguh, tetapi juga nyaman layaknya sedang. Sehingga produsen mobil membuat mobil SUV yang bisa digunakan untuk jalan-jalan Off road, namun tetap nyaman juga untuk berjalan-jalan di jalan kota. Contoh mobilnya adalah : Nissan X-Trail, Toyota Fortune, Mitsubishi Pajero Sport, dsb. Baca juga artikel ku yang kemarin saya buat : Nissan X-Trail, mobil SUV paling tangguh dan nyaman

2. Apa itu mobil MPV

Setelah membahas tentang SUV, lanjut kita membahas tentang MPV yang merupakan kepanjangan dari Multi Purpose Vehicle. MPV merupakan mobil yang dirancang untuk mobil keluarga, mengutamakan kenyamanan, dan memiliki bagasi yang lebih luas.

Mobil jenis MPV ini biasanya dapat menampung hingga 7 penumpang, dan apabila menginginkan bagasinya luas maka kursi dapat dilipat. Sebab inilah mobil ini dinamakan multi purpose (tujuannya banyak) atau memiliki banyak fungsi.

Contoh contoh mobil SUV antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Grand Livina, Terios, Toyota Rush, Ertiga dan lain sebagainya. 

Toyota Avanza
Toyota Avanza


3. Apa itu mobil LCGC 

LCGC merupakan kepanjangan dari Low Cost Green Car yang memiliki arti mobil dengan harga yang terjangkau namun ramah lingkungan. Biasanya mobil ini memiliki kapasitas mesin yang kecil, dan bentuk dari mobilnya pun kecil tidak seperti mobil-mobil MPV atau SUV. Mobil LCGC biasanya memiliki kapsitas penumpang 4-5 orang. Contoh dari mobilnya adalah Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Atoz, dsb.